Diary Pelakor

Diary Pelakor
Papi Sakit


__ADS_3

Mia bergegas ke rumah sakit saat ambulan sudah membawa Papinya lebih dulu. Mia membawa segala keperluan Papi saat di sana. Mami membawa surat-surat untuk bebas biaya rumah sakit. Semenjak keluarga Mia jatuh Miskin, Mereka harus menggunakan BPJS agar bisa berobat secara gratis di rumah sakit.


Papi Mia menderita penyakit Kanker Otak, Mia sangat khawatir jika Papinya tidak bisa di selamatkan karena sakitnya sudah sangat lama. Mia masih ingat saat mereka masih kaya dulu, Papi sering berobat keluar negeri agar penyakitnya cepat sembuh. Namun penyakit Papi belum juga sembuh hingga sekarang. Yang ada hanya rasa nyeri yang berkurang di kepala Papi.


Papi sering mengeluh saat sakit dan membuat Mami kebingungan. Dulu Papi mengambil obat mahal dari dokter terkenal dan nyerinya sedikit berkurang. Selama keluarga Mia jatuh miskin, Papi sudah tidak punya stok obat lagi dan membuat Papi meraung-raung kesakitan tiap malam.


*


Mia menuju ke rumah sakit yang tidak jauh dari rumahnya. Perjalanan ke rumah sakit hanya memakan waktu 10 menit. Mia mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 80 km/jam. Mia berharap bisa cepat sampai jika dia bisa lebih cepat.


" Mi.. ! Papi masih di IGD ?" tanya Mia pada Maminya saat dia baru sampai di rumah sakit tersebut.


" Masih, sebentar lagi mau di masukkan ke ruangan" ucap Mami cemas.


Mia duduk di kursi tunggu di depan ruang IGD. Mami menemani Papi di dalam sambil berbicara dengan dokter tentang penyakit Mami. Mia hanya mengintip dari balik kaca pintu rumah sakit sambil duduk menunggu Papi di bawa ke ruangannya.


Setelah beberapa lama kemudian Papi di bawa ke ruangannya, Mami dan Mia mengikuti dari belakang. Papi terlihat makin kurus dan pucat.


" Apa Papi bisa sembuh ya?" pikir Mia cemas.


Papi di bawa ke ruang mawar, ruangan khusus untu penderita kanker otak. Hanya tersedia satu kasur di situ yang menunjukan bahwa Papi tidak berbagi kamar dengan yang lain.


" Apa Papi akan di operasi ?" tanya Mia pada Mami.


" Tunggu keputusan dari Papi, dokter bilang kemungkinan Papi bisa hidup tinggal 30%. Kanker Papi dah stadium akhir" Ucap Mami sambil meneteskan air matanya.


Mia tidak bisa menahan air matanya, dia masuk ke kamar mandi dan menangis. Mia tidak ingin Papi melihatnya menangis, Mia ingin terlihat tegar meski Papi sudah tidak bisa diselamatkan lagi.


**


Tante dan Lili datang setelah beberapa saat kemudian. Rasa cemas akan keadaan Papi Mia tampak di raut wajah Tante dan Lili. Suami Tante dan Suami Lili berada di luar karena ruangan Papi Mia tidak muat untuk mereka semua.

__ADS_1


Mia keluar dari kamar mandi dan melihat Tante dan Lili sudah berada di dekat Papi. Tante melihat ke arah Lili dengan tatapan kecewa dan Lili hanya fokus melihat ke arah Papi Mia yang sudah sangat kurus.


" Apa masih ada harapan?" tanya Tante pada Mami.


" Semoga saja bisa, cuma belum tahu nantinya." Ucap Mami sambil tersedu-sedu.


Papi hanya diam di tempat tidurnya melihat keluarganya bersedih mengetahui keadaannya. Mami terus berada di samping kanan Papi dan Tante di samping kirinya.


" Sudah berobat keluar negeri kenapa bisa kambuh lagi? tanya Lili kemudian.


" Obat yang dari sana sudah habis, makanya sakit lagi" ucap Mia.


Semua terdiam mendengar penjelasan Mia, Pihak keluarga tahu bahwa dulu keluarga Mia masih sanggup membeli obat mahal sekalipun. Tapi sekarang mereka harus berhemat dalam hidup karena krisis ekonomi dalam keluarganya.


Mia keluar dari ruangan Papi meninggalkan keluarganya di sana. Mia menghubungi Alan yang sedang bertugas di kantornya.


" Mas ! Papi sakit " Ucap Mia sambil menangis.


" Kanker otak stadium akhir" Mia terus menangis sambil menelfon Alan, Mia tidak tahu harus mengadu kemana.


" Apa yang bisa mas bantu?" tanya Alan.


" Saat ini belum ada, tapi nanti belum tahu mas" ucap Mia sedih.


" Kamu sabar ya sayang" ucap Alan.


Tidak berapa lama Mia mematikan telfonnya. Mia berfikir sendiri bagaimana caranya dia mencari uang agar bisa membeli obat buat Papi. Mia juga cemas akan tagihan bulan ini yang belum dibayarnya.


" Ada saja masalah yang buat aku pusing" gumam Mia sambil bersandar di tembok ruangan Papi bagian depan.


***

__ADS_1


Tante dan Lili keluar dari ruangan Papi, Tante melihat Mia sedang memegang HP dan berdiri di tembok dekat pintu.


" Kamu lagi apa?" tanya Tante seakan kesal.


" Telfon teman" ucap Mia.


" Teman yang mana?" Tanya Tante lagi.


" Ya temanlah Nte, udah aku mau lihat Papi dulu" ucap Mia memotong pembicaran mereka.


" Kamu masih sayang sama Papi mu?" tanya Tante kesal.


" Tante kenapa marah-marah? " ucap Mia dan terus berlalu masuk ke ruangan Papinya.


Tante terlihat kesal dengan sikap Mia yang tidak pernah mau mendengar nasehat. Tante dan Lili pergi meninggalkan rumah sakit tempat Papi Mia di rawat.


****


Malam harinya Mia pulang ke rumah, Papi di jaga oleh Mami dan Mia bersama Egi di rumah. Mia merasa suntuk di rumah sendirian, Mia berniat hendak keluar nongkrong dengan teman-temannya namun niatnya diurungkan mengingat Papi masih di rumah sakit dan Mia tidak ingin para tetangga menganggapnya senang melihat Papi nya sakit.


Mia hanya terbaring di kamar dengan HP melekat di tangan seperti biasa. Mia membuka media sosial hanya sekedar kepo tentang hidup orang lain.


Cepat sembuh Papi, kami menyayangimu.


Mia menulis status saat itu sebagai gambaran isi hatinya. Mia berharap Papi segera sembuh dan pulang ke rumah mereka. Keadaan Papi yang semakin parah membuat Mia merasa bahwa hidup Papi sudah tidak lama lagi. Mia semakin larut dalam kesedihannya saat mengetahui bahwa hutang mantan suaminya belum lunas.


" Mas Alan lagi apa ya?" pikir Mia.


Mia ingin menghubungi Alan tapi takut jika Alan sedang bersama istrinya. Mia sebenarnya ingin meminta uang dari Alan namun Mia tidak berani mengungkapkannya.


" Aku tidak mau mas Alan menganggap aku cewek matre" gumam Mia.

__ADS_1


Mia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Alan. Mia menunggu waktu yang tepat untuk meminta uang dari Alan. Mia kemudian mengganti baju tidur karena malam sudah larut. Besok pagi-pagi sekali Mia harus ke rumah sakit untuk gantian jaga Papi. Mia menggunakan baju tidur warna ungu dan siap menuju ke alam mimpinya


__ADS_2