Diary Pelakor

Diary Pelakor
Bercerita


__ADS_3

Mia mengajak Mami berbelanja di supermarket yang ada di kotanya. Mami terlihat sangat bahagia karena bisa berbelanja seperti dulu lagi. Mami berjalan kesana kemari mencari barang yang ingin dibelinya. Mia hanya berdiri di depan SPG yang sedang menjelaskan tentang kosmetik yang ingin di beli oleh Mia.


" Warna ini cocok di bibir kakak " ucap salah satu SPG sambil memberika sebatang lipstik mahal yang ingin di beli oleh Mia.


Mia mengambil listiknya dan mecoba di bibirnya, Mia bergaya laksana Ibu negara yang sedang berbelanja.


" Aku ambil ini mbak " ucap Mia pada SPG yang dari tadi melayaninya.


Mami datang dari arah belakang Mia dengan memperlihatkan beberapa tas yang ingin di belinya.


" Bagus yang mana Mia ? tanya Mami.


" Semua bagus Mia, sesuai dengan harganya." ucap Mia pada Maminya.


Mami kemudian membawa tas tersebut pada kasir agar segera di bayar. Mia mengikuti Mami dari belakang dengan belanjaannya yang banyak pula.


" Nanti Mami pulang saja dan bawa belanjaan aku sekalian Aku mau ke rumah Kak Lili." kata Mia pada Mami.


" Mami ikut ke rumah Lili juga, sudah lama tidak ke sana. " ucap Mami.


" Tidak usah Mi... Besok-besok saja Mami ikut." ucap Mia.


Mia memberhentikan sebuah taksi untuk Mami dan satu untuk dirinya. Mereka kemudian berjalan ke arah yang berbeda.


*

__ADS_1


Tok tok tok...


" Mia !!" ucap Lili saat membuka pintu rumahnya.


Mia tersenyum dan dan langsung masuk ke rumah kakak sepupunya tersebut. Lili yang hanya mengenakan daster langsung ke dapur dan membuatkan secangkir teh untuk adik sepupunya yang sudah lama tidak bertamu ke rumahnya.


" Aku sudah pulang kak " ucap Mia lirih.


Lili duduk di dekat sepupunya dan tersenyum. Lili menunggu Mia untuk memulai pembicaraan sambil membaca majalah usang yang sudah lama tersimpan di bawah meja tamu.


" Dia sama saja dengan yang lain, tidak ada yang namanya laki-laki setia" lanjut Mia.


" Jika dia tidak setia pada istrinya, mana mungkin dia bisa setia pada yang lain?" timpal Lili.


" Aku merasa hidupku tidak pernah merasa bahagia, tidak ada laki-laki yang setia padaku" Mia bercerita dengan mata yang berkaca-kaca.


" Kamu berjalan di jalan yang salah, makanya kamu bertemu dengan orang yang salah" kata Lili.


" Maksud kakak? " tanya Mia.


" Mulai sekarang coba kamu perbaiki cara kamu hidup dan cara berpakaian kamu, siapa tahu kamu akan bertemu dengan orang yang setia" jelas Lili.


" Memangnya salah aku apa kak?" tanya Mia kesal.


" Kamu salah karena menyukai laki-laki yang sudah ada pemiliknya, harusnya kamu tidak boleh begitu"

__ADS_1


" Entahlah kak, jaman sekarang tidak ada laki-laki jomblo. " Mia pasrah.


" Kamu hanya belum menemukannya saja" kata Lili.


Mia terdiam sejenak sambil meneguh teh yang disediakan oleh kakak sepupunya tersebut. Mia merasa ada betulnya apa yang di katakan oleh Lili.


" Minggu depan adik ku keluar dari penjara, kami akan berziarah ke makan Papi" ucap Mia tiba-tiba.


" Baguslah kalau begitu, kakak harap kalian semua bisa berubah dan memperbaiki diri. Cobalah untuk tidak terlibat dengan sesuatu yang salah, mulai hidup baru dan buka lembaran baru. " Lili menasehati adik sepupunya.


" Iya kak aku akan berusaha untuk berubah"


Hp Mia berbunyi ada sebuah pesan masuk ke WA Mia. Mia membaca sambil tersenyum dan sangat jelas terlihat dia bahagia dengan pesan yang masuk tersebut.


" Kak !"


" Ada cowok yang mau dekatin aku"


Lili mendekati Mia dan melihat pesan yang masuk dari seorang laki-laki. Lili membaca dan benar saja bahwa laki-laki tersebut ingin memacari Mia.


" Sebenarnya dia sudah tunangan kak, tapi sejak kenal sama aku dia ingin meninggalkan pacarnya dan mau melamar aku. Gimana menurut kakak?" ucap Mia bahagia.


"#&_@@_@&@-:#?!!!!!" Lili diam seribu bahasa.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2