Diary Pelakor

Diary Pelakor
Pernikahan teman


__ADS_3

Sudah beberapa hari Alan tidak menghubungi Mia. Mia yang juga sibuk mengurusi persidangan adiknya Zul juga tidak sempat menghubungi Alan. Mia berencana akan mengajak Alan liburan lagi setelah semua masalahnya terselesaikan.


Mia sedang merapikan kamar saat Rini sahabatnya Mia datang. Rini berencana akan menikah setelah sekian lama pacaran dengan pujaan hatinya.


" Aku tidak mau pacaran terus makanya aku memaksa Mas Dery untuk segera menikah" Rini menceritakan perihal alasan dia menikah saat berkunjung ke rumah Mia.


" Semoga rumah tanggamu tidak seperti aku" Antara senang dan sedih mendengar tentang pernikahan sahabatnya ini.


" Kamu juga bisa membuka lembaran baru, bukannya kamu sudah punya pengganti Robert?!"


" Tapi suami orang, aku harus menunggu sampai dia menceraikan istrinya atau aku akan menikah secara siri" Mia sangat sedih jika harus menikah siri dengan Alan. Keluarga Mia pasti akan murka terhadapnya.


Rini mengerti posisi Mia, Rini tidak mungkin memberi saran yang akan menyakiti sahabatnya. Rini berharap Mia segera menemukan pendamping hidup agar dia bisa bahagia lagi seperti dulu.


" Tanggal berapa pastinya kamu menikah ? " tanya Mia pada sahabatnya Rini yang sedang duduk di tempat tidur Mia menunggu Mia siap membereskan kamarnya.


" Tanggal 9, jika mau kamu bisa mengajak Alan bersama"


" Tidak mungkin, Aku tidak mau banyak yang bertanya nanti. Pasti kamu mengundang semua teman kita kan!"


" Pasti, tidak mungkin aku tidak mengundang mereka semua."


" Baiklah, aku akan datang sendirian, siapa tahu nanti bakal bertemu dengan cowok baru" Harapan Mia.


Mia terus merapikan kamarnya sambil berbicara dengan sahabatnya Rini. Mia juga mencari baju yang akan di pakainya nanti saat acara pernikahan Rini.


" Gimana kabarnya Robert? " tanya Rini setelah beberapa saat.


" Dia sudah punya penggantiku, tapi lebih jelek dari aku"


" Siapa? kamu kenal sama calonnya?"


" Tidak kenal, aku cuma tahu saja lewat akun instagramnya yang mengatakan bahwa dia sudah menemukan pengobat hati yang luka. Setelah aku cari tahu, sepertinya anak orang kaya. Badannya lebih gemuk dari aku dan tidak lebih cantik"


" Hahahaaha... apa kamu cemburu" tanya Rini setelah melihat wajah Mia muram.

__ADS_1


" Tidak ada dalam kamusku cemburu sama bekas" Mia berusaha menutupi rasa cemburunya.


" wanita itu cuma dapat sisa, sampah yang sudah aku buang" Mia semakin marah yang membuat Rini tidak ingin membahasnya lagi.


Rini membuka HP Mia dan melihat foto-foto Mia di galery. Tidak ada satupun foto Alan di galery Mia.


" Kamu pacaran dengan Alan tapi tidak ada fotonya Alan di sini"


" Aku tidak mau menyimpannya, dia masih milik orang"


" Suatu saat nanti akan menjadi milikmu kan"


" Jika jodoh, Aku tidak tahu apa aku harus melanjutkan hubungan denganya atau tidak" Ucap Mia lirih.


" Apa Alan tidak mencintaimu"


" Siapa yang bisa tebak hati laki-laki, untuk saat ini dia baik dan perhatian padaku. Tapi terkadang aku merasa bahwa aku sangat tertekan hidup dalam bayang-bayang cintanya. "


" Harusnya bukan dia yang aku kenal" Mia menimpali.


Setelah beberapa saat Rini di telfon Ibunya untuk pulang. Banyak sekali yang harus di lakukan oleh Rini dalam mempersiapkan pernikahannya. Mia mengantar Rini hingga di depan pintu rumahnya.


Kamar Mia sudah bersih dan dia siap untuk memanjakn diri di kamar mandi. Masalah yang di hadapinya terasa berat baginya. Mia merasa ingin lari dari kenyataan dan mencari dunia baru yang bisa membuatnya bahagia.


" Lulur dan creambath sudah habis, aku telfon Mas Alan dulu biar di belikan" gumam Mia.


Mia melanjutkan Mandinya meski dia tidak bisa luluran dan creambath. Selama jatuh miskin, Mia lebih sering melakukan perawatan tubuhnya di rumah dari pada di salon. Mia mulai berhemat dikarenakan Dia tidak ingin terus-terusan meminta uang dari Alan.


*


Sudah lama sekali Mia menutup bisnis jual belinya. Bisnisnya yang lain juga tidak berjalan lancar. Mia harus bekerja untuk menghidupi keluarganya, Papi yang sakit membuat Mia harus menjadi tulang punggung keluarga.


" Aku harus cari pekerjaan baru" guma Mia.


Mia menghubungi beberapa teman yang mungkin bisa memberikan pekerjaan yang layak untuknya. Pernikahan Rini yang tidak lama lagi membuat Mia kepikiran dengan kado yang akan di berikannya, mengingat Mia sudah tidak bekerja lagi pasti akan berat baginya walau hanya membeli sebuah kado.

__ADS_1


" Apa aku minta uang sama Mas Alan saja?" tanya Mia pada diri sendiri.


**


Malam itu Alan menjemput Mia di rumahnya, Alan mengajak Mia ke sebuah restoran di kotanya.


" Rini akan menikah, aku bingung mau memberikan kado apa buat dia" ucap Mia pada Alan saat mereka sedang menikmati makan malamnya.


" Nanti Mas transfer uangnya biar kamu bisa beli kado yang kamu suka" Alan mengerti bahwa Mia tidak punya uang.


" Terima kasih Mas"


" Kita kapan ?" tanya Mia.


" Jangan sekarang, istri Mas lagi sakit. Mas tidak mungkin meninggalkannya saat dia sedang sakit"


Mia merasa sedih mendengar ucapan Alan. Mia bukan sedih dengan istrinya yang sedang sakit, tapi sedih karena Alan harus menunda pernikahan mereka karena istrinya sakit.


Sikap Alan ke Mia sedikit berubah, Alan yang dulu hangat dan romantis sekarang sedikit cuek. Saat Mia menyakan perihal perubahan sikapnya, Alan mengatakan bahwa dia lagi banyak masalah yang membuat kepalanya pusing, makanya sedikit dingin pada Mia.


Mia menerima Alasan yang di berikan Alan meskipun Mia tidak terlalu percaya padanya. Makan malam mereka tidak seindah biasanya, Mia lebih banyak diam dari pada bicara.


Alan mengantar Mia pulang ke rumahnya dan kemudian langsung menancapkan gas mobilnya setelah berpamitan dengan Mia. Mia merasa aneh dengan perubahan sikap Mia.


" Apa benar istrinya sakit? " pikir Mia.


Mia masuk ke rumahnya dan mengunci pintu rumah. Mia berbaring di tempat tidurnya dengan wajahnya yang kurang semangat dan gairah.


***


Tiba-tiba Mia tertidur dan beberapa saat kemudian Mia terbangun dari tidurnya. Mia bermimpi tentang sesuatu yang membuat dia sangat takut.


" Ada apa ini, terasa sangat nyata" gumam Mia.


Tubuh Mia penuh dengan keringat, gaun tidur Mia menjadi basah akibat keringat yang keluar. Mimpi yang barusan di alami Mia membuatnya ketakutan setengah mati. Mia merasa tidak bisa tidur lagi dan ingin cepat-cepat pagi.

__ADS_1


" Apa ya artinya? aku akan tanya pada Kak Lili"


Mia kembali melanjutkan tidurnya meski berat. Mia teringat terus akan mimpinya barusan. Mia memutar musik agar otaknya bisa tenang dan rileks. Setelah beberapa saat kemudian Mia kembali terlelap dan masuk dalam dunia yang membuat dia ketakutan yang luar biasa.


__ADS_2