
Mia tidak bisa tidur dan terus menunggu kepulangan Rendi. Mia merasa gelisah dan membolak-balikan badannya di kasur. Terkadang dia berjalan menuju jendela berharap Rendi pulang. Sesekali Mia berlari menuju jendela saat mendengar ada mobil yang lewat dan kenyataan yang di dapat adalah mobil tetangga.
" Sudah tengah malam kenapa mas Rendi belum pulang?" Mia terus gelisah hingga dia mendengat bunyi pintu pagar yang di buka dan masuk sebuah mobil ke garasi rumah tempat tinggalnya.
" Mas Rendi ! " Mia meloncat dari tempat tidurnya dan mengintip dari balik tirai jendela kamarnya.
Rendi memasukkan mobilnya ke garasi kemudian menutup pintu pagar rumahnya. Mia hanya melihat Rendi dengan lega karena sudah berada di rumah. jam sudah menuju pukul tiga malam.
" Kemana saja mas Rendi, kenapa pulangnya hampir pagi begini ?" gumam Mia.
*
Keesokan harinya Rendi belum bangun padahal jam sudah menuju pukul 11 siang, Mia mondar mandir di dapur menunggu Rendi keluar dari kamarnya. Shela dari sejak pukul 8 sudah keluar entah kemana.
" Lama sekali mas Rendi bangun " Mia semakin cemas menunggu Rendi untuk bertanya tentang apa yang di lakukannya tadi malam.
Pintu kamar Rendi terbuka, Rendi keluar hanya mengenakan handuk dan bertelanjangkan dada. Rendi menuju garasi mobil hendak memanaskan mobilnya.
" Mas !" sapa Mia dari dapur.
" Ya !" dengan wajah cuek Rendi menoleh ke arah Mia.
" Semalam kemana? aku menunggu mas pulang " ucap Mia pelan.
__ADS_1
" Aku lembur di kantor, kamu tidak perlu menunggu ku pulang." ucap Rendi.
" Shela pergi kemana?" tanya Rendi pada Mia yag hendak naik ke kamarnya.
" Aku tidak tahu mas, pagi-pagi sekali sudah pergi"
" Harusnya kamu tahu " Rendi kemudian berlalu dari hadapan Mia.
**
Mia merasa ada yang aneh dengan sikap Rendi, sikap dingin yang ditunjukan selepas pulang telat membuat Mia berpikir ada yang salah dengan Rendi.
Hp Mia berbunyi dan Mia cepat-cepat mengangkat.
" Rendi itu milik aku dan kami akan segera menikah, jadi aku harap kamu segera angkat kaki dari rumah Rendi" ucap sebuah suara perempuan dari dalam HP.
Belum sempat Mia menjawabnya, wanita tersebut sudah mematikan HP nya. Mia kesal bukan main, Mia membanting HP nya di tempat tidur hingga terpental ke lantai.
" Kurang ajar, siapa perempuan itu ? apa suruhan Shela ? " pikir Mia.
Mia sangat marah pada wanita yang baru saja menghubunginya. Mia merasa kepanasan dan gerah padahal AC di kamarnya di setel no 18 °C.
Mia berjalan menuju balkon kamarnya yang menghadal keluar. Seberang rumah Rendi ada seorang wanita berbaju merah sedang memegang HP seakan baru saja menghubungi seseorang. Wanita itu melihat ke arah Mia dengan wajah sinis.
__ADS_1
" Siapa dia ? apa dia yang baru saja menelfonku ? Aku yakin, dia pasti suruhannya Shela." Mia merasa Shela ingin menghancurkan hubungannya dengan Rendi karena Shela tidak ingin berpisah dengan suaminya.
Tidak lama mobil Shela masuk ke garasi rumah dan sempat menyapa wanita yang berbaju merah tadi.
" Benar kan, aku yakin sekali. Buktinya Shela menyapa wanita itu dengan sangat ramah" Mia berbicara sendiri.
Mia turun dari kamarnya dan menuju ke kamar Shela. Mia menggedor-gedor pintu kamar Shela dan menyuruh Shela keluar.
" Mia kamu tidak sopan ya ? kenapa kau gedor-gedor pintu kamarku seperti orang gila?" Ucap Shela marah.
" Kau tega padaku Shela, kau ingin hubungan aku dan mas Rendi hancur kan ?" teriak Mia pada Shela.
" Apa kau bilang ? " Shela menampar wajah Mia.
Mia ingin membalas tamparan Shela namun tangannya di pegang oleh Rendi.
" Dia menamparku mas ! " Mia berteriak dengan marahnya.
" Pergi kamu dari sini ! " ucap Rendi sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
" Mas mengusirku ? " Air mata Mia menetes di pipinya.
" Iya " ucap Rendi.
__ADS_1