Diary Pelakor

Diary Pelakor
Kasmaran


__ADS_3

Semenjak meninggalnya Papi dan Rendi tahu semua tentang Mia, sikap Rendi ke Mia menjadi sangat baik. Mia mulai merasa kasmaran lagi bagai anak remaja yang baru di rundung cinta. Rendi yang selama ini terlihat dingin dan cuek berubah menjadi sosok yang hangat dan romantis.


Suatu hari Rendi ada pekerjaan yang menuntut dia harus keluar kota, Rendi mengajak Mia sekalian agar mereka bisa liburan bersama sambil menemani Rendi bekerja.


" Mas ! kenapa mengajak aku? bukannya mas biasanya selalu pergi sendiri?" tanya Mia saat mengemasi barang-barang yang akan di bawa.


" Memangnya kamu tidak mau ikut?" tanya Rendi dengan lembut.


" Bukan begitu, aku hanya merasa mas sudah sangat baik padaku. Apa mas tidak takut jika nanti Nyonya tahu?" tanya Mia.


" Shela akan pulang tahun depan, makanya aku tidak pernah takut padanya. Saat dia pulang nanti kita akan berpura-pura seperti dulu lagi" ucap Rendi sambil mengambil beberapa kemejanya.


" Jadi dulu mas cuma akting? " tanya Mia lagi.


" Iya, aku sengaja tidak menunjukkan rasa suka aku padamu agar kamu bisa bersikap segan dan Shela tidak curiga" kata Rendi.


Mia siap dengan barang-barangnya dan Rendi pun sama. Rendi kemudian menaruh semua barangnya di mobil dan mereka kemudian siap untuk berangkat.


Dalam perjalanan Mia terlihat seperti pengantin baru dengan Rendi, kemesraan yang mereka tunjukan di depan umum seakan ingin mengatakan pada dunia bahwa mereka sedang jatuh cinta. Mia sangat menikmati hubungannya meski hanya sebatas simpanan.


" Jika mas Rendi seromantis ini, aku yakin bisa membuat dia berpaling dari istrinya" pikir Mia saat dalam perjalanan menaiki sebuah pesawat komersial.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah kota wisata yang biasa di kunjungi Rendi dengan Shela.


" Aku sering kemari dengan Shela" ucap Rendi.


Mia seakan tidak mendengar perkataan Rendi, dia terus melihat ke sana kemari menikmati indahnya pemandangan di kota tersebut.


*


Keesokan harinya Rendi sudah tidak ada di kamar hotel mereka, Rendi hanya mengirim pesan pada Mia bahwa dia sudah berangkat ke pertemuan kerja dan dia meminta Mia untuk sarapan sendiri. Rendi berjanji sehabis rapat dia akan mengajak Mia untuk jalan-jalan menikmati indahnya pantai di tempat tersebut.


Mia melihat pemandangan luar hotel melalui kaca jendela hotel. Pemandangan laut yang mengarah ke matahari terbenam, namun saat itu masih pagi jadi Mia belum bisa melihat matahari terbenam.


" Aku mandi dulu dan sarapan sebelum mas Rendi menjemput aku" pikir Mia.


Selesai mandi Mia turun dan makan di restoran milik hotel tersebut, ada banyak orang yang sarapan di situ dan rata-rata orang yang menginap di sana.

__ADS_1


Selesai sarapan Mia kembali ke kamarnya dan menunggu Rendi menjemputnya.


**


" Maaf aku terlambat" kata Rendi yang baru datang dari tempat pertemuannya.


" Tidak apa-apa mas, aku sabar menunggu" ucap Mia lembut.


Mia tidak ingin menunjukkan sikap yang menyebalkan setelah Rendi baik padanya, Mia berharap Rendi akan menyukainya dan semakin menyukainya suatu saat nanti.


Terkadang Mia teringat dengan Shela, Mia takut jika Shela tahu dan marah, pasti akan mengusirnya dari rumah itu. Mia belum siap untuk berpisah dengan Rendi mengingat Rendi adalah satu-satunya orang yang mau membayar hutang mantan suaminya.


" Kita mau kemana mas?" tanya Mia.


" Kita ke pantai, pantai di sini bagus dan indah, kita juga bisa mandi di sana" ucap Rendi.


Mereka kemudian keluar dari hotel menuju ke pantai yang di maksud oleh Rendi. Mia sudah tidak sabar ingin menikmati suasana pantai yang indah dan mandi bersama Rendi di sana.


" Indah sekali mas, aku belum pernah melihat pantai seindah ini." ucap Mia pada Rendi dengan tersenyum manis.


" Mulai sekarang kamu akan melihat tempat-tempat indah dan menginap di tempat-tempat mewah" ujar Rendi.


" Aku belum tahu bagaimana nantinya, kita senang-senang saja dulu." kata Rendi.


Mia dan Rendi menikmati kebersamaan mereka dan bersenang-senag bersama di pantai tersebut hingga mereka melihat matahari terbenam di ufuk barat.


***


" Aku kelelahan mandi di laut seharian mas" ucap Mia.


" Apa kamu senang?" tanya Rendi saat sedang mengganti pakaiannya yang basah karena air laut.


" Aku bahagia sekali..!!!" seru Mia.


Rendi tersenyum melihat Mia berseru bahagia, Rendi tidak tahu sampai kapan dia akan bersama dengan Mia. Rendi merasa kasihan dengan Mia meski terkadang Rendi penasaran dengan alasan Mia mau menjadi simpanannya.


" Apa cuma aku orang yang kamu sukai?" tanya Rendi tiba-tiba saat Mia sedang mengganti bajunya.

__ADS_1


" Maksudnya?" tanya Mia.


" Apa sebelumnya kamu pernah menjadi selingkuhan orang lain?" tanya Rendi.


Mia terdiam dan berpikir apakah dia harus jujur atau tidak, jika dia jujur apakah Rendi masih menyukainya atau akan meninggalkannya.


" Tidak pernah mas, baru kali ini, itupun karena aku sudah tidak punya pilihan lain" Mia tidak tahu apakah ini sebuah kebohongan atau hanya ingin mengubur masa lalunya.


" Baguslah, karena aku tidak ingin hidup dengan bekas orang, kecuali mantan suami kamu yang jahat itu" ucap Rendi.


Mia merasa lega dengan jawaban yang di berikannya sehingga membuat Rendi tidak marah atau cemberut padanya.


" Untung mas Rendi tidak marah" pikir Mia.


****


Rendi dan Mia menghabiskan waktu seminggu berlibur di sana, setelah itu mereka kembali ke tempat tinggal mereka semula dan berencana akan kembali liburan jika ada waktu lain kali.


Mia merasa sangat lelah saat sudah sampai di rumah mereka tinggal, Mia ingin menaruh barang miliknya di kamar namun Rendi melarangnya. Rendi menyuruh Mia untuk tidur satu kamar dengannya hingga Shela kembali.


Mia sangat tidak keberatan, meski hanya sebatas simpanan, Mia merasa sangat bahagia. Terkadang Mia berpikir kenapa bukan Rendi saja yang pertama kali dikenalnya, bukan Robert.


" Apa mas masih punya orang tua?" tanya Mia pada Rendi saat mereka hendak tidur.


" Masih, tapi orang tua ku tinggal di kota lain" ujar Rendi.


" Apa orang tua mas menyukai Nyonya Shela" tanya Mia saat sedang memeluk Rendi di tempat tidurnya Rendi.


" Iya, sangat menyayangi Shela" ucap Rendi.


" Tapi Nyonya terlihat jahat dan kejam" ucap Mia.


" Dia tidak seperti itu, dia hanya tegas dan sangat disiplin. Mungkin itu juga yang membuat dia sangat sukses dengan usahanya.


Mia merasa semakin iri dengan Shela, pernyatan Rendi barusan membuktikan bahwa Shela tidak ada kekurangannya di mata Rendi.


" Kenapa mas selingkuh?" tanya Mia kemudian.

__ADS_1


" Karena Shela jarang di rumah" ucap Rendi kemudian mengajak Mia tidur tanpa membahas tentang Shela lagi.


__ADS_2