
Mia tidur di lantai atas dan Rendi di kamar bawah, Mia tidak mengerti kenapa Rendi tidak tidur sekamar demgannya padahal jelas-jelas Rendi sudah menjadikannya selingkuhan. Mia tidak berani menanyakan langsung pada Rendi karena Mia baru saja mengenalnya.
" Masa bodo, yang penting dia tidak lupa setor duit tiap bulannya" pikir Mia.
Hidup Mia yang dulu bebas sekarang seperti burung dalam sangkar emas. Semua yang diinginkannya ada di rumah kecuali kebebasan pergi kemana yang dia suka seperti biasanya. Untuk menghilangkan suntuknya dia hanya bisa menonton acara televisi.
Mia bahkan di larang untuk menulis status atau curhat sama orang yang baru di kenalnya, Rendi tidak ingin ada yang tahu bahwa dia menyimpan Mia di rumahnya.
*
Saat makan malam, Rendi hanya diam saja sambil terus menyantap makanannya. Mia tidak berani sedikitpun karena melihat Rendi seperti tidak ingin berbicara dengannya.
" Dingin sekali orangnya, beda sama mas Alan yang hangat" pikir Mia sambil terus menyantap makanannya pula.
Selesai makan Rendi meminta Mia untuk membereskan semua kemudian dia masuk ke kamarnya. Entah apa yang di lakukan Rendi di kamarnya, mungkinkah dia bekerja atau tidur, Rendi melarang Mia masuk ke kamarnya.
" Jadi simpanan apa ini? ini lebih mirip pembantu!!" gumam Mia saat sedang mencuci piring bekas makan malam mereka.
Selesai merapikan rumah Mia naik ke kamarnya untuk istirahat, Rendi tiba-tiba keluar dari kamarnya dan mengikuti Mia ke kamar. Hati Mia berdetak kencang, Mia merasa bahwa Rendi akan tidur dengannya malam ini.
" Kalau dia tidur denganku pasti nyaman sekali tidurku malam ini, dia sangat tampan !!!! " seru Mia dalam hati.
Mia masuk ke kamarnya tanpa menutup pintu karena Rendi berada tepat di belakangnya. Rendi masuk ke kamar Mia dan merebahkan diri di tempat tidur. Mia sangat tidar berani melihat ke arah Rendi, Mia berpura-pura mengambil hp seolah ada wa dari temannya.
" Duduk sini" ucap Rendi.
Mia tidak bisa menahan rasa gemetarnya, antara takut dan senang yang Mia rasakan. Mia hanya menuruti kemauan pacar gelapnya agar Rendi tidak marah padanya.
" Istriku mau pulang kemari dan akan tinggal dengan kita di sini, aku berharap kamu bisa berpura-pura jadi pembantu. Aku sudah bilang pada istriku bahwa kamu adalah asisten rumah tangga kami yang baru." ujar Rendi.
__ADS_1
" Apa tidak sebaiknya istri mas tinggal di rumah mas yang satu lagi?" tanya Mia.
" Istriku ingin tinggal di sini, jadi kita tidak bisa menolak keinginannya" ucap Rendi lagi.
Mia hanya mengangguk saat Rendi menjelaskan apa yang harus di lakukannya saat istri Rendi pulang. Mia merasa sangat kesal karena dia harus jadi pembantu untuk sesaat. Rendi juga meminta agar Mia melakukan semua yang istrinya inginkan agar istrinya tidak curiga.
" Aku pikir, aku akan dijadikan Ratu di sini." gerutu Mia dalam hati.
Rendi kemudian beranjak dari tempat tidur Mia hendak turun ke kamarnya.
" Mas tidak tidur di sini?" tanya Mia dengan sedikit ketakutan.
" Tidak" ucap Rendi singkat kemudian dia turun menuju kamarnya di lantai bawah.
" Enak saja dia cuekin aku begini, lihat saja nanti akan aku hancurkan keluarga kalian dan kau Rendi, kau akan bertekuk lutut padaku nanti" pikir Mia.
**
" Enak sayang " suara Rendi terdengar sedang berbicara dengan seseorang. Mia yang masih berada di anak tangga pelan-pelan turun mengintip Rendi dan orang yang di panggilnya Sayang.
" Apa itu istrinya?" tanya Mia pada dirinya sendiri.
Rendi dan Shela terlihat asik menyantap makanan merekan tanpa menyadari Mia sedang memergoki mereka. Mia kemudia berlari dengan pelan menuju lantai atas ke kamarnya. Dia menjatuhkan diri ke tempat tidur kemudian menangis.
" Kenapa dia tidak bilang kalau istrinya sudah pulang?" gerutu Mia.
Mia terus menangis melihat Rendi dan istrinya terlihat seperti pasangan yang ideal.
" Cantik karena kaya, jika aku kaya, aku juga akan cantik. Dulu saat aku masih sama mas Robert, aku lebih cantik dan berkelas. Dia biasa saja." ucap Mia sambil melihat pintu kamarnya.
__ADS_1
Mia tidak bisa menahan rasa kesalnya, dia berharap Rendi bersikap seperti Alan yang dulu lebih mencintainya dari pada istrinya. Namun Rendi berbeda, Mia di buat layaknya seorang pembantu.
" Aku harus bisa hamil anak dia, kalau aku hamil, aku akan tuntut dia untuk menjadikan aku istri ke dua" gumam Mia dalam tangisnya.
Mia terus memangis hingga matanya terlihat sembab. Dia tidak menyadari pintu kamarnya yang tidak di kunci di buka oleh istrinya Rendi. Shela sudah berdiri di kamar Mia melihat Mia tidur layaknya seorang putri.
" bangun!" seru Shela.
Mia terperanjak kaget saat melihat Shela berdiri di depannya dengan wajah sombong. Mia merasa takut dan tidak tahu harus berkata apa sehingga dia lebih memilih untuk diam.
" Bereskan rumah, kamu di gaji bukan untuk tidur" ucap Shela pada Mia.
Mia bangun dan mengganti bajunya, dia tidak mungkin mengatakan pada Shela bahwa dia bukanlah pembantu, dia tidak ingin Rendi marah dan mengusirnya jika sampai istri Rendi tahu bahwa Rendi selingkuh.
***
Mia sibuk mencuci piring sedangkan Rendi bercanda gurau dengan istrinya di ruang keluarga. Sesekali terdengar suara manja Shela dan terdengar Rendi seakan memaksa Shela untuk ke kamar.
" Dasar, dia pikir suaminya itu setia padanya. Lihat saja nanti, tidak lama lagi aku akan ambil alih semuanya" gerutu Mia sambil menggosok-gosok piring yang sudah bersih.
Rendi tiba- tiba ke dapur mengambi segelas jus jeruk yang sudah tersedia dalam lemari es. Rendi tidak menatap Mia sedikitpun, dia hanya mengambil jus kemudia kembali bercanda dengan istrinya.
" Sabar.. sabar.. demi uang Mia kamu harus sabaaaarrrr...!!". ucap Mia pada diri sendiri.
Sehabis mencuci piring Mia di minta untuk mencuci baju Shela satu koper, Mia ingin mencuci dengan mesin cuci namun Shela memintanya untuk di cuci dengan tangan saja. Mia tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan Shela. Dengan perasaan kesal dan lelah, Mia mencuci baju Shela hingga selesai.
" Apa dia mau kerjain aku? mesin cuci ada tapi malah aku yang harus cuci bajunya" Tidak ada habisnya rasa kesal Mia pada Shela, Mia menjadi semakin kesal saat Shela memanggilnya untuk mengepel lantai yang sudah bersih padahal dia baru saja siap mencuci baju.
" Sialan.!!!! awas kau ya, kau akan menyesal buat aku begini" ucap Mia dalam hati.
__ADS_1