Diary Pelakor

Diary Pelakor
Ke kantor Polisi


__ADS_3

Kepala Mia sangat sakit saat mengetahui adik laki-lakinya yang satu lagi sudah di tangkap polisi. Kabar yang dia terima bahwa adiknya menikam orang hanya karena masalah perempuan. Adiknya yang saat itu masih kelas 2 SMP bersama dengan ke 3 temannya menusuk anak lain yang sebaya dengannya. Adik Mia yang bernama zul tersebut membantu mengeroyok satu orang dan menikamnya di perut. Korban sempat di larikan ke rumah sakit dan para pelaku di tangkap pihak yang berwajib.


Mia sangat bingung harus meminta tolong pada siapa. Mia takut meminta tolong pada keluarga besarnya karena Mia tahu keluarga besarnya akan marah besar jika tahu hal tersebut. Keluarga besar Mia selalu menasehati mereka hal-hal yang baik, akan tetapi Mia dan adik-adiknya tidak mau mendengar setiap nasehat dari keluarga mereka.


Mia teringat sama satu sepupunya yang selalu mendengar keluhan dia di saat dia butuhkan. Mia ke rumah Lili dan menceritakan masalah yang baru dia hadapi. Mia sangat tertekan dan malu dengan kondisi keluarganya yang selalu bermasalah dengan kepolisian. Mia merasa keluarganya adalah keluarga yang hancur.


" Kak..! Zul di tangkap polisi" ucap Mia sedih.


Lili yang sedang membalas chatingan temannya kaget mendengar keluhan Mia.


" Apa? kenapa dia di tangkap polisi? " tanya Lili heran dan kaget.


" Dia menikam orang kak" ucap Mia lagi.


" Ya ampun,,, heran kali aku lihat kalian. Apa tidak bisa sekali saja jadi anak yang baik? apa kalian tidak sayang sama orang tua kalian? " tanya Lili kesal.


Mia diam saat sepupunya marah, Mia tahu bahwa itu tanda bahwa Lili masih sayang sama mereka dan tidak menginginkan hal buruk terjadi pada mereka. Mia menunggu sampai kakak sepupunya selesai marah baru melanjutkan kembali keluhannya.


" Zul tidak salah kak, dia cuma ikut-ikutan. Yang menikam itu kawannya, dia cuma mukul beberapa kali" ucap Mia membela adiknya zul.


" Ikut-ikutan juga salah. Untuk apa ikut-ikutan berbuat jahat." Lili benar-benar di buat marah dengan berita tertangkapnya zul.


Mia mengupat-ngupat zul yang telah membuat keluarga jadi malu. Mia mengeluhkan nama baik keluarganya yang sudah jelek di mata orang dan tetangga. Mia juga mengatakan bahwa dia malu setiap tahun berurusan dengan kepolisian. Tiga tahun berturut-turut Mia berurusan dengan kepolisian. Pertama Egi yang masuk penjara, kedua mantan suaminya yaitu Robert dan sekarang Zul. Mia merasa setiap tahun rutin laporan ke kantor polisi.


*


Suatu hari Mia ke sekolahnya zul untuk melaporkan bahwa Zul masuk penjara. Zul sudah harus mengikuti ujian akhir meski sedang berada di penjara. Mia di paksa oleh orang tuanya untuk mengambil kertas ujian milik Zul, guru Zul sangat marah mengetahui bahwa Zul di tangkap polisi karena menikam orang. Sang guru yang kenal baik dengan keluarga Mia sangat menyayangkan adik-adik Mia harus mendekam di penjara dan membuat keluarganya malu.

__ADS_1


Mia menelfon Alan dan meminta tolong Alan agar Zul bisa di ringankan hukumannya. Mia salut melihat Alan yang tidak menjauhinya meski dia tahu bahwa keluarga Mia broken home.


" Jika setiap tahun ada masalah, tahun depan masalah apa lagi yang akan datang." Mia mengeluh dalam hatinya.


**


Mia juga memberanikan diri mengatakan pada tantenya bahwa Zul di tangkap polisi. Tante marah besar dan memaki-maki Mia. Mia kesal tante memarahinya karena ulah Zul. Menurut Tante, Mia juga harus di salahkan, Mia anak pertama yang seharusnya bisa menjaga adik-adiknya. Tante meminta Mia dan adik-adiknya agar tidak membuat masalah setiap tahun. Tante juga merasa malu jika teman-temannya tahu bahwa keponakannya sering keluar masuk penjara.


Mia stres sendiri di buatnya, Mia tidak tidur di rumah malam itu. Mia menginap di tempat sahabatnya untuk menghilang sementara dari masalah yang dia hadapi.


" Mas aku menginap di rumah teman" ucap Mia saat menelfon Alan.


" Kenapa tidak bilang, biar kita menginap di hotel saja" ucap Alan.


" Aku lagi ingin sendiri mas, kepala ku pusing dan aku sedang stres berat" ucap Mia lagi.


Mia terkadang menangis mengingat diri dan keluarganya yang hancur. Rasa malu yang mendalam jika bertemu dengan tetangga dan sahabatnya membuat Mia semakin pusing di buatnya.


" Apa salahku ? kenapa nasib ku begini?" tanya Mia dalam hati.


Mia menuliskan status galau tiap hari. Status yang harusnya di tulis dalam diary nya malah di buat dalam status media sosial yang membuat orang semakin tahu apa yang sedang terjadi padanya.


Rasanya aku ingin lari dari kenyataan


Status Mia membuat orang yang mengenalnya mencaritahu apa yang sedang di alami oleh Mia. Mia jujur pada orang yang dianggap baik padanya.


***

__ADS_1


Pagi hari saat matahari sudah mulai menghangatkan bumi, Mia bergegas pulang ke rumahnya. Mia tidak meminta tolong Alan untuk mengantarnya, dia malu jika harus bertemu dengan Alan. Mia naik taksi sendirian menuju ke rumahnya.


Papi hanya melihat kedatangan Mia dan langsung berangkat kerja. Mami memanggil Mia ke dapur saat melihat Mia baru pulang dari rumah temannya.


" Mia kemari sebentar" panggil Mami dari arah dapur.


" Apa Mi, aku mau istirahat. Aku lelah Mi" ucap Mia.


" Tadi malam kamu kan tidur di rumah teman mu bukan kerja, jadi lelahnya dimana? tanya Mami kesal.


" Aku lelah dengan keluarga kita Mi, kenapa selalu aku yang mengurusi kedua anak sialan itu" ucap Mia marah-marah dan kesal pada kedua adiknya.


" Makanya kalian jangan suka sekali cari masalah. Punya anak tapi tidak bisa buat bangga orang tua." Mami menimpali.


Mia berjalan ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya. Mia melempar tasnya ke tempat tidur dan ikut membanting dirinya ke tempat tidur. Bunyi tempat tidur yang seakan menjerit ke sakitan saat tubuh gemuk Mia menimpanya.


Alan menghubungi Mia dan mengirimkan sejumlah uang untuknya. Alan tahu bahwa Mia akan terhibur jika dia mendapatkan uang.


" Sayang ! sudah mas transfer ya ke rekening kamu" ucap Alan dari telfon.


" Transfer apa mas ?" tanya Mia pura-pura bodoh.


" Uang sayang, ambil dan pakai untuk belanja biar kamu tidak stres lagi" Alan begitu memanjakan Mia.


Rasa kacau dan stres Mia hilang saat di cek uang yang di kirim Alan bisa di gunakan nya untuk membeli beberapa baju dan perawatan di salon. Mia bergegas ganti baju dan pergi meninggalkan rumah tanpa memberitahukan Mami.


" Mas Alan tahu saja, jadi makin sayang" gumam Mia bahagia.

__ADS_1


Mia menarik semua uang yang d ATM nya dan siap untuk menghabiskannya.


__ADS_2