Diary Mata Indigo

Diary Mata Indigo
Rumah


__ADS_3

Aku kembali ke rumah setelah dari tempat Reza. Aku harus merelakan Reza yang kini telah dibekuk polisi. Memang berat sekali melihat kejadian itu menimpaku. Tetapi jika aku membelanya sama saja dengan aku melindungi seorang penjahat seperti dia. Dia yang masih menjadi status kekasihku. Rasanya memang aneh ketika mendengar bahwa pacarku adalah seorang napi. Tapi inilah kenyataan yang harus aku hadapi saat ini. Aku benar-benar harus bisa menerima ini semua.


" Key kamu baik-baik saja kan?" Ranti bertanya kepadaku


" iya Ran aku baik-baik saja" jawabku sedih


" sudahlah Key, gimana kalau sekarang kita ke rumah Reza?"


" gila kamu mau ngapain kita kesana?"


" hey siapa tau kita bisa dapat info lagi"


" aduh sepertinya mataku terlalu lelah sekali Ran besok saja kali ya?"


" ya sudah kalau gitu kita pulang"


Sesampainya di rumahku aku langsung merebahkan tubuhku. Hari sudah larut malam aku melihat Ranti duduk di sofa depan.


" Ran kamu tidur disini lagi?"


" gak boleh ya?" tanyanya jutek


" yah boleh sih tapi emang kamu gak kangen sama rumah kamu?"


" bilang saja kalau aku gak boleh tidur disini lagi Key"


" Loh boleh Ran tapi...


" tapi apa?"


" Iyah mending kamu gak usah ngekost kalau tidurnya di rumahku mulu" ucapku


" emang boleh ya aku tinggal sama kamu disini?"


" siapa yang ngelarang?"


" makasih ya Key" Ranti memeluk tubuhku


" tok tok tok"


Terdengar suara ketukan pintu yang sangat lirih.


" Key siapa?" Ranti berlari ke arahku.


Aku menggelengkan kepalaku, masak ada tamu jam segini ini kan sudah terlalu larut malam. Aku berdiri melihat dari jendela seperti ada bayangan hitam disana. Aku segera membukakan pintu. Ranti menarik tanganku.


" stop jangan dibuka ini sudah jam 12 malam nanti kalau pencuri gimana?"


" hey Ran mana ada pencuri yang sopan dengan mengetuk pintu?"


" tapi Key,,"


Aku sudah memegang gagang pintu rumahku. Aku membukakan pintu pelan-pelan. Kulihat Reza sudah berdiri di depan pintu.


" Reza? kok kamu bisa ada disini?"


" stttt aku masuk dulu ya nanti aku jelasin di dalam" Dia menerebos tubuhku dan masuk ke dalam aku segera menutup pintu. Dengan panik aku menghampiri dia.


" hey kamu kok bisa disini?"


" stttt aku kabur dari sel"

__ADS_1


" apa?"


" terus kalau kamu ketahuan gimana?" tanyaku panik


" aku mohon lindungi aku disini Key kalau aku kerumah aku bisa ditangkap"


" tapi Rez"


" Key cuma kamu yang bisa membantuku"


Aku terdiam kebingungan antara takut juga panik yang saat ini sedang aku rasakan.


" Key usir saja" bisik Ranti


" tapi Ran aku gak tega"


" gila kamu Key sama saja kamu melindungi penjahat, bisa-bisa kamu ditangkap juga nanti kalau ketahuan" ucapnya membisikiku


Aku benar-benar bingung aku kasihan sama dia tapi aku juga tidak mau terlibat dalam kasus ini.


" Key kamu tau gak siapa yang melaporkan aku ke polisi?" tanya Reza pelan


" ehek ehegk" aku tiba-tiba tersedak ketika mendengar pertanyaannya


" kamu gak apa kan?" tanya Reza


" aku gak apa-apa Rez aku juga tidak tau kenapa kamu bisa ditangkap polisi" jawabku berusaha untuk tidak tau. Aku melirik ke arah Ranti dia menahan senyumnya dan meninggalkan kita dia menuju ke arah kamarku.


" tapi aku boleh kan sementara tinggal disini?"


" tapi...


" aku harus kemana lagi Key cuma kamu yang bisa bantu aku, aku gak mau hidup di dalam jeruji besi itu" ucapnya sambil memohon


" ya sudah kamu istirahat dulu ya Rez, kamu mau apa? makan atau minum?"


" enggak Key aku mau kamu menemaniku disini?"


" apa? kamu jangan aneh-aneh ya!"


" enggak Key aku cuma mau kamu"


" huft dasar!" ucapku sambil meninggalkannya pergi ke kamar.


Aku melirik Ranti masih belum tidur.


" Kamu gak tidur Ran?"


" mana mungkin aku bisa tidur sementara disini ada seorang penjahat"


" Ran aku mohon bantu aku"


" bantu untuk menyembunyikan penjahat di dalam rumah kamu?"


" aku mohon Ran"


" iya!"


Aku melihat Ranti dengan terpaksa menjawab. Dia segera menarik selimut dan tidur. Sementara aku disini sama sekali tidak bisa memejamkan mataku. Pikiranku melayang kemana-mana


Bagaimana kalau sampai polisi tau keberadaan Reza disini?

__ADS_1


Bisa-bisa aku tertangkap juga.


aggggkkkk


pikiranku benar-benar tidak bisa tenang.


Tapi mana mungkin aku tega membiarkan dia ditahan??


Reza mengetuk pintu kamarku aku membukakannya. Aku melihat dia sangat pucat dia lemas. Aku membawanya ke kamar depan.


" kamu kenapa Rez?"


" sepertinya aku lapar Key"


" aduh Rez sebentar tunggu sini aku ambilkan makanan"


Aku menuju ke dapur disana aku melihat anak kecil itu kembali menghantuiku. Dia berdiri tepat di depanku. Aku benar-benar ketakutan melihatnya dengan wajah marah.


" kamu kenapa?"


kamu sudah janji kepadaku akan menyerahkannya ke polisi tapi kenapa kamu menyembunyikannya!!


Dia menuju kepadaku dia sangat marah kepadaku.


" tunggu dulu aku bingung" ucapku terputus ketika aku melihat dia semakin mendekat ke arahku.


Rasanya mulutku terbungkam ku berjalan mundur tapi kakiku rasanya kaku. Aku ingin berteriak tapi mulutku tertutup rapat. Tiba-tiba suaraku hilang begitu saja. Aku ketakutan aku benar-benar takut sekali. Dia seolah ingin membunuhku. Di sudah mengulurkan kedua tangan dan sudah menjerat di leherku. Badanku kemas aku tidak bisa menggerakkan semua anggota tubuhku.


" egghhhhhkkkkk"


Rasanya nafasku sudah mau terputus aku tidak bisa menahannya lagi.


" blekkkkkk"


Entah aku tidak bisa merasakan apa yang sedang terjadi kepadaku. Aku membuka mataku kulihat Reza sudah membopongku ke kamar. Dia kelihatan sangat panik sekali.


" Key kamu kenapa?"


" kok aku disini Rez?"


" kamu tadi pingsan di dapur kamu sakit?"


Aku menggelengkan kepalaku


Aku masih teringat jelas kejadian yang telah menimpaku tadi. Anak itu hadir lagi dia ingin membunuhku. Rasa tidak mungkin jika aku menceritakan hal ini kepada Reza. Dia tidak mungkin percaya dengan ucapanku.


" Rez kasus apa yang sedang kamu jalani dengan polisi?" aku berusaha memancingnya


" aku aku juga tidak tau Key aku juga bingung" dia masih saja mengelaknya


Tidak mungkin jika aku mendesaknya di saat seperti ini. Dia tidak mungkin mengakui perbuatannya di depanku. Walaupun sebenarnya aku sudah tau apa yang telah terjadi.


" Key kamu mikir apa?"


" entahlah Rez aku bingung"


" kamu pasti beranggapan bahwa aku ini penjahat"


" mana mungkin aku bisa berpikir seperti itu Rez" elakku


" percayalah aku ini sedang difitnah" dia berusaha meyakinkanku

__ADS_1


Aku berpura-pura untuk percaya kepadanya. Agar dia tidak curiga kepadaku.


__ADS_2