
Mia tidak bisa berpikir untuk sesaat dia ingin bertemu dengan dokter tapi dilarang oleh Rendi untuk keluar rumah. Mia tidak mungkin menceritakan semua ini pada Rendi.
" Rini.!" ucap Mia.
Mia mengambil hp nya yang sedang mengisi batre, di cabutnya hp kemudian dia mencari nomor Rini dan di telfonnya.
" Ya Say !" jawab Rini dari telfonnya.
" Rin, aku mau jujur padamu, aku pengen cerita banyak hal tapi kamu janji tidak akan cerita pada siapapun" ucap Mia.
" Apa kamu menderita di sana?" tanya Rini yang tahunya Mia sedang bekerja di malaysia.
Mia menceritakan dan jujur pada Rini tentang kebohongannya selama ini yang mengatakan bahwa dia sedang di malaysia. Mia menceritakan tentang Rendi yang menjadikannya simpanan dan tentang istri Alan yang mengatakan bahwa Alan sedang menderita sakit kelamin. Mia selama ini sudah membohongi keluarganya dan orang-orang terdekatnya.
" Apa itu benar?" tanya Rini.
" Iya Rin,maafin aku ya ?" ucap Mia.
" Jadi waktu Papi kamu meninggal sebenarnya kamu bisa pulang?" tanya Rini.
" Iya, aku ada datang ke pemakamannya tapi aku berdiri jauh dari keluargaku agar tidak ada yang tahu. Aku sangat menyesal Rin" Mia mulai menangis.
" Kenapa kamu mau dijadikan simpanan Mia?" tanya Rini kecewa.
"Aku tidak punya pilihan lain Rin !" ucap Mia dalam tangisannya.
" Apa kamu tahu berita tentang Robert?" tanya Rini lagi.
" Kenapa dengan mas Robert?" tanya Mia penasaran sambil menhentikan tangisannya.
" Robert masuk penjara lagi" ujar Rini.
Rini menceritakan tentang Robert yang masih berjualan narkoba tapi dengan bandar yang lebih besar. Robert di tangkap saat sedang bertransaksi dengan pembeli. kali ini Robert di penjara seumur hidup, Robert tidak hanya berjualan tapi juga memakai narkoba sehingga saat di tes oleh pihak yang berwajib Robert positif menggunakan narkoba.
__ADS_1
Antara senang dan kasihan mendengar berita tentang Robert, meskipun Robert jahat padanya, Mia masih menyimpan rasa sayang pada Robert dan merasa kasihan pada Robert yang harus menghabiskan sisa hidupnya di penjara lagi.
Rini juga menceritakan tentang Erik yang sudah bercerai dengan istrinya karena istri Erik sudah tidak tahan dengan sikap Erik yang sangat suka selingkuh dan tidur dengan wanita bayaran.
" Banyak sekali kejadian yang tidak terduga selama kamu pergi" ucap Rini.
" Bagaimana dengan ku? semua yang berhubungan denganku mengalami nasib yang tragis, apa aku juga akan berakhir seperti itu? " Mia menangis lagi dan menyesali tentang apa yang di lakukannya.
" Jadi dimana posisi rumah Rendi itu?" tanya Rini.
" Di perumahan cemara " ucap Mia.
" Apa aku boleh kesana?" kata Rini.
" Nanti aku kabari lagi kapan kamu boleh kemari, untuk saat ini jangan dulu, aku takut Rendi akan marah padaku" ucap Mia.
*
Rendi sedang berada di ruang kerjanya saat Mia turun untuk mencari makanan karena perut dia terasa lapar. Mia mengecek semua pintu dan benar saja bahwa Rendi mengunci semua pintu rumah. Mia berjalan pelan-pelan agar tidak diketahui oleh Rendi kemudian naik lagi ke kamarnya.
" Kamu sebenarnya mau kemana? jika kamu ingin ke dokter aku akan ikut" ucap Rendi tiba-tiba.
" Ti..tidak mas, aku hanya ingin cek ke dokter karena aku belum halangan bulan ini" ucap Mia setengah ketakutan.
" Apa? kamu hamil?" ucap Rendi kaget.
" Ya... siapa tahu, makanya aku ingin ke dokter" Mia berusaha untuk berbohong agar Rendi tidak mengetahui maksud dia ingin ke dokter.
" Kalau kamu hamil, gugurkan!!. Aku tidak ingin punya anak." Rendi kemudian pergi dari hadapan Mia.
Mia tidak tahu harus berkata apa, Rendi benar-benar hanya ingin bermain-main dengannya. Rendi bahkan tidak menginginkan anak yang lahir dari rahim Mia meski sebenarnya belum, namun Mia sangat sedih dengan sikap Rendi padanya, hingga saat ini Rendi belum juga menaruh hati padanya.
Mia duduk di tempat tidurnya yang empuk dan membayangkan gimana jadinya jika dia hamil anaknya Rendi.
__ADS_1
" Aku harus pastikan bahwa aku tidak akan pernah hamil, dia pasti akan menggugurkan atau membuang aku" ucap Mia.
**
Keesokan harinya, Mia menelfon Lili. Lili satu-satunya orang yang tahu bahwa selama ini Mia berbohong pada semua orang. Meski Lili tidak suka dengan sikap Mia dan perbuatan Mia namun Lili juga kadang mau menjadi tempat Mia untuk mencurahkan segala uneg-unegnya.
" Kakak lagi apa?" tanya Mia saat menghubungi Lili dari telfonnya.
" Baru siap mandi, ada apa? " tanya Lili.
" Kakak tahu tidak kalau kemarin aku bertemu dengan istri Alan !" ucap Mia.
Mia kemudian menceritakan secara detil tentang pertemuannya dengan istri Alan seperti yang pernah dia ceritakan pada Rini. Mia juga bercerita tentang Rendi yang menyekapnya di rumah tanpa mengijinkannya keluar rumah.
" Apa kamu sekarang sudah sadar? tidak ada enaknya jadi selingkuhan" ucap Lili memulai menasehati Mia lagi meski Mia tidak mau mendengarnya.
" Jadi aku harus apa kak? aku begini karena hutangnya Mas Robert" ucap Mia kesal.
" Masih banyak cara lain, meski cara lain itu susah tapi tidak akan menambah masalah baru begini. Apa Mami kamu tahu?" kata Lili.
" Aku tidak mau ada yang tahu kecuali kakak dan Rini" ucap Mia pelan.
" Entahlah Mia, aku pusing mikirin masalah kamu itu" ucap Lili.
***
Mia melamun sendiri dikamarnya, Rendi yang selama ini sudah baik padanya sekarang malah seakan tidak peduli sedikitpun. Mia kemudian turun dan menemui Rendi, Mia meminta maaf pada Rendi atas sikapnya yang tidak bisa dikontrolnya. Rendi menerima permintaan maaf Mia dengan syarat Mia tidak boleh pergi kemanapun tanpa ijin dari Rendi. Mia tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan Rendi.
" Mas Rendi tidak bisa di tebak" ucap Mia saat sudah berada di kamarnya.
Mia sedikit lega dengan baiknya Rendi mau menerima permintaan maafnya. Mia kemudian di ajak makan malam bersama oleh Rendi sebagai permintaan maaf juga dari Rendi yang sudah sedikit kasar padanya.
Rendi membelikan Mia baju baru untuk dikenakan olehnya saat makan malam. Mia sedikit merasa senang namun juga masih ada kesal dan marah pada Rendi, meski begitu Mia tidak bisa menunjukannya mengingat Rendi bukanlah suaminya.
__ADS_1
" Ternyata tidak semua simpanan itu bahagia, masih enak jadi simpanan Alan meski aku sekarang menyesalinya" Mia berbicara dalam hati.
Malam Harinya Mia sudah siap untuk pergi makan malam dengan Rendi, Mia mengenakan baju yang diberikan oleh Rendi tadi dan bersikap manis di depan Rendi.