Diary Pelakor

Diary Pelakor
Papi meninggal


__ADS_3

Saat membuka mata pertama kali di pagi hari, Mia melihat dia masih berada di rumah mungil pemberian Rendi. Mia berharap dia tidak mengenal Rendi, sosok selingkuhan yang sangat dingin dan cuek. Mia bangun dan membereskan rumah, dia juga membuatkan sarapan untuk Rendi.


Saat sedang turun dari tangga Mia teringat bahwa dia tadi malam bermimpi bahwa Papi mengatakan bahwa Papi sudah sembuh dan ingin bertemu dengan Mia. Ada rasa lega dalam hati Mia jika mimpinya tersebut memang benar.


Mia ingin menghubungi Mami namun Rendi tiba-tiba mengajaknya ke pasar untuk belanja keperluan sehari-hari. Mia tidak bisa menolak ajakan Rendi dan bergegas melakukannya.


" Aku akan memberikan list nya nanti kamu belanja sendiri, jika sudah siap aku akan menjemput kamu lagi" ucap Rendi.


Mia hanya menjawab dengan anggukan, dalam hati Mia sangat kesal karena berbelanja sendirian.


" Benar-benar seperti pembantu" pikir Mia.


Mia di turunkan di sebuah supermarket yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal. Mia hanya di beri waktu 2 jam untuk berbelanja semua keperluan mereka selama seminggu.


Dua jam kemudian Rendi datang kembali dan menjemput Mia di tempat dia diturunkan. Mia memasukkan semua barang belanjaan ke dalam mobil tanpa di bantu oleh Rendi.


Saat hendak masuk mobil, Mia melihat Alan dengan keluarganya baru siap berbelanja dan hendak pulang juga seperti dia. Mia buru-buru masuk ke dalam mobil Rendi agar Alan tidak melihatnya.


" Untung mas Alan tidak melihat ke arahku" gumam Mia.


" Siapa?" tanya Rendi yang mendengar perkataan Mia.


"Bukan siapa-siapa mas!!" ucap Mia sambil tersenyum terpaksa.


*


Setelah semua barang belanjaan di simpan di kulkas dam lemari, Mia masuk ke kamarnya dan hendak menelfon orang tuanya. Mia mengenakan baju daster agar lebih meyakinkan bahwa dia benar-benar jadi TKW di malaysia. Mia menghubungi Mami melalui video call namun tidak di jawab.


" Mami kemana sih? di telfon lama sekali diangkat" ucap Mia.


Mia mencoba lagi dan lagi tetap juga tidak di angkat oleh Mami. Mia kemudian mulai kesal dan membanting hp nya di tempat tidur.

__ADS_1


" Aku tunggu saja Mami yang menelfon balik" pikir Mia.


setelah setengah jam menunggu Mami menelfon Mia, Mami menangis dan tidak bisa bicara. Mami terus menangis saat mendengar suara Mia.


" Kenapa Mi ?" tanya Mia.


" Papi Mia" ucap Mami dalam tangisannya.


" Papi sakit lagi ya Mi?!!" ucap Mia khawatir.


" Papi meninggal Mia.." Mami terus menangis hingga Mami tidak bisa bicara.


" Apa?!" hp Mia jatuh dari tangannya, Mia meneteskan air mata teringat Papi yang pergi tanpa sempat berpamitan dengannya.


" Mimpi aku tadi malam apa? Apa Papi datang untuk pamitan?!" gumam Mia dengan air mata yang terus mengalir seperti air terjun niagara.


Mia tidak bisa berbuat apa-apa, jarak rumah Mia dengan rumah tempat tinggalnya yang sekarang tidak terlalu jauh, namun jika dia pulang maka keluarga besar Mia akan tahu bahwa Mia tidak pernah berangkat jadi TKW.


" Apa yang harus aku lakukaaaannnnn....!!!!!!" teriak Mia dalam tangisnya.


" Apa ada masalah?" tanya Rendi sambil mendekap Mia dalam pelukannya.


" Papi meninggal mas..!!!!". Mia terus menangis hingga membuat Rendi kasihan padanya.


Rendi menenangkan Mia, kemudian Rendi mengajak Mia untuk pulang ke rumahnya.


" Ayo kita pulang ke rumahmu!" ajak Rendi sambil menarik tangan Mia.


" Tidak mas ! aku tidak bisa pulang" Mia terus menangis hingga dia susah untuk menjelaskannya.


Rendi tidak tahu harus berbuat apa, dia belum pernah melihat wanita menangis di depannya. Shela sudah lama hidup dengan Rendi tapi Shela tidak pernah menangis sekalipun.

__ADS_1


" Apa yang buat kamu tidak mau pulang?" tanya Rendi?


" Aku berbohong pada keluargaku mas, mereka tahunya aku jadi TKW di malaysia" ucap Mia.


Rendi tidak mengerti maksud perkataan Mia, Rendi menunggu Mia selesai menangis kemudian menanyakan maksud dari perkataan Mia padanya.


Tanpa ragu dan takut Mia menceritakan pada Rendi tentang siapa dirinya dan keluarganya. Mia menceritakan tentang Robert yaitu sang mantan suami yang sudah membuatnya di lilit hutang. Mia juga bercerita tentang alasan kenapa dia selama ini mau di jadikan simpanan oleh Rendi dan Mia mencerikan semua kecuali tentang Erik dan Alan yang pernah hadir dalam hidupnya.


" Apa itu benar?" tanya Rendi penuh simpati.


" Iya Mas, makanya aku mau kamu jadikan simpanan, sebenarnya aku ingin sekali punya suami dan keluarga sendiri" ucap Mia dengan wajah sembabnya.


Rendi menaruh hati pada Mia, sikap jujur Mia dan semua derita Mia selama ini membuat Rendi kasihan dan ingin menjadi orang yang sayang padanya.


" Aku akan jadi orang yang akan menjaga dan menyayangimu" ucap Rendi kemudian memeluk Mia.


Ada sisi positif yang di dapat oleh Mia dari berita kepergian Papi. Sekarang Rendi lebih sayang dan peduli pada Mia. Rendi sudah sering mengajak Mia jalan-jalan setiap malam minggu dan sering membelikan Mia bunga. Mia menjadi bahagia dengan sikap Rendi terhadapnya.


**


Mia tidak lupa mengirinkan uang untuk keluarganya setiap bulan agar bisa untuk melunasi hutang pada Kak Bot dan untuk biaya hidup keluarganya. Rendi yang sudah tahu tentang keluarganya sering memberikan uang lebih untuk dikirimkan pada keluarga Mia. Mia sangat bahagia melihat perubahan sikap Rendi yang berubah 180°. Sekarang Mia seakan bagai nyonya di rumah barunya itu.


" Apa mas tidak takut jika istri mas tahu hubungan kita?" tanya Mia suatu hari saat mereka sedang menikmati pemandangan malam di halaman belakang.


" Aku tidak peduli jika dia tahu, dia sudah sangat bahagia jadi biar aku bagikan kebahagiannya untuk orang yang tidak beruntung seperti kamu" ucap Rendi.


Mia tersenyum mendengar ucapan Rendi, Mia yakin bahwa Rendi sudah mulai mencintainya dan lama-kelamaan akan menikahinya. Mia sudah tidak sabar melihat Rendi meninggalkan istrinya dan jatuh ke pelukannya.


" Ayo tidur, malam ini aku tidur di kamar mas" ucap Mia tanpa rasa takut dan malu.


Rendi mengiyakan permintaan Mia kemudian mereka masuk ke kamar Rendi. Mia yang mengenakan baju tidur yang transfaran membuat Rendi semakin menyukai Mia dan gayanya.

__ADS_1


" Kamu berbeda dari Shela, aku sangat menyesal sudah cuek padamu belakangan ini" Rendi seakan menyesali waktu yang di sia-siakannya.


" Suatu saat aku akan menikahimu, apa kamu suka?" tanya Rendi kemudian mereka larut dalam lautan asmara mereka berdua, malam itu terasa dunia hanya milik mereka berdua dan yang lain numpang semua.


__ADS_2