Diary Pelakor

Diary Pelakor
Jatuh Cinta


__ADS_3

Kebaikan dan kepedulian yang Alan berikan pada Mia membuat Mia menaruh hati padanya. Alan merupakan sosok seorang laki-laki yang sangat lembut dan penuh dengan kepedulian. Setiap Mia memiliki masalah, Mia selalu mengadukannya kepada Alan seolah Alan itu adalah suaminya. Mia merasa sangat nyaman selama menjalin hubungan terlarang dengan Alan.


Sosok Alan di mata Mia seperti sosok seorang laki-laki yang sempurna. Meskipun Alan sudah menginjak usia 40an, Alan masih bisa di ajak seperti anak muda. Gaya berpakaian Alan membuat Alan terlihat macho dan tampak keren. Isi dompet Alan yang tebal membuat Mia semakin tidak ingin jauh darinya.


Terkadang Mia sangat iri pada istrinya Alan, Mia sering bercerita tentang istrinya Alan pada Lili. Lili sangat tidak menyukai semua cerita Mia yang seakan menjelek-jelekan istrinya Alan.


" Aku kayaknya cinta sama Alan" ucap Mia pada sepupunya Lili yang sedang memasak makanan untuk anak dan suaminya.


" Jangan mencintai milik orang" Lili berusaha menasehati Mia.


" Cinta tidak bisa di tebak kak, awalnya aku memang cuma main-main sama dia. Namun akhirnya aku menaruh hati padanya, bukan salah aku kan!" ujar Mia.


" Dari sejak awal kamu sudah salah, harusnya kamu tidak dekat-dekat dengan suami orang" Lili menasehati Mia seakan ingin memarahinya.


" Harusnya seorang istri itu tidak egois kak, jika punya suami harus bagi-bagi agar semua orang merasakan enaknya punya suami" ucap Mia tanpa merasa berdosa.


Lili menggeleng-geleng kepalanya, Lili tidak tahu harus berkata apa dan bagaimana membuat Mia sadar. Lili terkadang malas jika berbicara dengan Mia. Mia tidak bisa di atur dan suka seenaknya.


" Memangnya kamu rela jika suami kamu di bagi?" tanya Lili pada Mia beberapa saat kemudian setelah Lili sudah siap dengan kerjaannya sebagai istri dan Ibu.


" Aku orangnya santai kak, selama cowoknya bisa berbuat adil, aku rela di madu" ucap Mia lagi.


Lili semakin malas berbicara dengan Mia, Lili menyibukkan diri dengan memeriksa WA miliknya seakan ada temannya yang sedang mengirim pesan.


" Kak ! sebenarnya, suami kita tidak akan berpaling dari kita selama kita ini masih cantik dan bersih" ucap Mia pada Lili memecah kesunyian.

__ADS_1


" Jadi maksud kamu suami bisa selingkuh jika istrinya sudah tidak cantik dan bersih lagi?" tanya Lili.


" Yaa.. begitulah. Istri Alan sudah tidak cantik, makanya Alan mencari yang lebih cantik dan masih segar." puji Mia pada untuk dirinya sendiri.


Lili semakin muak berbicara dengan Mia. Di mata Lili, Mia itu sudah sangat keterlaluan. Mia tidak hanya salah dalam mencintai, Mia juga sudah merusak hubungan suami istri.


" Kamu sudah merusak rumah tangga orang Mia" ucap Lili pada Mia saat Mia keluar ingin pulang ke rumahnya.


" Aku tidak merusak apa-apa kak, jika dia memilihku, itu karna aku lebih baik dari pada istrinya" ujar Mia.


*


Lili merasa Mia sudah salah langkah, Lili ingin sekali menyadarkan Mia. Lili bingung harus bagaimana, terkadang Lili menceritakan pada suaminya tentang sifat Mia yang sudah sangat keterlaluan.


" Mia sudah sangat jahat mas, dalam keluarga kami cuma dia yang memiliki sifat begitu. Aku harus bagaimana mas, tidak mungkin aku membiarkan dia menghancurkan hidup orang lain" ucap Lili pada suaminya suatu malam.


**


Tiga hari kemudian yaitu di hari minggu Mia pergi liburan ke tempat Tantenya lagi, Tante merasa heran melihat Mia yang sering sekali liburan ke sana. Tante menelfon Lili dan menanyakan tentang perubahan sikap Mia yang akhir-akhir ini sering ke rumahnya.


Lili menjawab seadanya, Lili merasa tidak tahu menahu tentang Mia yang sering ke rumah Tante. Tante mengatakan bahwa Mia pergi cuma sendiri di antar oleh teman cowoknya.


Tante menyuruh Lili datang ke rumah tante karena ada acara di kantornya yang membutuhkan tenaga suami Lili untuk membantu Tante dan suaminya. Lili tidak bertemu dengan Mia di sana sebab Mia sudah keluar jalan-jalan dengan cowoknya. Mia baru pulang ke rumah Tante setelah Lili balik ke rumahnya.


***

__ADS_1


Pulang jalan-jalan dengan Alan, Mia di antar kembali ke rumah Tante. Mia turun dari mobil tidak di depan rumah Tante melainkan di perempatan jalan.


" Mas, besok jangan lupa antar aku pulang ya !" pinta Mia pada Alan.


" Iya sayang, besok mas kabari jam nya karna mas besok mau antar istri ke kantor. Istri mas arisan bulanan, mas harap kamu mengerti" ucap Alan.


Alan terus melajukan mobilnya ke arah kantornya yang tidak jauh dari perempatan. Mia hanya menatap mobil Alan yang melaju pelan. Mia kemudian jalan kaki menuju ke rumah Tante.


" Aku tidak suka mas Alan mengantar jemput istrinya, istrinya kan punya mobil sendiri jadi dia bisa pergi dan pulang sendiri" gumam Mia pada diri sendiri.


Mia seakan di buat cemburu dengan sikap Alan pada istrinya. Mia memendam rasa cemburunya agar tidak diketahui oleh Alan. Alan yang masih menyayangi istrinya merasa bersalah dengan perbuatannya saat ini. Istri Alan adalah wanita yang baik dan lembut, dia tidak pernah membuat Alan kecewa apalagi sakit hati. Entah apa yang merasuki tubuh Alan sehingga Alan tega selingkuh di belakangnya. Mia teringat perkataan Alan padanya.


" Istri mas sangat baik dan lembut, dia juga penyayang dan setia. Mas tidak tahu kenapa mas tega mengkhianatinya begini" ucap Alan saat mereka jalan-jalan beberapa saat tadi.


Mia terus berjalan ke rumah Tante, Tante tidak di rumah karena masih sibuk dengan acara di kantor suaminya.


***


Cicilan hutang untuk bulan depan belum di kumpulkan oleh Mia, Mia merasa pusing jika memikirkan hutang mantan suaminya. Mia duduk di balkon rumah Tante sambil menunggu Tante pulang. Hutang yang belum lunas menjadikan otak Mia terasa sakit.


" Mas Robert kemana ya, aku mau minta uang untuk bayar hutang bulan depan. Aku tidak akan membiarkan dia seenaknya kabur dari hutangnya" pikir Mia dalam hati sambil mengotak-katik HP mencari nomor HP Robert yang masih di simpannya.


Tante pulang dan melihat Mia sudah menunggu dia di beranda.


" Mana temanmu ? " tanya Tante pada Mia.

__ADS_1


" Sudah pulang Tan, katanya lagi ada kerjaan jadi buru-buru pulang" ujar Mia sambil mematikan HP nya.


Mia berkata pada Tante bahwa besok dia akan pulang. Tante hanya berpesan padanya untuk hati-hati di jalan. Keesokan harinya Mia pulang dengan di antar oleh Alan ke rumahnya. Mia meminta Alan mengantarkannya ke rumah Lili. Alan hanya nurut saja pada Mia mengingat Mia adalah orang yang dia sukai.


__ADS_2