Diary Pelakor

Diary Pelakor
Liburan


__ADS_3

Kepala yang pusing jadi tenang saat uang ada di depan mata. Begitulah Mia saat mendapatkan uang dari Alan. Mia seperti lupa bahwa adiknya sudah mendekam di penjara. Mia pulang dengan banyaknya belanjaan yang siap di bongkar di kamarnya.


" Mami tidak boleh tahu kalau aku punya uang" pikir Mia sambil masuk cepat-cepat ke kamarnya dan mengunci pintu kamar.


Mia terkadang sayang melihat Papi nya yang sudah bekerja keras untuk mereka. Kerjaan Papi saat ini sudah tidak menentu sehingga Papi menjadi kesulitan uang. Mami sekarang juga bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Hidup keluarga Mia yang dulu hebat sekarang malah sekarat.


Meski mereka sekarang merasakan sulitnya mendapatkan uang dan hidup mereka menjadi susah, sifat sombong dan angkuh dari mereka belim hilang. Mereka masih sering menyombongkan diri pada tetangga dengan bergaya seolah punya banyak warisan dari keluarga Papi.


*


Suatu hari Lili terheran-heran melihat Mami, Saat anaknya mendekam di penjara, Mami malah mengajak Lili Liburan ke luar kota. Lili yang saat itu tahu betul tentang hidup dan keuangan mereka jadi tidak habis pikir dengan keluarga Mia.


" Anak di penjara tapi Mami Mia malah ngajak aku liburan ke luar kota, apa tidak punya hati melihat anaknya di penjara?" ujar Mia pada suaminya.


**


Alan pulang dengan wajah ceria seperti biasa. Saat melihat istrinya sedang menyiapkan makanan Alan tidak menyapanya sedikitpun. Alan masuk kamar dan merebahkan diri ke tempat tidur. Istri Alan yamg tahu bahwa suaminya pulang datang menghampirinya di kamar. Istri Alan membawa segelas teh dingin untuk menghilangkan dahaga suaminya yang seharian mencari nafkah.


" Papa istirahat saja, aku bawakan makanan ya" ucap Istri Alan dengan lembut.


" Tidak usah Ma, Papa cuma pulang sebentar. Papa cuma mau ganti baju habis itu Papa mau balik ke kantor. Di kantor lagi banyak sekali kerjaan Ma." Ucap Alan dengan segudang alasannya.


" Ya sudah, kalau begitu Papa jangan lupa makan ya" ucap Istri Alan lagi.


Alan menganti baju dan langsung berlalu pergi, dia bahkan tidak pamit sedikitpun pada istrinya. Istri Alan yang melihat suaminya pergi tanpa pamit hanya berfikir positif, dia yakin suaminya pasti punya alasan kenapa suaminya lupa pamitan.


***


Dalam perjalanan Alan menghubungi Mia, Mia yang dari tadi sedang sibuk dengan belanjaannya sangat senang melihat panggilan masuk dari sang pujaan hati.


" Iya sayang" jawab Mia penuh kemesraan saat Alan menelfonnya.

__ADS_1


" Sayang kita liburan ke luar kota yok, Mas sudah siap ini. Kamu tidak usah ganti baju, bawa saja baju secukupnya." ucap Alan buru-buru.


Alan mematikan HP tanpa mendengar jawaban dari Mia. Alan yakin bahwa Mia pasti senang di ajak liburan.


Mia segera memasukkan baju dalam tas saat tahu Alan akan segera menjemputnya untuk pergi liburan ke luar kota. Mia berpamitan pada Mami dengan mengatakan bahwa dia akan menginap di rumah temannya untuk beberapa hari.


Alan : Sayang, mas sudah di depan rumah.


Pesan dari Alan tidak di balas lagi oleh Mia, Mia mengambil tas jinjing dan tas baju kemudian memasukkan dalam mobil Alan. Tanpa berbasa-basi Alan langsung menancapkan gas.


****


Alan membawa Mia ke sebuah pulau wisata yang tidak terlalu jauh dari kota tempat mereka tinggal. Alan tidak ingin istrinya tahu bahwa dia pergi liburan dengan selingkuhannya. Alan menghubungi istrinya dan mengatakan bahwa dia tidak akan pulang untuk beberapa hari karena ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal. Istri Alan percaya dengan apa yang dikatakan suaminya.


" Apa Istri mas tidak curiga? " tanya Mia saat mereka sudah sampai di sebuah hotel di tempat wisata.


" Dia tidak akan tahu, dia sangat percaya pada ku" ucap Alan yakin.


Mia sangat bahagia melihat sikap Alan ke padanya. Saat dia sedang ada masalah begini, Alan mengajaknya liburan agar kepala Mia tidak sakit memikirkan masalah yang di hadapinya.


" Mas ! sepertinya aku mau menikah dengan mas." ucap Mia tiba-tiba.


Alan tersenyum mendengar ucapan dari mulut Mia. Alan mencium tangan Mia dan memberikan hadiah sebuah cincin untuk melamar simpanannya.


" Kalau begitu, kita akan segera menikah ya sayang " ucap Alan dengan bahagianya.


*****


Setelah liburan selama 2 hari, Mia di antar ke rumahnya. Mia dengan wajah penuh kebahagiaan memasuki kamarnya dan merebahkan badan. Mami datang menghampirinya seakan curiga melihat Mia terlihat bahagia saat adik nya sedang di penjara.


" Sepertinya kamu sedang bahagia" kata Mami tiba-tiba.

__ADS_1


" Kalau aku bahagia kenapa Mi? " tanya Mia pada Maminya.


" Zul di penjara tapi kamu malah senyam senyum gitu" ucap Mami lagi.


" Apa bedanya sama Mami. Mami juga biasa saja padahal anak Mami di penjara" ucap Mia menuduh Ibunya.


Mami diam saja saat Mia malah mengatainya demikian. Mami duduk di tempat tidur dekat anaknya saat Mia merebahkan badannya di tempat tidur.


" Sudah dua malam kamu tidak pulang, nginap di rumah siapa?" tanya Mami curiga.


" Rumah teman Miii" ucap Mia kesal.


" Teman yang mana ? " tanya Mami lagi.


" Mi, aku capek dan aku mau istirahat. Aku minta tolong agar Mami tidak mengganggu aku" ucap Mia semakin kesal.


Mami keluar dari kamar Mia dengan wajah masamnya. Mia yang melihat Ibunya keluar, bangun dan ingin mengunci pintu.


" Awas kalau sampai kamu hamil" ucap Mami tiba-tiba.


Mami keluar dari kamar Mia dan menuju ke kamarnya. Mia sangat kaget mendengar Mami berkata demikian, Mami seakan tahu bahwa Mia selama 2 hari tidak menginap di rumah temannya.


" Mami tahu dari mana ya?" pikir Mia kemudian.


Mia menjadi takut dengan ancaman dari mulut Mami, Mia masuk ke kamar Mami dan membawakan ole-ole yang dia beli untuk dirinya, namun Mia terpaksa menghadiahkan untuk Mami nya agar Mami tidak marah dan tidak membocorkannya pada Papi.


" Mi.. kemarin aku beli baju tapi ternyata tidak muat di badan aku, mungkin sama Mami muat" ucap Mia menyuap Ibunya.


Mami yang memiliki dasar mata duitan dan doyan belanja, sangat senang dengan baju yang di berikan Mia. Mami mengambil bajunya dan mencoba di depan kaca.


Mia keluar dari kamar Ibunya dan mengupat dalam hati. Mia kesal harus memberikannya untuk Mami baju yang selama ini di incarnya.

__ADS_1


" Sialan.!!! Mami tadi mengancam ku. Dasar Mami mata duitan, kalau bukan karena takut di bocorin sama Papi, mungkin aku tidak akan mau memberikan baju tadi" gumam Mia saat menuju ke kamarnya.


Mia masuk ke kamarnya dan membanting pintu. Mami yang mendengar dentuman keras pintu kamar Mia hanya tersenyum di balik baju baru yang di dapatkannya dengan cara mengancam anaknya sendiri.


__ADS_2