
Rendi mengatakan pada Mia bahwa Shela akan pulang dan menetap untuk sebulan, Rendi meminta Mia agar sabar dan bersikap layaknya asisten rumah tangga. Mia mengiyakan kemauan Rendi agar hubungan mereka tidak di ketahui oleh Shela.
Pagi hari Mia melihat ada beberapa barang Shela yang baru di antar oleh mobil pengantar barang. Mia berpura-pura tidak melihatnya dan terus menuju dapur untuk mencuci piring dan memasak sarapan.
" Mau masak apa?" tanya Shela tiba-tiba muncul di dapur.
" Nasi goreng nyonya! " ucap Mia sopan.
" Sini aku bantu masakin" ucap Shela ramah.
Sikap Shela terhadap Mia sangat baik sehingga Mia merasa bahwa yang membantunya masak hari itu bukanlah Shela. Mia merasa tidak enak pada Shela yang sangat baik dan bercanda dengannya. Shela bercerita tentang masa lalunya saat SMA dan cerita-cerita lain yang lucu menurutnya. Mia hanya mendengar dan ikutan tertawa jika ada hal yang lucu.
" Apa dia kesurupan sehingga hari ini dia baik sekali padaku" pikir Mia.
Shela terus membantu Mia hingga siap, Shela kemudian meminta Mia agar makan bersama dia dan Rendi pagi itu sehingga membuat Rendi terheran-heran melihat sikap Shela.
" Ada apa ini sayang?" tanya Rendi pada istrinya.
" Tidak ada salahnya jika kita baik pada Mia, dia selama ini sudah membantu kita dan menyiapkan makanan untukmu setiap hari. Aku sangat berterima kasih pada Mia karena sudah menjadi ART yang baik" ucap Shela sambil melihat ke arah Mia dan tersenyum padanya.
Rendi terlihat takut melihat perubahan sikap Shela yang dulunya angkuh dan kasar tiba-tiba menjadi baik dan ramah. Rendi terus melihat ke arah istrinya yang menghabiskan nasi gorengnya sambil berbicara ramah pada Mia.
Mia menjadi serba salah, dulunya Mia sangat kesal pada Shela, namun saat melihat Shela berubah baik begini membuat Mia jadi tidak tega untuk menyakitinya.
*
Shela mengajak Mia berbelanja di Mall, Shela meminta Mia agar berpakaian yang layak dan bukan sebagai pembantu. Mia yang tadinya ingin mengenakan daster kemudian mengganti bajunya dengan baju yang lebih bagus dan elegant.
" Kamu cantik !" ucap Shela sambil tersenyum.
Mia dan Shela di antar oleh Rendi ke sebuah Mall yang tidak jauh dari rumah mereka. Rendi menurunkan mereka di depan Mall dan mereka berdua masuk ke Mall sambil bergandengan tangan.
Melihat sikap Shela yang aneh membuat Mia menjadi takut pada Shela. Mia merasa keanehan ini adalah sebuah cara agar Shela bisa menyingkirkannya, namun hati kecil Mia juga mengatakan bahwa mungkin saja Shela memang benar-benar ingin berubah.
__ADS_1
" Ayo kita beli baju, kamu boleh pilih baju mana saja yang kamu suka. Aku akan marah kalau kamu tidak mau beli" ucap Shela pada Mia.
" Tapi saya tidak punya uang Nyonya..!" ucap Mia.
" Mulai sekarang jangan panggil aku Nyonya, panggil aku ' Shela' saja. Aku akan bayar semua belanjaan kamu hari ini" ucap Shela sambil mengambil beberapa baju dan membawanya ke kamar pas.
Mia kemudian memilih beberapa baju yang di sukainya dan di bawa ke kamar pas untuk di coba. Mereka juga berbelanja sepatu, tas dan kosmetik. Shela terlihat bahagia sedangkan Mia merasa aneh sendiri dengan sikap Shela.
Shela mengajak Mia makan sehabis berbelanja, mereka makan es krim bersama seperti layaknya sahabat.
" Kenapa Nyonya tiba-tiba baik pada saya?" tanya Mia saat sedang menikmati es krimnya.
" Jangan panggil aku Nyonya, aku tahu kamu bukan pembantu. " ucap Shela.
" Maksudnya?" tanya Mia.
" Aku sudah tahu semua tentang kamu, aku suruh orang untuk memata-matai kamu dan mencari tahu tentang kamu" ucap Shela datar.
Mia merasa gemetaran dengan pernyataan Shela, Mia sangat takut sehingga dia ingin mengambil hp nya dan menelfon Rendi bahwa istrinya sudah tahu tentang hubungan mereka.
Mia tidak tahu harus bersikap seperti apa, pernyataan Shela sangat dipahami oleh Mia. Mia ingin bertanya lagi namun dia merasa bersalah dan takut jika kata-katanya malah membuat Shela marah.
" Apa kamu bingung dan takut?" tanya Shela.
" Iya.. aku tidak mengerti maksud semua ini" ucap Mia.
" Aku akan jelaskan nanti padmu saat kita di rumah, aku akan kasih tahu tentang Rendi dan semua kelakuan jahatnya selama ini. Kamu jangan mudah percaya padanya, dia sudah menghancurkan hidup aku dan membuat aku menderita selama ini" jelas Shela.
" Aku tahu bahwa kamu bukan pembantu, tapi simpanan suami aku!" tegas Shela.
" Maafkan aku !!" kata Mia memelas.
" Ayo kita pulang, kita bicara di kamar kamu nanti. Aku harap kamu tidak memberitahukan Rendi, karena jika dia tahu, bukan hanya aku yang rugi tapi juga kamu." jelas Shela.
__ADS_1
**
Sesampai di rumah, Shela dan Mia masuk ke kamar Mia untuk bicara. Saat itu Rendi sedang tidak ada di rumah, mereka bisa berbicara leluasa tanpa diketahui oleh Rendi.
" Aku memang sering keluar negeri, tapi selama ada kamu dalam hidup Rendi, aku tidak ke sana lagi. Aku mengintai kalian dan membayar beberapa orang untuk mencari tahu tentang kamu dan latar belakang kamu serta apa yang kamu lakukan dengan Rendi. Semua ini tidak diketahui oleh Rendi, saat ini aku tidak pura-pura baik padamu, aku hanya ingin kamu tahu siapa Rendi sebenarnya." jelas Shela panjang lebar.
Mia hanya terdiam mendengar penjelasan panjang lebar dari Shela, Mia tidak tahu harus percaya pada siapa, antara Rendi dan Shela, dua-duanya membuat Mia bingung. Rasa cinta yang tumbuh dalam hati Mia pada Rendi membuat Mia sedikit berpihak pada Rendi sehingga membuat Mia merasa bahwa semua perkataan dan pernyataaan Shela merupakan cara Shela menyelamatkan rumah tangganya.
" Aku menikah dengan Rendi 15 tahun yang lalu." Shela memulai ceritanya.
" Rendi bukanlah orang yang seperti kamu lihat saat ini, dia adalah laki-laki tampan namun pengangguran. Aku mengenalnya saat mobilku mogok di tengah perjalananku ke rumah orang tuaku. Rendi menolongku dan kami menjalin hubungan hingga kami menikah. Orang tuaku tidak setuju dengan hubungan kami sehingga aku meninggalkan rumah hanya demi Rendi. Setelah kejadian itu orang tuaku memberi restu pada hubungan kami sehingga kami sah menjadi suami istri"
Shela menghela nafas dan melanjutkan ceritanya.
" Tahun pertama pernikahan kami, sifat asli Rendi tercium. Dia sering menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Dia sering main perempuan dan main judi dengan teman-temannya. Saat aku mengetahui hal itu, aku memutuskan untuk tidak punya anak agar kelak jika kami berpisah, tidak ada anak yang akan tersakiti. Kami sering bertengkar dan Rendi selalu mengancam akan meninggalkanku." ucap Shela sambil menangis.
" Apa kamu takut kehilangan Rendi?" tanya Mia yang simpati pada ceritanya.
" Tentu saja tidak setelah aku tahu bahwa selama ini dia hanya mengincar harta orang tuaku. Akan tetapi orang tua Rendi sangat baik padaku, mereka meminta aku untuk bersabar dalam menghadapi anaknya. Aku mengikuti kemauan orang tuanya yang membuat aku menderita selama 15 tahun ini." Shela meneguh air untuk membasahi tenggorokannya yang kering.
" Rendi sangat sering menyimpan wanita lain di belakang aku, dia menganggap aku bodoh dan tidak tahu semua ini. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menendangnya keluar dari rumahku."
Mia menjadi gelisah jika dia memilih Rendi untuk menjadi pendamping hidupnya.
" Jika Shela mengusirnya tanpa memberikan apa-apa, itu sama saja aku hidup denga pria miskin yang tidak berguna" pikir Mia.
" Saat melihat kamu, aku menyuruh seseorang untuk mencari tahu tentang kamu dan latar belakang kamu. Setelah mengetahui semuanya ada rasa kesal dan kasihan padmu, aku tidak suka sikapmu yang tega menghancurkan hidup orang lain demi kebahagiaanmu sendiri dan aku kasihan padamu karena kamu sudah jadi korban selanjutnya" Shela melihat Mia dengan wajah datar.
" Berapa orang korban Rendi?" tanya Mia penasaran.
" Aku tidak tahu, yang aku tahu Rendi punya anak dari beberapa simpanannya dan semua simpanannya di campakkan begitu saja. Rendi lebih memilih aku karena aku punya uang dan harta yang berlimpah" ucap Shela dengan senyum sinisnya.
***
__ADS_1
Mia tidak begitu yakin dengan cerita Shela, dia berharap semua cerita Shela merupakan kebohongan semata. Mia sangat ingin bertanya pada Rendi namun Shela melarangnya, Shela meminta Mia agar berpura-pura tidak tahu dan terus menjadi simpanannya Rendi.
" Aku sangat bingung, siapa yang berbohong di sini??" gumam Mia.