
Jawaban dari ajakan Alan untuk menikah siri dengannya belum di berikan oleh Mia. Mia masih memikirkan jawaban yang tidak akan membuatnya rugi. Mia berharap bisa menemukan laki-laki lain yang lebih baik dari Alan, nyatanya dia semakin terjerat dalam hubungan terlarang dengan Alan.
Mia sadar bahwa dirinya tidak bisa meninggalkan Alan karena Alan sangat pengertian soal uang dan perhatian. Meskipun banyak laki-laki yang mendekatinya akhir-akhir ini, tapi Mia belum menemukan sosok laki-laki yang royal dan berjabatan tinggi. Mia merasa kesal pada dirinya sendiri seakan kecantikannya tidak berguna jika dia tidak bisa menjadi istri pejabat.
" Kalau tidak bisa jadi istri pejabat, aku akan jadi simpanan nya saja" pikir Mia.
Mia seolah mengatakan pada diri sendiri bahwa dia akan rela dijadikan istri siri oleh Alan atau oleh siapapun yang memiliki jabatan tinggi. Mia sangat ingin di pandang terhormat karena memiliki pendamping hidup yang mapan.
*
Mia bangun tidur jam 10, karena hari libur jadi dia sengaja bangun telat untuk memanjakan dirinya. Mia melihat ada pesan yang masuk dari Alan, Alan ingin belanja dengan anaknya di mall, Alan ingin Mia ada di sana agar dia bisa memperkenalkan Mia pada anaknya. Mia merasa ini adalah kesempatan yang baik baginya untuk mendekati anaknya Alan. Mia berharap suatu saat nanti jika tidak ada pilihan lain maka dia akan siap menjadi istri siri Alan.
Mia seperti mendapat energi baru dalam hidupnya. Mia menghubungi salah satu temannya agar menemaninya ke mall hari ini. Mia tidak memberitahukan pada temannya maksud dan tujuan dia ke sana. Mia tidak mau ada yang tahu bahwa dia akan bertemu dengan Alan di sana.
" Jika anaknya senang padaku, aku bisa dengan bebas bertemu Mas Alan. Tapi aku yakin anaknya pasti senang padaku, secara aku kan cantik. hihihihi...." guman Mia sambil tertawa kecil.
Mia segera merapikan tempat tidurnya dan bersiap-siap ke mall. Sebentar lagi teman Mi akan menjemputnya di rumah. Mia memilih baju yang menurutnya cantik dan tampak elegant.
Mia mengenakan baju yang bermotif macan tutul dengan celana jean hitam yang super ketat. Menurut Mia, mengenakan baju itu membuatnya semakin cantik dan modis.
**
Alan sudah berada di mall, dia berjalan di lorong-lorong rak makanan seakan sedang memilih sesuatu untuk di beli. Anak Alan melihat-lihat permen yang bisa di ambilnya untuk di bawa pulang. Tidak menunggu lama Mia datang dengan temannya. Teman Mia tidak tahu menahu soal rencana pertemuan mereka. Mia bersikap seolah pertemuannya dengan Alan itu tidak direncanakannya.
" Mas lagi apa " Ucap Mia dengan lakonannya.
" Temanin anak beli makanan" ucap Alan dengan perannya pula.
Teman Mia hanya tersenyum melihat mereka berdua. Alan mengajak mereka makan siang bersama, Alan sekali-kali melirik ke arah Mia seakan mata mereka mengatakan bahwa peran mereka berhasil.
***
__ADS_1
Mia pulang dengan hati berbunga-bunga, sikap anak Alan yang baik padanya membuat Mia semakin yakin untuk di jadikan istri oleh Alan. Mia seakan mantap dengan keputusannya untuk menikah di bawah tangan, namun Mia terkendala dengan keluarganya yang belum tahu tentang niatnya.
" kalau Papi tidak setuju, apa aku harus kawin lari saja ?" pikir Mia.
Mia sampai di rumahnya di antar oleh teman yang tadi pergi bersamanya. Mia masuk dan menjatuhkan diri ke tempat tidurnya. Mia tidak menyangka bahwa dia akan di sukai oleh anaknya Alan.
Alan: Kita berhasil sayang.
Mia: Iya sayang, aku senang sekali karna anakmu suka padaku.
Alan: Pastinya, Mas akan buat anak-anak sayang sama kamu seperti mas yang sayang sama kamu.
Mia: Iya Mas.
Alan: Gimana keputusannya? kamu mau kan menikah dengan Mas?
Mia belum bisa menjawab pertanyaan dari Alan. di satu sisi, Mia tidak keberatan jika harus menjadi istri siri atau simpanan Alan, namun di sisi lain Mia takut jika keluarganya akan murka padanya.
Alan: Ok sayang.
****
Mia meminta Alan untuk mengantarnya ke rumah teman suatu hari. Hari itu Alan sangat sibuk dan tidak bisa memenuhi keinginan simpanannya itu. Alan kemudian menyuruh bawahannya untuk mengantar Mia kemanapun Mia mau. Mia terheran-heran melihat sikap Alan yang sudah sangat berani di depan orang lain termasuk orang satu kantor dengannya.
Ada sedikit rasa takut dalam hati Mia, Mia takut jika istri Alan tau dan akan melabraknya. Istri Alan pasti akan sangat marah dan memaki-makinya habis-habisan. Namun Mia yakin bahwa Alan pasti akan lebih membela dia dari pada Istrinya Alan.
" Mati aku jika istrinya tahu" pikir Mia.
Meski takut ketahuan istrinya, Mia seperti menikmati kehidupannya yang sekarang. Mia seolah terbuai dengan fasilitas yang Alan berikan untuknya. Mia merasa seolah dialah istri sah Alan dan akan di perlakukan seperti Nyonya Alan sesungguhnya.
" Enak juga ya kalau aku jadi istri Mas Alan, kemana-mana ada sopir yang siap mengantar aku" pikir Mia lagi.
__ADS_1
Kemewahan dan kebahagiaan yang diimpikan Mia seolah berada di depan mata. Mia terlena dalam hidup palsunya dan peran palsunya. Jika berada di rumah, Mia merasa seperti sedang di siksa di neraka.
*****
Alan tidak merasa bersalah sedikitpun saat melihat istrinya sedang menyiapkan makan siang untuknya. Dia tidak melihat kebaikan dalam istrinya, menurut Alan wanita itu bukan di lihat dari baiknya tapi dari menariknya. Pertemuan dan hubungan Alan dengan Mia sudah membuat Alan buta akan kebaikan dan kesetiaan istrinya.
" Mama !! kemarin aku bertemu tante cantik" ucap anak Alan saat mereka sedang makan siang.
Alan berpura-pura terlihat biasa saat anaknya mengatakan itu. Hati Alan berdegub kencang menunggu reaksi istrinya. Istri Alan tersenyum mendengar perkataan anaknya. Istri Alan melirik ke arah suaminya dan tersenyum juga.
Alan tidak bisa menebak perasaan istrinya. Tidak tampak kecemburuan dari istrinya. Mereka terus makan seolah tidak ada apa-apa yang mereka dengar. Istrinya malah terlihat bahagia dan terus melayani Alan dengan baik.
******
Mia ingin sekali menghubungi Alan, tapi Mia yakin Alan pasti sedang bersama anak dan istrinya. Mia mengurungkan niatnya hingga Alan sendiri yang duluan menghubunginya.
Alan : Lagi apa sayang?
[Tanya Alan dalam pesan yang di kirimnya melalui WA.]
Mia : Lagi nunggu mas hubungi aku.
[Ucap Mia dalam pesannya pula.]
Alan : Kenapa tidak hubungi mas duluan.
Mia : Mas kan lagi di rumah, jadi aku takut nanti istri mas tahu.
Alan : Tidak masalah, dia tidak berani marah sama saya.
Alan seolah tahu bahwa istrinya sangat takut padanya. Sikap istri Alan yang diam dan tidak cemburu seolah menandakan bahwa istri Alan tidak berani memarahi Alan. Alan membiarkan Mia bertindak sesuka hatinya agar mereka senantiasa selalu bisa bersama di manapun mereka berada.
__ADS_1