
Mia mendapatkan tawaran kerja menjadi SPG di sebuah toko ponsel. Mia menikmati pekerjaannya meski dia lebih senang tidur di kamar. Mia mendapatkan teman baru baik laki-laki maupun perempuan. Pekerjaan nya ini membuat Mia harus bangun pagi-pagi sekali dan pulang larut malam. Jam kerjanya setiap hari, hari minggu hanya kerja dari jam 8-11 siang. Namun, gaji yang diterima lumayan besar hingga membuat Mia tidak keberatan dengan jadwal kerja yang lama dan padat.
Pekerjaan baru Mia ini membuat dia lebih jarang bertemu dengan Alan. Jika sudah waktunya pulang, Mia lebih senang tidur untuk istirahat ketimbang bertemu dengan sang pujaan hati.
Alan terkadang memahami kondisinya, namun terkadang Alan keberatan jika harus bertemu seminggu sekali.
" Apa tidak bisa kerjanya sampai jumat saja sayang ?" tanya Alan pada Mia suatu sore saat mereka bertemu.
" Tidak bisa Mas, aku tidak mau pekerjaan aku hilang hanya karena Mas minta ketemu" ucap Mia.
" Tapi gimana kalau Mas kangen pengen liburan sama kamu?" tanya Alan lagi.
" Hutang kami masih banyak Mas, aku baru akan berhenti atau mengurangi pekerjaanku jika hutang mantan suami aku sudah lunas" kata Mia tegas.
Mia sebenarnya tidak ingin juga jauh dari Alan, akan tetapi akhir-akhir ini Alan sudah jarang memberinya uang sehingga dia harus bekerja keras untuk mencari pundi-pundi rupiah agar bisa membayar hutang mantan suaminya.
*
" Cinta saja tidak cukup Mas, aku juga butuh uang" gumam Mia saat sudah berada di rumah.
Cinta Mia terhadap Alan sedikit berkurang mengingat Alan juga kurang perhatian dan kurang memberikannya uang. Mia merasa Alan sudah jarang memberinya kejutan atau semacamnya.
Permintaan Alan saat itu untuk sering bertemu dengannya dianggap hanya basa basi Alan belaka, pasalnya Mia pernah melihat Alan jalan dengan wanita lain di sebuah Mall.
" Kau pikir aku sama bodohnya seperti istrimu mas?" pikir Mia saat melihat Alan berjalan dengan mesra dengan wanita lain.
**
Mia lagi-lagi melihat Alan dengan seorang wanita, kali ini wanita berbeda dengan wanita yang di bawanya tempo dulu. Alan mengandeng wanita tersebut seolah sudah menjadi suami istri.
" Kurang ajar kau Mas!" gumam Mia kesal.
Mia merasa ini adalah penghinaan untuknya. Mia juga merasa bahwa akhir-akhir ini Alan jarang menemuinya dan memberi kabar. Ternyata Alan sengaja menjauh darinya karena sudah kepincut dengan wanita lain yang lebih muda darinya.
__ADS_1
" Semuda apapun dia pastinya tidak bisa mengalahkan kecantikanku"
Mia terlalu percaya diri dalam menilai dirinya sehingga membuat dia menjadi sombong. Entah apa alasan Alan menjauhinya, mungkinkah karena memang sudah bosan dengan Mia atau karena Alan yang tidak bisa hidup hanya dengan satu wanita.
**
Mia merasa perlu untuk bertanya pada Alan perihal sikap nya yang berubah dan wanita yang di gandengnya saat itu. Mia benar-benar tidak bisa memaafkan Alan.
Mia menghubungi Alan suatu malam dan ingin bertemu dengannya, awalnya Alan menolak untuk ketemuan dengan alasan lagi banyak kerjaan. Tapi Mia yakin itu hanya akal-akalan Alan agar mereka tidak ketemu atau mungkin Alan sudah duluan janji dengan wanita lain.
" Aku tidak mau tahu Mas, pokoknya malam ini aku ingin bertemu" ucap Mia memaksa.
" Ok sayang, tapi satu jam saja ya. Mas lagi banyak kerjaan" ucap Alan.
Alan menjemput Mia di rumahnya jam 8 malam. Mia berpakaian seperti biasa dan langsung masuk ke mobil Alan.
" Mau duduk di kafe mana? " tanya Alan dingin.
" Tidak usah duduk di kafe Mas, kita bicara dalam mobil saja" kata Mia.
" Mas ! apa cuma aku dan istri mas di hati mas?" tanya Mia.
" Maksudnya?" tanya Alan balik.
" Aku pernah lihat mas jalan dengan wanita lain, apa itu pacar mas yang baru?" tanya Mia kesal.
" Itu cuma selingan sayang, akhir-akhir ini kamu sibuk kerja dan tidak punya waktu untuk bertemu, jadi mas cari pengganti kamu untuk sementara" ucap Alan was-was.
" Jadi kalau aku sibuk mas akan jalan dengan wanita lain?" Mia tidak menyangka Alan akan berkata demikian.
" Makanya kamu harus bisa membagi waktu buat mas dan buat kerja." Alan malah menyalahkan Mia.
Mia diam dan air matanya berlinang, Mia tidak menyangka Alan akan berbuat demikian padanya. Terakhir kali sebelum Papi sakit, Alan pernah mengajak Mia untuk menikah siri. Alan seperti tidak peduli dengan janji yang pernah di ucapkannya. Alan tidak bisa menepati janjinya.
__ADS_1
***
Mia meminta Alan mengantarnya ke rumah sahabatnya Karla. Mia turun dari mobil dan masuk ke rumah Karla tanpa melihat ke arah Alan. Alan langsung berlalu dari hadapan Mia.
" Dia selingkuh" ucap Mia sambil menangis dalam pelukan Karla.
" Siapa?" tanya Karla.
" Mas Alan" ucap Mia dalam tangisannya.
" Bukannya dia itu suami orang dan kamu pun selingkuh dengannya" kata Karla.
" Dia bilang akan menceraikan istrinya dan menikahi aku. Nyatanya dia malah punya selingkuhan yang baru" ucap Mia kesal.
" Kamu kecewa ya? sabar ya Mia !" ucap Karla pada Mia, temannya.
" Aku bukan sedih karena dia selingkuh, tapi sedih karena dia tidak putuskan aku dulu. Kalau dia tidak suka padaku lagi bilang saja, lagian pacar barunya itu jelek dan kampungan." ucap Mia.
" Seleranya rendah dan kampungan" Mia menimpali.
Karla mengerti dengan perasaan sahabatnya itu, Karla tidak bisa berbuat apa-apa. Karla mencoba membujuk Mia agar Mia berhenti menangis. Mia yang sudah sangat sakit hati pada Alan tidak bisa melupakan perbuatan Alan yang sudah merendahkannya.
****
Semakin hari Mia dan Alan semakin jarang bertemu. Alan seperti sengaja menjauhi Mia dan Mia pun sibuk dengan pekerjaan barunya.
Sedikit demi sedikit Mia mulai melupakan Alan, Mia tidak ingin mengingat orang yang sudah membuatnya terluka. Mia ingin membuka lembaran baru dan berharap akan ada pengganti yang lebih baik dari Alan.
" Bukan dia saja laki-laki" pikir Mia saat sedang melakukan pekerjaannya.
Pekerjaan baru yang di geluti Mia sangat menyenangkan buat Mia. Di tambah lagi Bos nya yang baik dan pengertian padanya. Teman-teman yang bekerja di situ juga ramah dan baik. Mia menikmati hari-hari barunya tanpa Alan dan tanpa status sebagai pelakor.
" Hidup sendiri itu asik juga ya, tidak ada yang mengganggu saat sedang kerja atau saat hari libur. Sepenuhnya hari kerja hanya untuk kerja dan hari libur bisa istirahat" pikir Mia.
__ADS_1
Kesendirian Mia membuat Mia terlihat antara bahagia dan kesepian. Mia berharap suatu saat akan menemukan pria yang lebih baik dari Alan.