Diary Pelakor

Diary Pelakor
Curiga


__ADS_3

Ketiadaan Alan di rumahnya membuat istri Alan bertanya-tanya. Pasalnya Alan yang tidak pulang dengan alasan lembur ternyata tidak berada di kantornya. Salah satu staf di kantor Alan menelfon istri Alan dan menanyakan keberadaan suaminya. Istri Alan menjadi heran dan cemas pada suaminya.


" Papa kemana ya ? Semoga Papa tidak kenapa-kenapa" ucap Istri Alan yang bernama Susi.


Susi menelfon orang yang dikenalnya seperti teman-teman Alan atau Leting Alan. Susi berharap bahwa Alan sedang bersama mereka menjalankan tugas mengepung orang-orang yang sedang melakukan transaksi narkoba.


" Mungkin Papa sama tante cantik ma" ucap anak Alan yang paling kecil.


Susi tidak menggubris perkataan anaknya, dia terlalu cemas memikirkan keadaan suaminya yang berada entah di mana. Susi menghubungi nomor suaminya namun berada di luar jangkauan.


" Kemana ya si Papa?" gumam Susi.


Tidak lama kemudian Alan pulang ke rumahnya. Alan yang pergi dengan mengenakan baju kemeja bermotif garis-garis, kini pulang dengan baju kaos bergambar tempat wisata.


" Papa dari mana?, bajunya kenapa begitu? " ucap Susi.


Alan tidak sadar dengan baju yang di pakainya. Alan mengenakan baju motif wisata karena permintaan Mia. Alan lupa menggantinya saat ingin pulang ke rumahnya.


" Oo ini, baju di kasih sama teman papa. Dia baru pulang dari tempat wisata, dia juga kasih ole-ole buat kita" ucap Alan sedikit gugup.


Susi merasa curiga melihat suaminya berbicara seperti orang ketakutan. Susi mengambil ole-ole dari tangan suaminya dan membuka isinya. Alan masuk ke kamar dan segera mengganti baju dengan baju rumahan. Alan keluar dan duduk bersama istri dan anaknya di ruang keluarga.


" Paa...!!! kapan kita liburan seperti teman papa itu?" tanya Susi pada suaminya.


" Kapan-kapan ma, aku sedang sibuk" ucap Alan sambil menghidupkan TV acara bola.

__ADS_1


Susi terdiam mendengar ucapan suaminya. Susi yakin bahwa suaminya berbohong padanya. Susi tidak mau menuduh suaminya dengan tuduhan tanpa bukti. Susi memiliki niat untuk menyelidiki gerak gerik suaminya di luar saat tidak bersamanya.


Sikap Susi terhadap suaminya tidak berubah sedikitpun. Susi tetap melayani suaminya dengan baik dan tidak marah sedikitpun pada suaminya. Susi adalah wanita yang penyabar dan cerdas. Dia punya cara cerdas untuk mengetahui tindak tanduk suaminya yang disembunyikan darinya.


*


Malam yang panjang bagi Alan jika sedang berada di rumah, Alan pamit sama istrinya dengan alasan mau menangkap pengedar narkoba. Alan bersiap-siap dan hendak berangkat. Susi mengingatkan suaminya agar membawa peralatan lengkap dan selalu waspada jika berhadapan dengan orang jahat. Susi juga mengingatkan Alan agar membawa pistol yang memang sering di bawa Alan saat beroprasi.


" Pistolnya tidak di bawa Pa?" tanya Susi pada Alan.


" Tidak Ma, sudah ada di kantor" alasan Alan.


Susi tahu betul tentang suaminya dan kantor suaminya. Susi memang tahu bahwa suaminya tidak begitu jujur padanya, Susi hanya ingin percaya sama suaminya agar tidak terjadi pertengkaran dalam rumah tangga mereka.


Susi masih ingat saat pertama kali menikah dengan Alan, susi di tinggal di rumah sendirian dan Alan tidak pulang-pulang ke rumah. Susi menghubungi suaminya tapi malah tidak di angkat. Mereka hampir tiap hari bertengkar dan baikan. Susi lelah dengan sikap suaminya yang tidak jujur dan suka main perempuan. Susi pernah melihat Alan bersama seorang gadis sedang masuk sebuah hotel. Hati susi sangat hancur saat Itu, Susi hanya bisa menangis melihat perbuatan suaminya.


Banyak sekali kejadian-kejadian lain yang tidak ingin diingat oleh Susi. Dada Susi menjadi sesak mengingat tingkah suaminya yang tidak pernah bisa berubah menjadi suami yang lebih baik dan setia.


" Kenapa kamu sangat tega padaku Paa..!!! " Air mata Susi mengalir membasahi pipinya.


**


Jam 3 dini hari Alan pulang dalam keadaan lesu, Alan mandi dan langsung berbaring di tempat tidurnya. Alan tidak melirik istri ya sedikitpun, Alan memejamkan mata dan siap masuk ke alam mimpinya.


Susi masih terjaga saat suaminya pulang, Susi berpura-pura tidur agar dia bisa tahu apa yang di lakukan suaminya. Saat melihat Alan tidur, Susi bangun dan menyelimuti suaminya. Susi mencium suaminya dan kembali tidur.

__ADS_1


Belum sempat Susi menutup matanya, tiba-tiba Susi mendengar Alan bicara. Suara samar-samar yang dikeluarkan membuat Susi yakin bahwa suaminya hanya mengigau. Susi kembali tidur dan memeluk suaminya.


" Sayang! I Love You " ucap Alan samar-samar.


" Mia..!!" igauan Alan lagi.


Susi terperanjat mendengar sebuah nama yang di ucapkan suaminya dalam tidur. Susi mengingat-ingat nama yang barusan di ucapkan oleh suaminya.


" Siapa Mia? " gumam Susi.


Berlinang air mata dan mengalir di wajah oriental Susi. Susi yang memiliki badan semampai dan wajah seperti orang cina serta kulit berwarna kuning langsat merasa tidak berhasil merebut hati suaminya. Hingga saat ini suaminya masih mencari wanita lain yang di jadikan sebagai simpanannya.


***


Pagi harinya Alan bangun dan sarapan dengan istri dan kedua anaknya. Susi membuatkan nasi goreng serta teh hangat. Mereka makan bersama seolah tidak ada masalah dalam hidup mereka. Sesudah makan Alan berangkat ke kantor dan Susi mengantar anak-anaknya ke sekolah.


Susi memeriksa HP nya dan melihat posisi suaminya. Semalam saat Alan tidur, Susi mengambil HP Alan dan mendowload aplikasi pelacak pasangan. Susi menghubungkan dengan HP nya agar bisa melacak keberadaan suaminya.


" Papa tidak di kantornya, dia di sebuah kafe. Sedang apa Papa di kafe, apa ada kerjaan dengan temannya?" pikir Susi.


Susi mengambil tas dan meminjam kendaraan milik tetangganya. Dia sengaja tidak menggunakan kendaraan miliknya agar Alan tidak tahu bahwa dia sedang di awasi oleh istrinya. Susi tahu betul sifat suaminya, Alan akan sangat marah jika Susi tidak percaya padanya dan mengintai semua kegiatannya.


Susi datang ke kafe tersebut dan melihat suaminya sedang bersama seorang perempuan muda yang berbadan sedikit gemuk dan berwajah timur tengah. Susi hanya melihat Alan dan wanita tersebut dari jarak jauh. Susi semakin hancur saat melihat Alan menyentuh tangan wanita tersebut.


" Jahat kamu Paa!!!!! " ucap Susi sambil menangis.

__ADS_1


Susi memutar balik kendaraan yang di bawanya kemudian pulang dengan hati terluka.


Sepanjang perjalanan pulang Susi menangis, Susi ingin sekali memarahi suaminya di depan umum tapi dia takut akan membuat dia dan suaminya malu. Susi terus mengendarai kendaraan yang di bawanya hingga sampai di rumahnya.


__ADS_2