
Menjadi Ibu rumah tangga merupakan pekerjaan yang tidak ada gajinya. Lelahnya menjadi ibu rumah tangga saat harus mengulang melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya. Lili adalah ibu rumah tangga yang sangat mencintai kegiatannya sehari-hari, meski melelahkan Lili selalu bahagia dengan rutinitasnya. Jika saatnya bosan tiba Lili melakukan eksperimen dengan memasak makanan yang baru di lihatnya di youtube.
Mia datang saat Lili sedang bereksperimen membuat kue tar. Mia datang tanpa memberitahukan Lili terlebih dahulu, Mia yakin Lili pasti ada di rumah. Mia mengetuk pintu rumah kakak sepupunya, Lili datang membukakan pintu.
" Lagi masak ya ?" ucap Mia saat Lili membuka pintu.
" Lagi coba-coba buat kue tar" ucap Lili.
Mia langsung ke dapur dan melihat kue tar yang baru di panggang di oven. Bau harum kue tar membuat Mia kelaparan.
" Waaahhh... kayaknya enak" ucap Mia sambil mendekatkan hidungnya ke kue tar.
Lili hanya tersenyum dengan pujian Mia, Lili tahu maksud kedatangan Mia ke rumahnya.
" Mau cerita sesuatu?" tanya Lili kemudian.
" Hahahahaha... kok kakak tahu?" tanya Mia mengakui.
" Kamu biasanya datang cuma untuk cerita tentang masalah kamu dengan orang, Aku sudah hafal kali." ujar Lili meledek.
Mia tidak marah dengan ledekan kakak sepupunya. Dia tahu bahwa Lili sayang padanya meskipun dia bukan adik kandung Lili. Lili sering menasehati Mia dan tidak pernah bosan menasehati Mia jika Mia berbuat salah.
Lili meneruskan kerjaannya, dia menghias kue tar yang tadi di panggangnya. Mia menunggu Lili siap menghias kue. Dengan sabar Mia menunggu sambil membalas chatingan dari teman-temannya. Lili menghias kue sambil bernyanyi lagu malaysia. Lagu yang biasanya di nyanyika oleh Lili bersama suaminya.
Mia terkadang iri melihat kebahagian kakak sepupunya. Lili menikah dengan seorang laki-laki yang di cintainya dan hidup bahagia dengannya. Mia ingin sekali menemukan laki-laki yang di cintai dan mencintainya. Namun berkali-kali Mia mengupat dalam hati karena yang ditemukannya adalah Robert, laki-laki yang sudah membuatnya hidup menderita.
" Sebentar ya, sudah mau siap" ucap Lili merasa tidak enak melihat sepupunya menunggu.
" Tidak apa-apa kak, aku yang salah karena datang saat jam kakak masak" ucap Mia.
Selesai memasak Lili mengajak Mia duduk di ruang tamu. Lili membawa kue tar dan teh dingin untuk Mia. Mia mencicipi kue tar buatan kakaknya. Tidak ada makanan yang tidak enak di mulut Mia, Mia mengunyah habis kue tar buatan Lili.
__ADS_1
" Kak ! Mas Alan ngajak aku nikah siri" ucap Mia memulai pembicaraan
" Apa ?!!" Lili kaget mendengar perkataan Mia.
" Jadi kau mau nikah siri dengan Alan? " ucap Lili marah.
" Ya ampun Mia, apa kau sudah gila? " lanjut Lili.
Mia juga terlihat bingung dengan keputusannya. Melihat Lili yang marah, Mia yakin keluarga besarnya yang lain juga lebih marah.
" Aku tidak tahu harus gimana kak, kalau tidak menikah siri, aku tidak bisa hidup dengan mas Alan." ucap Mia.
" Masih banyak laki-laki lain yang lebih baik dari Alan. Cuma wanita bodoh yang mau sama laki-laki seperti dia" Mia semakin Marah.
" Jadi kakak menganggap aku bodoh?" tanya Mia marah.
" Tergantung dari apa keputusanmu, kalau kau mau dijadikan istri siri, berarti memang kau bodoh" ucap Lili ketus.
" Coba kau pikirkan, di luar sana kamu masih bisa menemukan laki-laki single" ucap Lili.
" Menikahi dua wanita itu bukanlah hal yang salah kak" ucap Mia kemudian saat dia melihat Lili mulai cuek padanya.
" Memang betul, itu jika sang laki-laki ingin menyelamatkan janda yang kurang mampu. Tapi Alan beda, dia menikahi kamu karna kamu lebih cantik dan lebih muda dari istrinya. Niat dia tidak baik, bagaimana jika suatu saat nanti kamu juga di perlakukan begitu, kamu pasti akan sedih juga. Jadi, jangan menjadikan diri sebagai penyebab hancurnya rumah tangga orang lain" Lili menasehati adik sepupunya.
Mia terlihat kecewa dengan jawaban yang di berikan kakak sepupunya. Mia berharap Lili mendukungnya untuk menikah siri dengan Alan. Lili sangat membenci wanita yang suka menghancurkan rumah tangga orang lain. Meskipun itu adiknya sendiri, Lili seperti merasa jijik melihat Mia.
Mia pulang dengan perasaan kecewa, Lili mengingatkan kembali adiknya agar tidak sekali-kali mencoba untuk melakukan nikah siri. Mia bingun sendiri di buatnya, jika dia minta ijin sama orang tuanya, pasti orang tua Mia akan memarahi dan memaki-maki Mia. Terkecuali jika bicara dengan Mami Mia, Mami akan mengijinkan Mia menikah dengan siapapun asalkan yang dinikahinya itu orang kaya.
*
Mia terlihat tidak semangat saat menemui Alan. Alan menanti keputusan Mia untuk menikah siri dengannya. Mia belum bisa memberikan kepastian karena belum ada satupun keluarganya yang mendukung keputusannya.
__ADS_1
" Sial sekali hidupku, kalau kak Lili saja tidak setuju, yang lain juga tidak bakal setuju" gumam Mia kesal.
Mia merebahkan diri ke tempat tidurnya saat dia sudah berada di rumah. Mia merasa lelah dengan masalah yang di hadapinya. Mami datang menemui Mia di kamar.
" Kak! Mami boleh minta duit?" tanya Mami memelas.
Mia sangat kesal melihat Maminya yang selalu minta duit padanya. Mami bisa menghabiskan uang 10 juta dalam satu hari. Mami sering belanja sesuatu yang tidak seharusnya tidak perlu di belinya. Mami juga punya banyak hutang kredit baju. Setiap hari ada saja tukang kredit baju datang dan menagih hutang. Mami terkadang membayar tapi lebih sering kabur entah kemana.
" Aku tidak punya uang Mi" ucap Mia lemas.
" Sedikit saja kak, Mami lagi perlu uang" pinta Mami.
" Aku juga butuh uang Mi, minggu depan aku mau bayar hutang mas Robert." ucap Mia lantang.
" Minta saja sama Robert, itu kan hutangnya dia" kata Mami.
" Dia mau memberikannya jika aku mau rujuk sama dia lagi" Mia menutup kepalanya dengan bantal tidurnya.
Mami terdiam dan beranjak pergi dari kamar Mia. Mia semakin pusing dengan hidupnya.
" Harusnya dulu aku tidak menikah dengan Mas Robert. Dia hanya pembawa sial dalam hidup ku" Mia mengupat dalam hati.
**
Alan mengajak Mia ketemuan, Mia menolak ajakan Alan karena dia sedang pusing dan ingin istirahat.
" Mas kangen dek" ucap Alan penuh rayuan.
" Maaf sayang, aku lagi pusing dan bingung. Lain kali saja kita ketemu ya" ucap Mia lemas.
" Iya sayang, kamu istirahat saja dulu biar lebih segar besoknya" ucap Alan.
__ADS_1
Mia menutup telfon dari Alan. Mia masih memikirkan keputusan apa yang akan di berikan pada Alan. Mia ingin sekali menikah dengan Alan tapi masalahnya Alan sudah beristri. Satu-satunya cara untuk menjadi istri Alan adalah dengan menikah siri.
" Aku tidak mungkin jadi istri siri, Papi pasti akan membunuhku" pikir Mia.