
Mia sudah tidak di kekang lagi oleh Rendi, sekarang Mia sudah bisa bebas kemanapun dia mau, namun Mia tetap merasa terpenjara karena jika saat dia keluar bertemu dengan Mami atau salah satu keluarganya maka kebohongan Mia tentang jadi TKW akan terbongkar.
Seperti biasa Mia pergi belanja bulanan di pasar, Mia pergi tanpa di temani Rendi karena Rendi terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Mia mengendarai mobil Rendi yang memang di berikan untuk Mia saat Mia hendak keluar rumah.
Saat sedang memilih barang-barang yang akan di belinya Mia bertemu dengan istri Alan yang juga sedang memilih barang-barang yang akan di belinya. Istri Alan pernah memergoki Mia dan Alan berkencan sehingga saat melihat Mia seakan dia mengenalnya. Mia memang sudah sangat mengenal istri Alan, selain melihat di foto instagram, Mia juga pernah bertemu acara balapan yang dekat kantor Alan tempo dulu.
" Kamu?!" kata istri Alan saat mengingat wajah Mia yang pernah di lihatnya.
Jatung Mia seakan berhenti berdetak, dia hanya diam menunggu istri Alan bicara dengan wajah yang hampir pingsan.
" Kamu mantan selingkuhan suami aku ya?" ucap istri Alan sedikit berbisik.
" Maksudnya?" tanya Mia pura-pura tidak kenal.
" Kamu pernah selingkuh dengan suami aku kan? aku pernah melihat kamu duduk dengan Mas Alan." ucap istri Alan lagi.
Mia benar-benar kehilangan kata-kata, pasalnya istri Alan yang di pikirkan Mia adalah seorang yang galak dan akan menamparnya jika bertemu malah sebaliknya. Istri Alan sangat lembut dan baik serta penyabar. Dia menceritakan semua pada Mia tentang sikap Alan terhadapnya selama ini. Dia juga mengatakan bahwa Alan memang seorang laki-laki yang tidak setia. Alan tidak hanya memiliki satu wanita, bahkan saat dulu selingkuh dengan Mia, Alan memiliki tiga wanita lain yang di gandeng nya.
Ada rasa lega dalam hati Mia karena sudah berpisah dengan Alan. Mia meminta maaf pada Istri Alan karena dulu pernah menjadi orang yang sudah tega menjadi dinding di antara Alan dan istrinya. Alan sekarang sedang sakit, kata Istrinya Alan menderita penyakit kelamin sehingga membuat dia harus terus berobat agar kelaminnya tidak membusuk.
*
Sepulang belanja, Mia terus memikirkan perkataan Istri Alan yang mengatakan bahwa Alan menderita penyakit kelamin. Mia merasa sedikit takut dan cemas dengan dirinya sendiri, pasalnya Mia dulu sering melakukan hubungan badan dengan Alan. Mia takut jika penyakit tersebut akan menular padanya.
" Aku harus ke dokter untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja" pikir Mia.
Mia tidak menunda sampai besok hingga dia bisa mengetahui tentang kesehatannya. Saat hendak keluar rumah, Rendi pulang dari kantornya.
__ADS_1
" Mau kemana sayang?" tanya Rendi saat melihat Mia sudah siap untuk pergi.
" Ke tempat teman" ucap Mia.
" Nanti saja, ayo kita makan dulu" ajak Rendi.
Mia tidak ingin Rendi tahu bahwa dia ingin ke dokter untuk mengecek kesehatan badannya. Mia merasa Rendi pasti akan meninggalkannya jika Rendi tahu bahwa Mia pernah berhubungan badan dengan pria hidung belang.
Mia mengikuti Rendi untuk makan siang bersama meski hati Mia ingin segera mengetahui keadaannya. Mia makan siang dengan Rendi namun dia terua melamun hingga membuat Rendi curiga.
" Kamu kenapa?" tanya Rendi.
Mia terjaga dari lamunannya, dia melanjutkan makan agar Rendi tidak curiga lagi. Mia berpura-pura tersenyum dan mengajak Rendi bicara yang lain.
Rendi semakin curiga dengan sikap Mia yang tiba-tiba melamun di depannya. Biasanya Mia akan manja jika Rendi ada di rumah. Rendi curiga melihat gerak garik Mia yang seakan ada yang disembunyikan darinya.
**
Mia tidak bisa melupakan tentang penyakit Alan yang mungkin saja bisa berdampak padanya. Mia yang dari tadi ingin keluar rumah di halau oleh Rendi. Mia sudah memberikan seribu alasan agar Rendi mengijinkannya keluar namun Rendi bersikeras agar Mia tetap berada di rumah.
" Aku ingin kamu menemani aku kerja" ucap Rendi sedikit tegas.
" Tapi mas, aku ingin sekali bertemu dengan teman-temanku" ucap Mia memohon.
" Jika aku bilang tidak, maka tidak" Rendi tidak mau mendengar alasan yang diberikan oleh Mia.
Mia cemberut sepanjang hari, dia kesal dengan sikap Rendi padanya dan cemas dengan keadaannya. Mia membuatkan makanan seperti yang diinginkan Rendi namun tidak dengan sepenuh hati dalam mengerjakannya.
__ADS_1
" Apa ini?" tanya Rendi saat Mia membuatkan Sosis telur untuknya.
" Kenapa mas?" tanya Mia.
" Asin" ucap Rendi sambil membanting piring sosis telurnya.
Mia semakin kesal dengan sikap Rendi, Mia merasa Rendi tidak menghargainya dan tidak memikirkan perasaannya saat berbuat seperti itu.
" Cukup mas, aku capek. Harusnya mas tidak usah protes dengan makanan yang aku sediakan, mas harusnya bersyukur aku setia mendampingi mas setiap hari." ucap Mia dengan nada tinggi.
Rendi tidak menyangkan bahwa Mia akan seberani itu padanya, Rendi menjadi marah dan menampar Mia.
" Hati-hati kalau bicara denganku, kau hanya wanita murahan yang aku bayar untuk melayani aku bukan untuk memprotes aku" ucap Rendi marah.
Mia menangis dan berlari ke kamarnya, Mia sangat menyesal dengan sikapnya. Harusnya dia tidak membuat Rendi marah, Mia tidak ingin Rendi mengusirnya sebelum hutang mantan suaminya lunas.
" Apa yang harus aku lakukan? harusnya aku tidak kasar padanya" gumam Mia dalam tangisannya.
Mia menjatuhkan diri di tempat tidurnya, Mia terus menangis hingga matanya sembab. Mia bingung harus berbuat apa agar Rendi tidak berpikir untuk mengusirnya.
"Apa aku harus minta maaf saja?" pikir Mia.
" Tapi semua ini aku lakukan hanya karna uang!!!! " teriak Mia.
Mia berharap Rendi datang dan minta maaf padanya, namun Rendi tidak kunjung datang dan membujuknya. Mia semakin sedih takut jika besok Rendi akan bersikap kasar dan mencampakannya.
***
__ADS_1
Pagi harinya bayangan Alan dan cerita tentang Alan masih terngiang di telingan Mia. Mia tidak bisa melupakannya sedikitpun. Matanya yang masih bengkak akibat menangis membuat Mia tidak berani untuk menemui Rendi. Mia mengurung diri di kamar memikirkan apa yang akan terjadi padanya hari ini.
" Harusnya aku tidak selingkuh dengan Mas Alan dulu, bagaimana jika aku juga terinfeksi penyakit yang sama. Aku belum siap untuk menanggung semua itu, aku harus bagaimana ini? Mas Rendi juga tidak mengijinkan aku keluar rumah, gimana caranya aku cek ke dokter.!!!!!!?????" Mia berbicara sendiri menyesali yang sudah terjadi padanya.