Diary Pelakor

Diary Pelakor
Pulang


__ADS_3

Mia berlari ke kamar nya dan membanting pintu kamarnya. Dengan air mata yang membanjiri pipinya, Mia memasukkan semua baju dan barang-barang milik nya ke dalam tas.


" Bajingaaaannnnnn....!!!! " teriak Mia.


" Tega kau padaku mas, kau mengkhianatiku mas !!! " Mia terus menangis sambil mengunci tas miliknya.


Rendi datang ke kamar Mia dengan wajah bengis. Rendi melihat Mia yang sedang menangis sambil membereskan barang-barangnya hendak pergi dari rumahnya.


" Tega kau mas !" teriak Mia lagi.


" Ini uang kamu, aki sudah bosan sama kamu dan mulai sekarang jangan pernah menemuiku atau menghubungi aku lagi" ucap Rendi kasar.


" Kau sudah janji akan menikahi aku mas, kenapa kau mengkhianatiku?" tanya Mia dalam tangisnya.


Rendi berjalan mondar mandir di kamar Mia dengam sikap yang sangat marah dan seakan ingin meledak. Rendi kemudian menyeret tangan Mia dan membawanya ke hadapan Shela.


" Lihat ! apa Shela pantas untuk di campakkan ? " tanya Rendi dengan sikap sombongnya.

__ADS_1


" Shela di lahirkan dalam keluarga yang terhormat dan berbeda jauh sama kamu. Tentu saja aku lebih memilih Shela di bandingkan kamu" ucap Rendi lagi.


Mia sangat kecewa dan hancur, Mia hanya pasrah atas nasib yang menimpanya. Mia terus menangis tanpa mampu berkata apa-apa.


" Aku sudah pernah bilang padumu seperti apa Rendi itu, tapi kamu tidak mau mendengar dan semakin kelewatan." ucap Shela.


" Kamu pikir saja sendiri Mia, apa pantas kamu tinggal dengan laki-laki yang bukan suami kamu? terus apa pantas kamu merebut suami orang tidak pernah berbuat jahat padamu ? kamu lebih kejam Mia, kamu itu egois dan tidak punya hati. Yang kamu pikirkan hanya kebahagiaanmu dan yang lebih parahnya lagi, kamu selalu merasa cantik. Apa kamu tidak punya kaca ? Jangan bercermin dalam air kubangan sawah Mia, tidak jelas terlihat." lanjut Shela panjang lebar.


Mia tidak bisa berbuat apa-apa, sambil terus menangis Mia naik ke kamarnya dan mengambil semua barang-barangnya berikut dengan uang yang di berikan Rendi.


" Kurang ajar kau Shela, awas saja nanti, aku akan balas perbuatanmu" Mia berbicara dalam hati.


*


" Kenapa tidak bilang jika kamu pulang? Mami kan bisa menjemputmu " ucap Mami sambil memeluk anaknya.


Mia tidak bicara apa-apa, dia masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamar. Mami hanya melihat Mia dengan cemas mengingat Mia pulang dengan wajah sembab dan diam.

__ADS_1


" Apa Mia sakit ? " gumam Mami.


" Sebaiknya aku buatkan makanan untuknya agar bisa lebih segar" Mami berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk anaknya yang baru pulang.


Tidak lama kemudian Mami sudah siap memasak sop ayam buat Mia, Mami hendak menyuapi Mia yang baru pulang tapi pintu kamar Mia terkunci.


tok tok tok..


" Mia ! kamu tidur ? Mami buatkan sop ayam buat kamu. " ucap Mami dari balik luar pintu kamar Mia.


" Aku lelah Mi, nanti aku makan" ucap Mia dari dalam kamarnya.


" Baiklah kalau begitu, kamu istirahat saja dulu" Mami menaruh kembali sop ayam di lemari dan membiarkan anaknya istirahat.


**


" Aku tidak terima kamu buat aku begini Shela, aku akan balas perbuatanmu " gumam Mia sambil memukul-mukul tempat tidurnya yang empuk.

__ADS_1


Mia mengupat-ngupat sendiri di kamarnya, sesekali mami memanggil namun Mia berpura-pura sedang tidur. Mia membuka amplop yang berisi lembaran-lembaran uang yang cukup banyak.


" Besok aku mau shoping, aku akan ajak Mami sekalian. Mungkin dengan begitu aku akan bisa melupakan Mas Rendi sejenak." gumam Mia.


__ADS_2