Diary Pelakor

Diary Pelakor
Sikap Rendi


__ADS_3

Matahari pagi menyapu bersih embun dari dedaunan. Semangat untuk melakukan aktivitas pagi bagaikan batre yang baru terisi penuh. Mia tanpa beban melakukan semua kegiatan paginya dari berbelanja hingga memasak untuk sang pujaan hati yang sudah menjanjikan sebuah hubungan yang sakral jika mereka berhasil bersama.


Mia sudah siap dengan semua pekerjaannya saat Rendi oulang siang itu. Rendi masuk dengan memberikan sebuah senyuman pada Mia yanh sejak tadi menunggu kedatangannya kembali dari rutinitasnya di kantor.


" Mas lelah ?" tanya Mia pad Rendi yang sedang membanting tubuhnya di sofa.


" hufff... sedikit, Shela mana ?" ucap Rendi sambil mencari keberadaan istrinya yang tidak terlihat sejak dia pulang.


" Nyonya sudah pergi dengan teman-temannya, katanya nanti sore pulang" ucap Mia dengan manisnya.


" Mari makan, aku buatkan makanan kesukaan mas !" ajak Mia sambil menarik tangan Rendi yang terasa berat untuk bangun.


" Nanti saja, aku ingin berbaring dulu sejenak. Lagian tadi aku sudah makan di kantor." ucap Rendi sambil berlalu dari hadapan Mia.


" Tidak biasanya mas Rendi makan di kantor" pikir Mia.


Mia meninggalkan Rendi yang sedang berbaring di tempat tidurnya. Mia kembali ke dapur dan menutup makanan yang tadi sudah disiapkan untuk Rendi.


" Mas Rendi makan dengan siapa ya ?" gumam Mia sambil menaiki tangga menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Mia masih teringat dengan perkataan Shela tempo dulu yang mengatakan bahwa Rendi memiliki banyal simpanan. Di mata Mia, Rendi adalah sosok laki-laki sempurna dan wajar jika banyak wanita yang tidak ingin kehilangannya, termasuk Shela.


Mia membuang jauh-jauh rasa cemas dalam hatinya dan fokus dengan keinginannya untuk bersuamikan Rendi. Meski terkadang terbesit dalam hati Mia untuk tidak merebut Rendi dari Shela, namun menurut Mia Shela adalah penganggung bagi keutuhan cinta mereka.


" Jika Shela menganggap aku orang ke tiga, itu salah besar. Antara aku dan mas Rendi, Shela lah orang ke tiga. Harusnya dia mengalah dan mau melepaskan mas Rendi, serta memberikan sedikit hartanya untuk kami." Mia berbicara sendiri seolah ada orang yang mendengarnya di samping.


*


Malam harinya Rendi keluar rumah tanpa mengajak Mia. Rendi mengatakan pada Mia bahwa dia akan makan malam dengan rekan kerjanya di sebuah restouran. Mia sangat keberatan sehingga terjadi cek cok mulut antara Mia dan Rendi. Namun Rendi kemudian menenangkan Mia dan meyakinkan Mia bahwa dia tidak berbohong padanya.


" Baiklah mas tapi mas janji jangan pulang telat, aku bosan di rumah sendirian." ucap Mia pada Rendi.


Mobil Rendi berlalu diikuti oleh sebuah mobil merah milik tetangganya. Mia hanya menatap mobil Rendi yang melaju pelan dari kejauhan kemudian menghilang saat sampai di belokan jalan komplek.


" Kenapa aku tidak yakin ya ? aku merasa mas Rendi bohong." Mia berbicara sendiri tanpa sadar mobil Shela masuk ke garasi rumahnya.


" Shela !!" ucap Mia cemas saat melihat mobil Shela di parkirkan.


Shela keluar dari mobilnya dengan membawa barang belanjaan seperti baru menyerbu barang diskonan dari supermarket. Tentu saja Shela tidak mungkin melakukan itu mengingat dia adalah pewaris tunggal dari harta kekayaan orang tuanya.

__ADS_1


Mia buru-buru mendatangi Shela yang membawa banyak barang. Mia membantu mengeluarkan dari mobil dan membawa ke kamar Shela.


" Mas Rendi sudah pulang? " tanya Shela.


" Baru saja pergi lagi" ucap Mia.


" Ya.. ampun. !!! kebiasaan ." ucap Shela kesal.


Shela membawa barang belanjaan dan Shela juga menenteng beberapa paper bag yang berisi kosmetik mahal.


" Ini buat kamu" Shela memberikan sebuah paper bag untuk Mia yang berisikan skincare.


" Makasih Nya!" ucap Mia.


" Jangan panggil Nyonya, panggil Shela saja" ucap Shela dengan senyuman tipisnya kemudian meninggalkan Mia dan masuk ke kamarnya.


" Baik sekali dia, aku jadi tidak enak hati padanya" pikir Mia.


Mia menutup semua pintu rumah dan kemudian masuk ke kamarnya.

__ADS_1


" Apa maksud Shela tadi, apa mas Rendi biasa keluar dengan teman-temannya?" Mia semakin curiga dengan sikap Rendi.


__ADS_2