Diary Pelakor

Diary Pelakor
Harapan


__ADS_3

Mia masih terkurung di kamarnya, pagi itu Mia heran dengan ributnya suara yang hadir dari kamar Rendi.


" Apa Shela pulang?"


Mia mengganti baju tidur nya dengan baju daster batik agar dia terlihat bagai pembantu. Mia tidak ingin Shela curiga melihat dia berpakaian layaknya seorang Nyonya rumah.


Belum sempat dia keluar dari kamarnya Shela mengetuk pintu kamarnya. Mia kebingungan harus berbuat apa karena ketukan pintu dari Shela terdengar seperti Shela sedang marah.


"Buka pintunya !!!" teriak Shela dari luar.


Mia cepat-cepat membuka pintu dan melihat Shela berdiri di pintu kamarnya dengan wajah sangar.


" Kenapa lama sekali? kamu pikir kamu nyonya di rumah ini? jam segini baru bangun apa kamu tidak tahu bahwa kamu di gaji untuk kerja bukan tidur" Shela berbicara sambil berteriak-teriak di depan Mia.


" Maaf Nyonya, saya telat bangun!" ucap Mia pelan menutupi rasa kesalnya.


Rendi tiba-tiba datang dari belakang Shela, dengan wajah cueknya Rendipun memarahi Mia dengan lantangnya.


" Tidak tahu diri, harusnya kamu memasak untuk Tuan dan Nyonya bukan hanya tidur seakan kamulah pemilik rumah ini" tegas Rendi dengan wajah sangarnya pula.


Mia tidak bisa menahan air matanya, menjadi simpanan sekaligus pembantu untuk Rendi membuat dia harus sabar dan kuat. Mia merasa hidup ini tidak adil padanya yang sudah sangat lelah dalam menghadapi masalah.


" Bawa sini hp kamu!" ucap Rendi saat melihat Mia menggenggam hp nya.


" Ini hp saya Tuan!" ucap Mia.


" Kamu tidak boleh pakai hp selama bekerja di sini, jika kamu pegang hp terus, kapan kamu akan masak dan bersihkan rumah?" ucap Shela.


Mia tidak bisa menebak sikap Rendi, kadang dia sangat manis dan kadang dia sangat kasar. Mia hanya bisa menuruti apapun yang Shela dan Rendi inginkan yang penting dia tetap berada di rumah itu dan menjadi simpanan Rendi hingga hutangnya lunas.


" Jika nanti mas Rendi mulai baik padaku, aku akan minta uang yang bayak agar hutang ku lunas, setelah itu akan aku pikirkan bagaimana caranya kabur dari sini" pikir Mia saat sedang mencuci piring.

__ADS_1


*


Malam harinya Shela sudah tidak ada lagi di rumah, Rendi hanya sendirian duduk di ruang tamunya sambil membaca sesuatu di tangannnya. Mia datang menemui Rendi dengan wajah sedikit takut.


" Mas ! aku ingin pulang ke rumahku" ucap Mia.


" Maksudnya?" tanya Rendi sambil meletakkan sesuatu yang baru di bacanya tadi.


" Aku sudah tidak tahan begini begini terus mas, aku ingin hidup normal. Jika memang mas mau menjadikan aku simpanan, setidaknya aku tetap tinggal dengan orang tuaku dan kita bisa ketemuan beberapa hari sekali" ucap Mia panjang lebar.


" Aku minta maaf jika kata-kata aku tadi pagi membuat kamu tersinggung, kamu tahu kan bahwa aku hanya berpura-pura di depan Shela. Oia, ini hp kamu." ucap Rendi sambil memberikan hp milik Mia yang di sita tadi pagi.


" Iya mas, tapi aku tetap ingin pulang saja mas." Mia menangis lagi.


Rendi merasa kasihan melihat Mia, Rendi memeluk simpanannya dengan penuh kasih sayang. Rendi merasa bersalah karena sudah membuat Mia terluka.


" Aku akan menceraikan Shela jika perlu, asal kamu tidak pergi dari hidup aku" ujar Rendi.


" Apa mas yakin?" tanya Mia.


Mia sedikit lega dan senang dengan pengakuan Rendi, Mia berharap Rendi tidak ingkar janji. Mia juga menekankan pada Rendi agar tidak ikut-ikutan memarahinya saat Shela pulang.


" Mas ! aku mau minta sesuatu pada mas" ucap Mia saat merasa Rendi sudah baik lagi padanya.


" Apa itu? " tanya Rendi.


" Aku mau mas melunasi semua hutang aku pada rentenir. Setelah itu aku mau hidup dengan mas sampai mati." ujar Mia.


Rendi berpikir sejenak, hutang Mia pada rentenir lumayan banyak sehingga Rendi tidak mungkin mengiyakan dengan cepat.


" Nanti aku lihat dulu, jika tidak bisa lunas semua, kita lunasi setengahnya dulu baru kemudian kita lunasi semua" kata Rendi.

__ADS_1


" Mas kan banyak uang, uang segitu mungkin tidak seberapa di mata Mas.". kata Mia.


" Kita jangan buat Shela curiga dulu, Shela sangat teliti kalau masalah uang. Jika uangnya hilang sedikit saja, dia pasti akan cari tahu sampai dapat" ujar Rendi.


" Baiklah Mas" ucap Mia sambil merangkul tangannya Rendi dengan mesranya.


**


Mia mentransfer uang pada Mami lewat internet banking miliknya. Uang yang baru di berikan oleh Rendi langsung digunakan untuk membayar hutangnya. Mami yang saat itu menerima uang dari Mia merasa heran dengan adanya uang dengan jumlah yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat.


" Dari mana kamu dapat uang itu Mia?" tanya Mami.


" Bos aku yang berikan Mi, Bos aku sangat baik dan percaya padaku." ucap Mia.


" Baiklah kalau begitu, apa Mami boleh ambil sedikit?" tanya Mami.


" Untuk apa Mami uang?" tanya Mia dengan nada kesal.


" Untuk beli tas baru, besok Mami mau ke pesta anaknya teman Mami yang acaranya di gedung, Mami tidak mau kelihatan seperti orang miskin saat ke sana nanti" ujar Mami.


" Ya sudah, ambil secukupnya saja ya Mi!" kata Mia.


Mami sangat senang dengan sikap Mia yang sudah tidak pelit lagi padanya. Saat mengirim uang, Mia selalu menyisakan uang untuk Mami dan adik-adiknya. Mia juga peduli pada Zul yang sudah lama mendekam dipenjara, Mia meminta Mami agar sering-sering menjenguk Zul agar Zul tidak merasa sendiri.


" Sabar Mia, tidak lama lagi hutang kamu akan habis" ucap Mia bahagia karena setengah hutangnya sudah di lunasi oleh Rendi.


Mia berbaring di tempat tidurnya saat matahari sore menyapa wajahnya dengan lembut. Mia merasa lega dan seakan waktu sudah berpihak padanya. Namun Mia merasa penasaran dengan Shela, kenapa Shela belum hamil dan punya anak dan kenapa Shela tidak pernah di rumah.


" Apa dia mandul? " pikir Mia.


Mia tidak tahu harus mengorek informasi dari mana tentang Shela. Mia sangat penasaran dengan sikap Shela dan Rendi yang terlihat akur jika bersama namun Rendi malah selingkuh di belakangnya.

__ADS_1


Mia berharap Rendi menepati janjinya tadi dan hari esok lebih baik untuk Mia. Mia sudah tidak sabar ingin hidup normal dan menjadi istri yang baik.


" Maafkan aku Shela, kamu sudah sangat bahagia dengan hartamu, ijinkan aku memgambil sedikit kebahagiaanmu dengan mengambil suamimu menjadi milikku. Aku yakin kamu akan menemukan pria lain yanh lebih mencintaimu ketimbang Rendi, Rendi sudah menjadi milikku" Mia berbicara sendiri di kamarnya.


__ADS_2