
Hutang pada rentenir lama sudah selesai Mia lunasi berikut bunganya, sekarang Mia harus memikirkan hutang pada rentenir yang baru dan cara melunasinya. Mia menggunakan sisa uang pinjamannya untuk membuka usaha baru yaitu berjualan tas secara online.
Hanya bekerja lewat online yang bisa Mia lakukan saat ini mengingat Mia masih terikat kontrak kerja dengan sebuah merk Ponsel ternama. Mia masih menjadi SPG pada tempat biasanya dia bekerja.
Saat sedang bekerja, Mia sering berhayal ada konsumen yang datang membeli HP dan menyukainya karena kecantikannya. Namun hayalan Mia masih sebatas hayalan, sekian lama Mia bekerja di tempat tersebut, Mia belum menemukan satu orangpun pria yang melirik padanya.
Pernah sekali saat ada seorang pria tampan nan kaya datang hendak membeli sebuah HP terbaru yang mahal, saat Mia bersiap-siap untuk menebar pesonanya, tiba-tiba seorang wanita keluar dari mobil dan menghampiri pria tampan tersebut sehingga Mia mengurungkan niatnya dan fokus pada pekerjaannya. Wanita itu terlihat seperti pasangan dari pria tampan itu.
wanita cantik yang menghampiri pria tampan itu seakan tahu niat Mia sehingga dia sekali-kali melirik ke arah Mia seakan ingin mengatakan " Dia milikku".
*
" Kapan habisnya derita ini?" gumam Mia saat sedang meluruskan badannya di tempat tidur sepulang dia bekerja.
Mia tiba-tiba di kejutkan dengan hadirnya sebuah pesan yang masuk ke instagram miliknya saat dia membuka-buka instagram.
" Siapa ini?" pikir Mia.
Seorang pria mengajak kenalan dengannya, Mia mulai tersenyum karena pria tersebut terlihat masih muda dan tampan. Tanpa mengenal lelah Mia mencari tahu tentang pria tersebut dengan membuka instagram milik pria itu.
" Kayaknya orang kaya" pikir Mia sambil tersenyum hingga menampakkan giginya.
Mia saling membalas pesan dengan pria yang baru di kenalnya itu, pria tampan yang bernama Rendi terlihat masih muda dan sudah mapan. Dari gaya foto yang di tunjukkan lewat instagram miliknya, Rendi sudah pernah jalan-jalan ke luar negeri dan memiliki rumah serta mobil mewah.
Mia tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan kenalan seorang laki-laki yang masih muda dan tampan seperti Rendi. Mia merasa hari itu adalah hari keberuntungannya dan yang paling membuat Mia beruntung karena Rendi mengajaknya ketemuan di restourant mewah.
" Apa aku mimpi?" Mia menepuk-nepuk pipinya untuk memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi.
**
__ADS_1
Mia bersiap-siap pada hari sabtu sore, malam harinya Rendi akan menjemputnya di rumah. Mia memilih baju yang paling cantik yang dimilikinya untuk bertemu dengan calon pengisi hati. Di pilihnya dan di cobanya satu persatu baju yang ada di lemari hingga terlihat baju bertumpuk di tempat tidurnya.
" Saat pulang baru aku rapikan lagi" pikir Mia.
" Pakai yang mana ya?" tanya Mia pada dirinya sendiri.
Mia akhirnya memilih baju dres warna hitam yang agak seksi dan elegant dengan sendal gak tinggi dan tas kecil. Saat berada di depan kaca, Mia merasa Rendi akan menyukainya.
Tidak lupa Mia menyemprotkan minyak wangi Selena Gomez yang paling di sukainya. Rambut Mia yang sepunggung dan agak ikal kemerahan di lepas begitu saja. Mia siap untuk di bawa oleh Rendi.
***
Mia meminta Rendi agar menjemputnya dari rumah Lili sepupunya, Mia tidak ingin Rendi tahu bahwa Mia bukanlah Mia yang terlihat dari foto di media sosialnya. Rumah Lili berbentuk seperti rumah minimalis yang cantik dan mungil, halaman rumahnya penuh dengan bunga bonsai hasil jerih payah suami Lili yang menanamnya dari nol. Bentuk rumah Lili yang cantik tentu tidak akan membuat Mia malu di depan Rendi, lain hal nya dengan Rumah Mia yang sekarang, rumah Mia terlalu memalukan jika di lihat oleh seorang Rendi.
" Masuk" Rendi menyuruh Mia masuk ke mobilnya, seketika itu juga Mia hanya melambaikan tangannya pada Lili yang sedang berada di pintu rumahnya.
" Harganya pasti mahal" pikir Mia.
Mobil Rendi terus melaju ke arah yang ingin mereka tuju, sekali-kali Rendi melirik ke arah Mia dan Miapun demikian. Mereka bicara seadanya hingga sampai di depan sebuah restoran mewah di kotanya.
Rendi membukakan pintu untuk Mia, kenalan barunya. Mia dengan bangganya turun dari mobil mewah Rendi sambil melempar senyuman pada Rendi.
****
Rendi sudah memesan makanan saat mereka tiba disana. Mia duduk dan melihat banyak makanan yang sudah tersedia di meja makan restoran.
" Enak-enak sekali menunya....!!! " teriak Mia dalam hati sambil menatap ke arah Rendi dengan senyuman manis.
" Pengen aku makan semua tapi tidak bisa karena aku tidak mau dia tahu bahwa aku doyan makan" pikir Mia lagi.
__ADS_1
Rendi menatap wajah Mia dan Mia tersipu Malu, Rendi baru memulai bicara setelah minuman pesanan dia di bawa oleh pelayan.
" Kamu cantik, sama seperti di fotonya, kecuali badan kamu, agak sedikit gemuk, tapi tidak menghilangkan cantikmu" Rendi memuji Mia sehingga membuat Mia merasa melayang-layang di langit biru.
Gaya bicara Rendi yang yang berwibawa dan berkelas terlihat bahwa Rendi bukanlah pria miskin. Mia sangat yakin bahwa Rendi adalah pria dari kalangan atas.
Mereka memulai makan sambil berbicara, Mia mengunyah makanannya perlahan dan lembut agar terlihat menarik di mata Rendi.
" Jujur aku menyukai kamu dan aku tidak suka bertele-tele, aku ingin kamu jadi pacarku bahkan lebih. Tapi pertanyaannya, apa kamu mau menjadi pacar aku?" tanya Rendi langsung ke poinnya.
Mia tidak menyangka bahwa Rendi adalah seorang laki-laki yang tidak suka buang-buang waktu. Dia ingin Mia menjawabnya malam itu juga agar dia tidak kepikiran dengan jawaban yang Mia berikan.
" Apa aku boleh berpikir dulu?" tanya Mia lembut.
" Boleh, aku beri waktu kamu satu jam untuk berfikir" ucap Rendi dengan senyuman tipisnya.
Mia berpikir sejenak, apa dia harus menerima atau menolak. Mia belum kenal betul dengan Rendi, tapi dari gayanya Rendi, Mia yakin bahwa Rendi bukanlah orang dari kalangan bawah.
" Apa kamu belum punya pacar selama ini?" tanya Mia penasaran.
" Aku sudah punya istri, tapi istriku tinggal di luar negeri. Aku tinggal sendiri di sini, aku punya banyak usaha dan salah satunya restorant ini" ujar Rendi.
Mia hampir saja jantungan saat mengetahui bahwa Rendi adalah orang yang sangat kaya, dia lebih jantungan lagi saat tahu bahwa Rendi sudah punya istri dan ingin menjadikannya selingkuhan. Ada rasa sedih saat Rendi jujur tentang istrinya, namun menolak cinta seorang Rendi akan membuat Mia menyesal seumur hidup.
" Kamu tenang saja, jika kamu mau jadi pacar aku bahkan nikah siri denganku, aku akan pastikan hidup kamu tidak akan susah dan kamu tidak perlu bekerja jadi SPG lagi." ucap Rendi tiba-tiba.
Mia semakin jantungan dan hampir pingsan, di teguhnya air untuk menutupi rasa gugupnya yang mendalam. Dalam pikiran Mia, Rendi adalah pohon duit yang bisa dipanen kapan saja dan bisa dijadikan sebagai sumber Mia mendapatkan uang untuk membayar cicilan hutangnya pada Kak Bot.
" Iya aku mau" ucap Mia singkat dan tanpa membuang-buang waktu pula.
__ADS_1