Diary Pelakor

Diary Pelakor
Semakin Lengket


__ADS_3

Suatu sore Tante menelfon Lili dan bertanya tentang Mia, Lili kebingungan menjawa pertanyaan Tante. Tante mengatakan bahwa ada seseorang yang bertanya tentang Mia. Seseorang wanita yang menurut Tante belum pernah di kenal Mia. Lili juga terheran mendengar penjelasan Tante mengenai wanita tersebut. Tante tidak mengatakan secara spesifik tentang wanita itu. Tante hanya merasa bahwa wanita itu sedang mencari tahu tentang Mia.


*


Dari media sosial yang sering di postingnya, Mia terlihat sedang menggeluti usaha baru yaitu make up wisuda. Dari pengalaman make up yang Mia lakukan saat dulu bekerja dengan Sofi, sekarang Mia dapat membuka usaha kecil-kecilan dengan memulai dari make up wisuda. Mia sering memposting hasil make up nya di media sosial. Mia berharap akan banyak yang menyukai dan membooking untuk di make up in olehnya.


" Mas ! aku mau buka usaha make over sendiri" ucap Mia pada Alan suatu hari.


" Bagus itu, mas setuju saja" kata Alan mendukung usaha pacarnya.


" Mas akan bantu kamu dengan membeli semua keperluan kamu untuk membuka tempat makeover" ucap Alan menyemangati Mia.


Mia semakin semangat membuka usaha make over, di tambah lagi dengan dukungan dan bantuan yang akan dia dapatkan dari Alan. Mia menatap Alan dengan penuh cinta seolah dia bangga mendapatkan pacar seperti Alan.


Mia menelfon Lili dan mengatakan bahwa dia akan ke rumah Lili, Mia datang dengan di antar oleh Alan. Alan selalu siap kapanpun dibutuhkan oleh Mia. Perselingkuhan mereka yang berawal dari main-main sekarang berubah jadi benar-benar cinta.


" Kemarin aku jalan-jalan sama mas Alan, aku menceritakan padanya bahwa aku akan membuka usaha make over. Mas Alan sangat setuju dan akan membantuku kak. Aku senang sekali dan tidak sabar menunggu mas Alan membelikan semua keperluan make up" ucap Mia pada Lili.


Lili mendengar setiap oceha Mia, Mia menceritakan semua pembicaraannya dengan Alan. Mia juga menceritakan tentang istri Alan yang belum tahu bahwa Alan memiliki selingkuhan.


" Bagaimana jika istrinya nanti tahu hubungan kalian?" tanya Lili.


" Mas Alan tinggal pilih saja, mau sama istrinya yang sudah tua atau sama aku yang masih cantik dan muda" ucap Mia angkuh.


" Kamu juga bakal tua Mia, jika dia memilihmu maka suatu saat nanti dia juga akan meninggalkanmu karena wanita lain yang lebih muda" ucap Lili menasehati Mia.


" Nanti saja di pikirkan." ucap Mia cuek.

__ADS_1


**


Mia semakin sering bertemu dengan Alan. Alan yang dulunya lebih mementingkan pekerjaan, sekarang lebih mendahulukan Mia. Alan sudah jarang pulang ke rumah istrinya, Alan mengatakan pada istrinya bahwa dia akan lembur di kantornya. Istri Alan yang malang sangat mempercayai suaminya. Tidak ada kecurigaan sedikitpun dari istri Alan.


Mia sangat senang dengan sikap Alan yang semakin peduli padanya. Alan sering antar jemput Mia kemanapun Mia pergi. Alan juga mau menemani Mia untuk melakukan perawatan di salon. Semua dilakukan Alan untuk menyenangkan hati Mia.


***


Minggu pagi ada acara balap mobil di sebuah arena racing di dekat kantor Alan. Alan meminta Mia untuk datang ke acara tersebut agar mereka bisa bertemu di sana. Alan tidak bisa menjemput Mia karena istri Alan juga datang untuk menonton acara tersebut.


Alan : Dek !! kamu datang sendiri saja ya, mas tidak bisa jemput. Istri mas minta ikut jadi mas pergi sama istri.


Alan memberitahu Mia lewat WA bahwa dia tidak bisa menjemput Mia. Melihat pesan dari WA yang dikirimkan Alan membuat hati Mia kesal. Tapi Mia tetap membalas dengan lembut agar Alan tidak tahu sifat Mia yang sesungguhnya.


Mia : Iya sayang... nanti kita ketemu di sana ya..


Lili tidak fokus dengan balapan yang ada di depan matanya. Anak Lili bersorak-sorak sambil menarik-narik baju Ibunya agar melihat apa yang di lihatnya. Lili sedang asik memperhatikan tingkah Mia yang sengaja mondar mandir di depan Alan dan istrinya.


" Kasihan sekali istrinya, harusnya dia tahu bahwa suaminya tidak setia" gumam Lili dengan mata terus memperhatikan ke arah Mia dan Alan.


Alan dan Mia mencuri-curi pandang, mereka berdua saling menatap bahkan di depan istri Alan. Istri Alan sibuk dengan anaknya yang minta di belikan es krim coklat. Alan sedikitpun tidak mendengar jeritan anaknya, Alan larut dalam dunia yang diciptakan oleh mereka sendiri.


Lili memasang muka masam saat melihat tingkah Mia dan Alan. Lili sangat tidak suka melihat sifat Mia yang sudah sangat berani bahkan di depan istrinya Alan.


Wajah Mia terpancar kebahagiaan saat melihat Alan terus menatap dirinya. Alan sedikitpun tidak melihat ke arah istrinya. Alan terpukau dengan wajah Mia yang mirip India.


****

__ADS_1


Keesokan harinya, Mia diantar pulang oleh Alan. Mia sangat senang jika Alan mengantarnya naik mobil. Mia tidak suka jika harus pulang naik kendaraan umum atau menumpang sama saudaranya.


" Aku pikir mas tidak akan mengantarku" ucap Mia saat sudah berada dalam mobil.


" Tidak mungkin aku akan membiarkan bidadariku naik angkutan umum" puji Alan.


Mia tertawa penuh kebahagiaan mendengar pujian yang keluar dari mulut Alan. Alan tersenyum melihat Mia teryawa dengan senangnya.


" Mas aku mau tanya sesuatu" ucap Mia lagi.


" Tanya saja sayang" kata Alan lembut.


" Mas lebih mencintaiku atau istri mas?" tanya Mia dengan serius. Mia menatap Alan yang sedang mengendarai mobil sambil berfikir.


" Mas cinta sama kamu sayang, tapi mas sayang sama istri mas. Dia wanita yang baik seperti yang dulu mas bilang. Jika seandainya kamu duluan yang mas kenal, mungkin mas akan menikah dengan kamu bukan dengan dia" ujar Alan.


Mia mengerti apa yang di maksudkan Alan. Mia hanya tersenyum lirih dan kembali menatap jalanan yang penuh dengan debu. Perjalanan yang panjang saat mereka berdua hanya diam dalam lamunan masing-masing.


" Aku ingin dia hanya mencintaiku" ucap Mia dalam hati.


Tidak lama kemudian Mia sampai di rumahnya. Seperti biasa rumah Mia tidak ada orang, orang tua Mia sedang keluar dan adik-adik Mia sedang bermain dengan teman-temannya.


" Mas mau mampir? di rumah tidak ada orang" kata Mia saat membuka pintu mobil hendak turun.


" Lain kali saja sayang, mas harus pulang karena tadi anak mas minta di kawanin beli buku" ujar Alan.


Mia melambaikan tangan melepas kepergian Alan.

__ADS_1


__ADS_2