Diary Pelakor

Diary Pelakor
Tentang Rendi


__ADS_3

Rendi sangat sibuk mengurusi semua usahanya dari usaha restoran, supermarket hingga usaha perkebunan kelapa sawit. Dengan usianya yang belum tua Rendi mendapatkan hartanya dari sang istri yang merupakan anak tunggal dari seorang pengusaha kaya raya. Rendi menjadi laki-laki yang sangat beruntung karena di cintai oleh wanita pewaris tunggal. Rendi hanya orang biasa yang sudah kuliah S3 d Amerika karena beasiswa yang di dapatnya. Saat kuliah dia bertemu dengan istrinya dan mereka saling mencintai hingga menikah.


Istri Rendi yang bernama Shela sangat sibuk dengan usaha jual beli berliannya, dia sering keluar negeri untuk berbisnis atau berliburan dengan teman-temannya. Rendi jarang menemani istrinya karena harus menangani semua pekerjaannya. Mereka bahkan tidak bisa untuk bulan madu setiap universary pernikahan mereka.


Inilah alasan Rendi ingin selingkuh, istrinya yang seharusnya di dekatnya malah sibuk dengan usahanya dan liburannya. Rendi sering merasa kesepian karena istrinya jarang sekali pulang. Terkadang terjadi cek cok antara Rendi dan Shela, namun Rendi sering mengalah karena Shela mengancamnya akan menceraikannya jika sampai dia bertingkah. Tentu saja Rendi tidak ingin bercerai dengan Shela, Shela pasti tidak akan membiarkan Rendi mengambil hartanya sedikitpun.


Shela merupakan sosok wanita yang cerdas dan sangat hati-hati, meski Rendi adalah suaminya, Shela tidak sepenuhnya mempercayakan semua aset perusahaannya di pegang Rendi, Shela bahkan menyewa seorang mata-mata untuk mengikuti semua kegiatan Rendi kecuali jika Rendi sedang di tidur atau di kamar mandi.


*


" Hubungan kita ini jangan sampai diketahui oleh siapapun, aku tidak ingin istriku tahu bahwa aku punya simpanan" ucap Rendi pada Mia suatu hari.


Mia sebenarnya sangat keberatan jika dia di jadikan wanita simpanan tanpa cinta, namun Rendi menjanjikannya sebuah rumah berikut dengan uang belanja setiap bulannya, Mia menjadi tergiur dengan jumlah yang di tawarkan sehingga dia menyetujui persyaratan Rendi.


" Iya Mas, aku akan tutup mulut" ucap Mia.


" Jika kita berada di luar, aku mau kamu bersikap seperti karyawanku agar tidak ada yang tahu hubungan kita" ujar Rendi.


" Baik Mas?" ucap Mia pelan.


Rendi mengajak Mia ke sebuah perumahan minimalis yang imut dan cantik, mereka berhenti di sebuah rumah berwarna putih abu-abu dengan tatanan bunga kecil di depannya. Mereka masuk ke dalam rumah yang sudah terisi dengan perabotan yang lengkap.


" Bagus banget rumahnya" pikir Mia.


" Kamu akan tinggal disini mulai sekarang" ucap Rendi pada Mia.


Mia melihat-lihat isi rumah yang membuatnya sangat bahagia, Mia tidak pernah membayangkan bakal kembali tinggal di rumah yang layak.


" Ok Mia, aku akan mencoba untuk bersikap manis padamu, tapi ingat jangan sampai ada cinta di antara kita." Rendi mengingatkan.

__ADS_1


Setelah melihat-lihat, Rendi memberikan Mia sejumlah uang untuk belanja Mia bulan itu, Mia semakin bahagia dengan uang yang lumayan banyak bagi Mia. Kemudian Rendi mengantar Mia ke perempatan Rumah Mia karena Mia tidak ingin Rendi mengetahui keadaannya.


**


" Hidup dengannya tanpa cinta?" pikir Mia saat sudah berada di kamarnya.


" Ini tidak bisa di biarkan, jika dia begitu aku akan menguras semua hartanya." pikir Mia lagi.


Mia terus berpikir bagaimana caranya menarik hati Rendi, Mia sangat ingin menjadi istri dari orang kaya.


" Semua harta ini milik istriku" Mia membayangkan ucapan Rendi saat mereka bertemu tadi.


" Meskipun itu harta istrinya, pasti Rendi juga punya hak jika mereka bercerai nantinya." ucap Mia pada diri sendiri.


" Hmmm... aku akan merebut Rendi dari istrinya dan akan menuntut hak harta untuk Rendi" pikir Mia.


" Lagian aku yakin bahwa aku lebih cantik dari istrinya, jika tidak mana mungkin dia selingkuh denganku" gumam Mia.


***


Rendi mengajak Mia tinggal bersama mulai minggu depan, Mia harus cepat-cepat mengajukan surat pengunduran diri dari tempat dia bekerja, Mia juga harus meyakinkan orang tuanya agar mengijinkan dia kerja di luar negeri yang sebenarnya hanya sebuah kebohongan dari Mia.


Hari itu Mia menemui Bos nya dan kemudian menyerahkan surat pengunduran dirinya, Bos Mia sangat menyayangkan tindakan Mia, menurut Bos nya Mia lebih baik bekerja denganya ketimbang kerja di luar negeri. Namun Mia tentu saja tidak mau Bosnya tahu bahwa sebenarnya itu hanya sebuah alasan.


Pulang dari tempat kerja, Mia berbicara dengan Mami dan Papi, Mia memberi alasan yang sama pada Mami dan Papi. Papi sangat tidak setuju jika Mia bekerja di luar negri, namun alasan yang di berikan Mia yaitu agar bisa bayar hutang membuat Papi memakluminya dan mengijinkannya pergi. Sedangkan Mami tidak keberatan sedikitpun, asalkan Mia tidak lupa untuk mengirimkan uang setiap bulannya untuk membayar hutangnya dan untuk biaya hidup keluarga Mia.


Mia segera berkemas dan membawa seperlunya saja, Mia tidak ingin Mami dan Papi curiga dengan perbuatannya.


Mami masuk ke kamar Mia dengan sikap curiga.

__ADS_1


" Apa benar kamu mau ke luar negeri?" tanya Mami.


" Iya Mi, kerja di sana di bayar pakai dollar, jadi aku bisa melunasi semua hutangnya Mas Robert Mi." ucap Mia sambil memilih-milih baju yang akan di bawa.


" Jangan lupa nanti kamu kirim uang lebih ya, Papi masih belum sembuh total jadi sekarang kamu akan jadi tulang punggung keluarga" ucap Mami lagi.


" Aku usahakan Mi, tapi Mami juga harus paksa Egi untuk kerja dan Zul juga sekali-kali Mami jenguk." pesan Mia.


" Biarkan saja dia di sana, Egi memang tidak bisa di atur, anggap saja tidak ada" ujar Mami.


Mia tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Mami, terkadang Mia merasa bahwa biang masalah dalam keluarga Mia adalah Mami. Mami sangat tidak peduli dengan anak-anaknya, yang Mami pikirkan adalah uang dan belanja fashion.


" Terserah Mami saja" Mia mulai merasa lelah dengan sikap Mami yang cuek.


*****


" Tidak usah mengantar aku ke bandara" ucap Mia pada Mami dan Papi yang menyaksikan Mia berangkat dengan menaiki sebuah taksi online.


" Kamu hati-hati di sana, nanti sekali-kali video call biar Mami bisa lihat kamu di sana" ucap Mami.


" Baik Mi" ujar Mia.


Taksi kemudian melaju meninggalkan rumah Mia, taksi tidak berjalan ke arah badara, melainkan ke arah sebuah rumah yang di berikan Rendi padanya. Tiga puluh menit kemudian Mia sampai di tempat tujuan, Rendi sudah menunggu Mia di depan rumah tersebut.


Mereka memasuki barang-barang milik Mia ke dalam rumah, di lihatnya oleh Mia bahwa rumahnya sudah tertata rapi dengan makanan di atas meja makan.


" Mas sudah buatkan makanan?" tanya Mia.


" Aku beli tadi" ucap Rendi.

__ADS_1


Ayo aku tunjukan kamarmu!" ajak Rendi ke sebuah kamar yang berada di lantai 2 dengan pemandangan ke luar rumah dan bisa melihat matahari sore.


__ADS_2