
Hubungan Mia dengan Alan berjalan dengan baik. Perselingkuhan mereka tidak diketahui oleh istri Alan. Semakin hari Alan semakin menaruh hati pada Mia, Alan sangat menyukai sifat Mia yang tidak menuntutnya untuk selalu ada kapanpun di butuhkan.
Mia masih bekerja pada Sofi meski terkadang dia mengeluh tentang Bos nya tersebut. Mia sangat membutuhkan uang karena cicilan hutangnya belum lunas. Robert yang merupakan sang mantan suami sudah tidak memperdulikan Mia lagi, Robert sedikitpun tidak mau membantu Mia untuk membayar cicilan hutang mereka.
Mia memutar otak untuk mencari cara mendapatkan uang dengan cepat dan mudah. Mia tidak mau meminta pada Alan karena Mia tidak ingin Alan pergi dan menganggapnya cewek matre.
*
Suatu hari Mia bertemu dengan seorang laki-laki yang usianya lebih muda dari Mia. Meskipun muda, laki-laki tersebut sudah punya pekerjaan tetap dan berlatar belakang orang berada. Mia mulai mendekati laki-laki tersebut hanya untuk memanfaatkannya.
" Aku akan membuat dia cinta padaku dan kemudian aku akan meninggalkannya" pikir Mia.
Laki-laki yang akan di dekati Mia ini sangat polos dan belum punya pacar. Di satu pihak Mia termasuk beruntung karena bisa memikat anak lajang yang masih single. Keberuntungan ini malah di salah gunakan oleh Mia, Mia sering meminta laki-laki tersebut untuk antar jemput dan untuk membelikan makanan untuknya.
Perbuatan Mia di ketahui Sofi, Sofi merasa Mia melakukan itu karena Mia ingin orang mengakui bahwa banyak laki-laki yang tertarik padanya. Sofi sangat tidak menyukai sifat Mia yang tidak bisa setia pada satu pasangan.
" Siapa tadi yang mengantarmu kemari? Bukan Alan kan? " Tanya Sofi pada Mia saat Mia baru datang di tempat kerjanya.
" Bukan, Cuma sopir aku saja" ucap Mia menyombongkan diri.
" Maksudnya ?" tanya Sofi
" Dia suka sama aku, tapi aku tidak. Aku manfaatkan saja jadi tukang antar jemput aku, kan lumayan jadi hemat biaya transfortasi" Ucap Mia acuh.
Sofi tidak habis pikir dengan sifat Mia, Mia yang selama ini dikenalnya sebagai sosok yang kuat, ternyata memiliki kharakter yang tidak baik.
" Apa Alan tahu? " tanya Sofi kemudian.
" Tentu saja mereka sama-sama tidak tahu" ucap Mia.
Sofi kembali melanjutkan pekerjaannya dan meninggalkan Mia yang sedang merapikan alat-alat make up. Mia merasa bangga karena sofi bertanya demikian.
" Kau pasti iri padaku karna aku lebih cantik dari pada kamu" pikir Mia dalam hati.
__ADS_1
Mia merasa Sofi adalah saingannya dan begitu pula dengan Sofi. Mereka terlihat akrab namun sama-sama menusuk dari belakang. Mia iri melihat kesuksesan Sofi. Mia ingin sekali menyainginya.
**
" Sofi iri padaku mas, ya wajar saja.Selama ini yang kerja sama dia tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan dan gayanya. Tapi selama ada aku, dia seperti mati kutu" ucap Mia suatu hari pada Alan..
" Kamu lebih baik dari dia dek" Alan memuji selingkuhannya itu tentu saja agar selingkuhannya itu semakin merasa nyaman dengannya.
" Tentu saja mas, aku memang lebih baik dari dia" ucap Mia pada Alan.
***
Mia mencatat setia bookingan yang telah di pastikan harinya. Semua catatan di serahkan ke Sofi agar Sofi bisa melihat berapa orang yang bisa di tangani setiap harinya.
"Ambil maksimal 40 orang perhari untuk yang wisuda dan 1 orang untuk yang pesta pernikahan"
Ucap Sofi pada Mia saat Mia mengirimkan WA ke Sofi tentang banyaknya bookingan yang bisa ditangani dalam satu hari.
Mia menuruti perkataan Sofi dan tidak menerima lagi bookingan jika kuota sudah tercukupi.
Mia datang jam 11 malam ke tempat kerjanya yang berada di samping rumah Sofi. Sofi yang memiliki satu anak sengaja membuat usahanya dekat rumah agar bisa bekerja sambil menjaga anaknya. Meskipun anak Sofi sudah di jaga oleh babysitter, Sofi tetap ingin melihat sendiri anaknya dan di bantu oleh baby sitternya.
" Kamu sudah datang !?! coba di rapikan dulu semuanya takut ada yang sudah habis. Mumpung toko masih buka jadi masih ada waktu untuk membelinya"
Sofi menyuruh Mia merapikan dan mengecek alat make up dan peralatan lainnya.
" Teman-teman yang lain kan sudah duluan datang, pasti sudah di cek sama mereka"
Mia membantah suruhan Sofi karna merasa Karyawan Sofi yang lain sudah duluan melakukan cek sebelum mereka bekerja.
" Ya sudah " ucap Sofi kesal.
Mia tahu Sofi kesal padanya, Mia tidak peduli dengan sikap Sofi yang dingin terhadapnya.
__ADS_1
Pelanggan akan datang jam 2 malam, mereka harus antri untuk make up wisuda sesuai dengan urutan pembooking paling awal. Yang booking make up wisuda paling telat akan di makeup in lebih cepat dan begitu seterusnya.
Mia merasa bosan menunggu pelanggan yang datang. Mia merasa lapar dan ingin memakan cemilan sambil menunggu pelanggan. Mia ingat sama seorang cowok yang di menyukainya dan di manfaatkannya sebagai sopir. Mia menghubungi laki-laki itu dan meminta agar di bawakan makanan untuknya.
Tidak lama laki-laki tersebut datang dengan jus dan cemilan yang di minta oleh Mia. Mia menghampiri dan naik ke dalam mobil bersamanya. Mereka keluar sebentar jalan-jalan sebelum waktunya make up.
****
Sofi mencari Mia dan menanyakan pada karyawan yang lain. Karyawan yang lain mengatakan bahwa Mia keluar naik mobil dengan seorang laki-laki.
" Mia, kau di mana ?" tanya Sofi marah.
" Aku lagi isi BBM ini" ucap Mia menjelaskan.
" Kenapa bisa isi BBM ? bukannya tadi kamu datang dengan taksi ?!" kata Sofi berpura-pura tidak tahu.
" Iya benar, cuma tadi aku lapar ingin makan, aku minta sama pacar aku agar membawakan makanan. Pacar aku minta aku untuk menemaninya isi BBM" jelas Mia sambil memotret tempat pengisian bahan bakar minyak.
Sofi langsung mematikan HP nya dengan kesal. Mia mengirimkan bukti bahwa dia benar-benar sedang berada di tempat pengisian bahan bakar minyak. Mengetahui Sofi marah, Mia langsung pulang ke tempat kerjanya. Mia menemui Sofi yang memasang muka cemberut.
" Aku minta maaf karna tadi keluar" ucap Mia mengakui kesalahannya.
" Aku tidak marah kalau kamu keluar untuk beli makanan atau isi BBM, Aku marah karna kamu pergi tanpa minta ijin dulu sama aku" jawab Sofi.
" Aku cuma pergi sebentar, jadi menurut aku tidak perlu untuk minta ijin" ucap Mia membela diri.
" Kamu sedang berada di rumahku dan bekerja padaku, harusnya kamu menghargai aku dan tidak keluar sana sini tanpa ijin dari aku. Bagaimana kalau tetangga liat nanti ?"
Sofi memarahi Mia di dalam rumahnya tanpa ada karyawan yang lain di sana. Karyawan lain berada di ruang tempat penyimpanan make up.
Mia hanya diam tidak menjawab. Muka Mia tampak jelas kalau Mia tidak terima diperlakukan seperti itu.
" Baik Mia, malam ini adalah malam terakhir kamu bekerja padaku. Aku akan membayarkan gaji dan bonus kamu malam ini. Aku ingatkan kamu untuk lebih terhormat sedikit, jangan karna sedikit makanan yang di bawa oleh laki-laki, kamu langsung mau diajak kesana kemari" ucap Sofi.
__ADS_1
Mia merasa sangat terhina dengan ucapan dan perlakuan Sofi. Setelah selesai make up Mia pulang ke rumahnya dengan di jemput oleh adiknya.