Diary Pelakor

Diary Pelakor
Suntuk


__ADS_3

Hanya seminggu Shela berada di rumah yang di tempati oleh Mia, Shela kemudian kembali ke Inggris dengan di antar oleh suaminya ke bandara. Mia hanya menunggu di rumah dan sebelum Shela pergi sempat berpesan pada Mia agar selalu menjaga jarak dari suaminya.


" Kamu jangan sering sekali turun, jika Tuan tidak panggil, jangan turun!" seru Shela pada Mia.


" Iya Bu"


" Nyonya!!" jelas Shela.


Mia semakin kesal dengan sikap Shela yang sangat sombong padanya, Mia juga kesal pada Rendi yang sudah membuatnya terjebak dalam hidup yang serba salah ini.


" Katanya rumah ini untuk aku, tapi nenek sihir itu juga tinggal di sini. Mas Rendi tidak bisa di percaya" Mia berbicara dalam hati.


Shela dan Rendi kemudian pergi meninggalkan Mia sendiri di rumah. Mia mengunci pintu untuk memastika bahwa Shela tidak melihatnya sedang menari-nari kegirangan saat dia pergi dari rumah itu.


" Akhirnya pergi juga, aku sudah muak melihat dia" ucap Mia pada diri sendiri.


Sambil menari-nari, Mia kembali ke kamarnya. Mia terkadang berfikir bagaimana caranya agar dia bisa menaklukan hati Rendi, Mia sangat ingin menyingkirkan Shela dari hidupnya.


" Aduuuhhh... aku pikir mas Rendi yang kaya, ternyata si nenek sihir itu" ucap Mia lagi.


Mia merasa tersaingi dengan Shela, Shela cantik dan kaya raya, sedangkan Mia sudah tidak kaya lagi.


*


Malam harinya Rendi tidak pulang, Mia sendirian di rumah. Mia mengintip keluar lewat jendela kamarnya yang memang menghadap ke jalan. Suasana di jalan sepi, yang ada hanya tetangga yang satu dua datang dan pergi entah kemana. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, mungkin saja mereka sedang sibuk atau menyibukkan diri.


" Sepi sekali jalanan, apa tetangga pada keluar semua?" gumam Mia.


" Ya ampun, ini malam minggu" seru Mia.

__ADS_1


Mia teringat saat dia belum kenal dengan Rendi, setiap malam minggu dia bisa jalan-jalan dan nongkrong dengan teman-temannya atau kenalan barunya. Kini Mia mendekam bagai dalam penjara, tidak ada orang yang bisa di ajak bicara dan tidak ada yang bertanya tentang dirinya, seolah Mia sudah lenyap di telan Bumi.


" Kalau begini terus aku bisa mati kesepian, bukankah biasanya selingkuhan lebih di sayang ketimbang istri sendiri?" gumam Mia.


Mia makan tidur di kamarnya, jika sudah bosan dia akan turun dan mencari sesuatu lagi untuk di makan. Mia merasa bosan sendiri karena Rendi tidak mengijinkannya keluar rumah.


" Apa sebaiknya aku pergi saja sebentar, lagian mas Rendi tidak ada. Tapii... jika nanti tiba-tiba datang dan tahu aku keluar, aku pasti akan di usirnya." Mia berpikir sejenak kemudian memutuskan untuk tidak kemana-mana.


**


Berhari-hari Rendi tidak datang mengunjunginya, Mia sendirian di rumah mungil pemberian Rendi. Terkadang Mia merasa bahwa Rendi tidak benar-benar ingin menjadikannya selingkuhan tapi ingin mencari pembantu. Mia tidak tahu apa yang telah terjadi pada hidupnya, sekarang dia terjebak dalam hidup yang tidak pasti.


Dalam kesendiriannya di rumah barunya, Mia teringat dengan keluarga yang di tinggalkannya, Mia teringat Papi yang masih sakit, Egi yang keluyuran tidak jelas dan Zul yang masih mendekam di penjara. Terkadang juga Mia teringat dengan Robert yang sudah membuatnya begini, Mia menjadi frustasi dengan masalah yang di hadapinya.


" Aku ingin Ke rumah Kakak" Mia teringat dengan Lili yang selalu menjadi tempat dia untuk menceritakan keluh kesahnya.


Mia mondar mandir dalam rumah tanpa tahu harus berbuat apa, dia hanya bisa mendengar suara orang-orang di luar rumahnya atau suara tetangganya yang sedang memanggil abang tukang sayur yang biasa lewat. Stok makanan dalam kulkas menipis dan ingin rasanya Mia keluar untuk berbaur atau hanya sekedar untuk menghirup udara segar.


Ketiadaan Rendi di rumah membuat Mia curiga, pasalnya Rendi yang dulu ingin menjadikannya simpanan malah jarang sekali datang menemuinya. Jika sudah bertemu, Rendi bahkan tidak pernah menyentuhnya sedikitpun.


Mia kemudian menghubungi Rendi dan menanyakan alasan dia tidak datang dan dia ingin di bawakan makanan pokok yang hampir habis. Keesokan harinya salah satu asisten kepercayaan Rendi datang membawa kebutuhan Mia dan mengatakan bahwa Rendi sedang sibuk, asisten tersebut kemudian meninggalkannya kembali, Mia tetap saja tidak bisa bertemu Rendi sehingga dia harus bersabar hingga Rendi sendiri yang datang ke rumah yang di tempatinya itu.


***


Hampir sebulan Rendi tidak datang bahkan tidak menghubunginya, Mia merasa sangat bosan sehingga dia memutuskan untuk keluar pada saat malam. Mia menaiki sebuah taksi yang di pesannya melalui online dan menuju ke rumah Lili.


Sesampainya di rumah Lili, Lili sangat terkejut dengan kehadiran Mia yang tiba-tiba. Mia menceritakan pada Lili bahwa dia tidak ke malaysia melainkan tinggal di rumah seorang pria kaya yang menyewanya menjadi simpanan. Lili sangat kecewa dengan tindakan Mia dan menasehati Mia agar bisa kembali pada keluarganya, namun Mia merasa sudah terlanjur berbuat sehingga dia akan pulang jika hutangnya sudah lunas.


" Aku harus kembali kak, cuma kakak yang tahu ini semua, tolong rahasiakan ya!" Mia berpamitan dan kembali ke perumahan tempat dia tinggal dengan Rendi.

__ADS_1


Setibanya di rumah Mia langsung mengunci pintu dan masuk ke kamarnya, tidak lama kemudian Rendi datang dan menuju ke kamar Mia.


" Apa kamu sudah tidur? " tanya Rendi saat melihat Mia sudah mengenakan baju tidurnya.


" Tidak, aku baru saja menonton dan tiba-tiba mas datang" ucap Mia.


" Iya, akhir-akhir ini aku sibuk dan tidak bisa kemari." Rendi kemudian berbalik badan hendak meninggalkan Mia.


" Tunggu!" kata Mia.


" ya?" Rendi melihat le arah Mia.


" Apa maksudnya hubungan kita ini? " tanya Mia.


" Maksud bagaimana?" tanya Rendi.


" Aku merasa mas buat aku bagai pembantu bukan selingkuhan" seru Mia dengan nada marah.


" Aku menggaji kamu kan!" ucap Rendi memotong kata-kata Mia.


" Apa maksudnya?" tanya Mia.


" Begini Mia, aku sedang capek dan aku ingin istirahat, jadi jangan berdebat denganku seakan kamu itu istriku" ucap Rendi tegas.


Mia tidak habis pikir bahwa Rendi sedingin itu padanya. Rendi tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia menyukai Mia, Rendi terlalu tertutup dan gampang marah.


Mia menangis saat Rendi sudah turun ke kamarnya, Mia sangat tidak suka jika dia harus nurut pada pria yang menjadi pendampingnya.


" Untung dia tidak tahu bahwa aku tadi keluar" gumam Mia.

__ADS_1


Mia mengambil selimut dan membenamkan diri di dalamnya, malam semakin larut dan dia ingin agar besok hidupnya akan berubah.


__ADS_2