
Betapa sedih hati Mia mengingat perlakuan Robert dan keluarganya. Mia tidak menyangka bahwa mereka akan memusuhinya sebegitu kejamnya. Robert benar-benar tidak mau menepati janjinya untuk membayar hutang pada rentenir.
" Awas kau Robert !!! " teriak Mia dalam kamarnya saat tidak ada satupun orang di rumahnya.
Mia menangis tersedu-sedu tanpa tahu harus mengadu kemana semua penderitaannya ini. Mia yang merupakan anak pertama dari 3 bersaudara ini sudah menjadi tulang punggung keluarganya semenjak Papi bangkrut dan sakit. Dua adik Mia yang seharusnya sudah bisa membantu keluarga malah sangat menyusahkan.
" Kenapa hidupku begini" gumam Mia dalam tangisannya.
Mia terus menangis dalam kamar pribadinya, kamar yang dulu dijandikan sebagai tempat malam pertama Dia dengan Robert. Mia menatap semua barang-barang miliknya yang dulu di belikan oleh Robert. Semua masih di jaga baik oleh Mia dan tertata rapi di kamarnya.
Mata Mia tiba2 tertuju pada beberapa barang peninggalan Robert yang jarang digunakannya seperti laptop, TV, speaker, dan sih bayak lagi barang peninggalan Robert yang masih Ia simpan namun jarang digunakannya.
" Apa aku jual saja semua barang Dia?" pikir Mia
Mia bangun dan mencari apa saja barang peninggalan Robert yang masih bisa di jualnya. Ada sedikit rasa lega dalam hati Mia saat Dia menghitung barang sisa peninggalan Robert ternyata bisa untuk membayar hutang sebayak 3X.
" Mampus kau Robert" ucap Mia senang karena sudah berhasil menemukan cara untuk mendapatkan uang.
Mia kemudian memotret barang-barang yang hendak di jualnya dan di posting di media sosial. Mia berharap ada yang tertarik membelinya dengan harga tinggi karena barang-barang tersebut masih bagus dan belum lama pakai.
*
Ada beberapa orang yang tertarik dengan barang second yang di posting Mia. Ada yang hanya bertanya saja namun ada juga yang memang tertarik dan datang ke rumah Mia untuk mengambil barang second yang akan di belinya.
" Masih bagus ini kak?" tanya salah satu konsumen yang ingin membeli laptop.
" Masih sis, Saya jual karena lagi butuh uang" ucap Mia jujur.
" Ok kak, Saya ambil laptopnya" kata konsumen tersebut.
Terlintas senyuman di bibir Mia saat beberapa orang yang tertarik dan mengambil barang second milik mantan suaminya. Bukan karena Dia berhasil menjual barang milik Robert, tapi berhasil mendapatkan uang untuk membayar hutang pada rentenir.
__ADS_1
**
Setelah Mia menjual semua barang milik Robert, Mia duduk santai di beranda rumahnya seakan ingin menunjukkan pada orang bahwa kepala dan hatinya sedang bahagia. Beberapa Ibu-Ibu yang melihat Mia tersenyum dan kadang ada yang melihat dengan wajah datar.
" Jual apa tadi Mia? " tanya seorang Ibu yang merupakan tetangganya.
" Barang second Bu" ucap Mia.
" Kenapa di jual?" tanya Ibu itu seakan mengintrogasi Mia.
" Jarang di pakai Bu" Mia mulai sebal dengan Ibu tersebut.
Mia bisa membaca rasa ingin tahu Ibu tersebut, Mia kenal betul sama tetangganya yang satu ini yang sering di panggil dengan sebutan Ember bocor. Ibu tersebut suka sekali mencari tahu seputar kehidupan orang lain dan suka menyebarkan gosip yang belum jelas beritanya.
" Badan Mia sudah kurus, diet atau gimana? " tanya Ibu itu lagi.
" Diet" ucap Mia ketus.
Mia masuk ke dalam rumahnya karena malas berbicara dengan tetanganya yang satu itu. Mia sedang merasa bahagia dengan uang yang dipegangnya dan tidak ingin mood nya rusak hanya karna Ibu-ibu yang sering Dia sebut ember bocor.
***
Malam harinya Mami mengajak Mia bicara, Mami bilang ada orang yang melihat Mia dekat dengan seorang laki-laki yang statusnya masih suami orang. Mami ingin meminta kejelasan dari Mia perihal berita tersebut.
" Kamu benar sudah punya pacar lagi?" tanya Mami pada anaknya.
" Kalau iya memangnya kenapa Mi?" tanya Mia.
" Siapa?" tanya Mami penasaran.
"Mami mau tahu saja" Mia acuh.
__ADS_1
" Apa suami orang?" Mami mengintrogasi.
Seketika jantung Mia berdebar kencang, Mia tidak habis pikir kenapa bisa ada yang tahu bahwa dia pacaran dengan suami orang sehingga orang tersebut memberitahukan pada orang tuanya.
" Siapa yang kasih tahu Mami" Mia menutupi ketakutannya agar Mami tidak marah.
" Adaaaalah"
" Jangan suka sekali Mami dengar omongan orang, mau aku pacaran sama lajang, duda atau suami orang, itu urusan aku. Lagian aku cari makan sendiri jadi tidak ada yang boleh mengatur hidup aku." Nada bicara Mia sedikit tinggi yang membuat Mami merasa bahwa Mia benar-benar pacaran dengan suami orang.
"Kamu selalu pulang telat dan jarang di rumah, memangnya kamu kemana tiap hari pergi ?" tanya Mami lagi.
" Aku janda Mi, siapa yang akan menafkahi aku kalau aku tidak bekerja? Selama ini keluarga kita juga aku yang nafkahi kan?!!!" amarah Mia memuncak.
Mami diam di samping Mia, Mami menginginkan anaknya menemukan jodoh yang kaya dan bisa diandalkan dan Mia juga menginginkan hal yang sama. Akan tetapi kondisi keluarga Mia yang hancur membuat setiap laki-laki yang mendekatinya kabur entah kemana.
**
Saat baru bercerai dengan Robert, Mia pernah kenal dengan seorang laki-laki yang ingin menikahinya. Laki-laki tersebut masih lajang dan mau menerima Mia apa adanya, namun Papi tidak setuju jika Mia menikah dengan laki-laki tersebut karena dia bukan dari kalangan orang terpandang.
Saat itu sebenarnya Mia rela jika harus menikah dengan pria manapun. Namun sikap Papi yang sangat keras membuat hubungan Mia dengan pria tersebut harus kandas di tengah jalan.
Tetangga yang dia sebut ember tersebut menyebarkan ke orang-orang yang lain bahwa Mia sudah hilang pesona karena sudah menjadi janda. Mami saat itu bahkan tidak membela Mia sedikitpun, Mami malah menyuruh Mia mencari pria kaya yang bisa dijadikan suaminya.
Kejadian saat itu membuat Mia lebih berhati-hati dalam memilih pria yang akan dijadikan suami. Meski rata-rata pria yang mendekat dengan Mia menjauh karena kondisi keluarga Mia yang miskin, Mia tidak putus asa dan rela dijadikan selingkuhan asalkan bisa menikah dengan pria berpangkat.
***
Mia bersiap-siap ingin keluar ke rumah temannya, berada di rumah lebih lama membuat kepala Mia hampir pecah.
" Ingin pergi saja aku dari rumah ini" gumam Mia.
__ADS_1
Mia mengambil motor miliknya dan bergegas pergi sebelum Mami melarangnya pergi. Mia ingin mengajak temannya belanja agar kepalanya sedikit lebih tenang. Uang yang di dapatkannya dari menjual barang milik Robert akan digunakannya sedikit untuk belanja dan memanjakan diri di salon dengan teman-temannya.