
Bekerja sebagai penata rias pengantin membuat Mia harus siap menerima job walau harus keluar kota. Banyak sekali bookingan make up dari para pengantin baru yang ingin tampil cantik di hari pernikahan mereka.
Setiap bulan bookingan yang di terima sangat banyak hingga mereka tidak bisa menanganinya. Banyak yang harus di cancel agar tidak terlalu padat karena akan berakibat pada hasil akhir nanti.
" Bukannya lebih banyak yang booking lebih bagus Bos! " ucap Mia pada Sofi saat sedang menulis list pembooking.
" Kita akan kerepotan nantinya, apalagi jika yang booking di luar kota." jelas Sofi.
Mia terus menulis dan merekap semuanya. Karyawan yang lain memastikan semua perlengkapan cukup seperti bedak, lipstik dan lainnya.
" Aku mau cek dulu apa ada yang sudah habis. Nanti sore aku mau belanja make up yang sudah habis" ucap Sofi.
" Apa kamu mau ikut? pulangnya nanti kita makan pizza" ajak Sofi.
Mia tidak bisa mendengar jika di sebutkan makanan. Ajakan Sofi tidak di tolak oleh Mia, Mia malah senang karena bisa nongkrong di tempat-tempat mewah.
*
Kesibukan Mia dengan pekerjaannya sebagai penata rias juga membuat Mia jarang bertemu dengan Alan. Alan sering mengajak Mia bertemu tapi di tolaknya dengan alasan ada kerjaan. Mia hanya menyuruh Alan menjemputnya sebagai bukti bahwa dia benar-benar sedang bekerja atau terkadang karena Mia malas jika harus menghabiskan uang untuk naik taksi. Alan mengikuti setiap kemauan simpanannya agar simpanannya tidak berpaling ke lain hati.
**
Pulang dari belanja make up dengan Sofi mereka mampir untuk makan pizza. Sofi merasa Mia sudah sangat akrab dengannya Sofi menceritakan sesuatu yang di rahasiakan dari orang lain.
" Sebenarnya aku mengajak kamu kemari ada sesuatu hal yang ingin aku beritahu padamu" ucap Sofi setelah memesan 2 pizza ukuran sedang dan 2 minuman.
" Apa itu ? " kata Mia penasaran.
" Aku merasa kita sudah sangat akrab, kita memiliki latar belakang yang sama yaitu sama-sama janda. Kamu pernah bilang bahwa kamu pacaran dengan suami orang kan. Sebenarnya aku juga sama, cuma bedanya aku selingkuh dengan suami orang yang rumah tangga mereka memang sudah hampir hancur." ucap Sofi pada Mia.
Mia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Sofi yang di kenalnya sebagai seorang wanita yang tegar dalam menghadapi hidupnya dan menjanda karena suami yang selingkuh, ternyata juga berselingkuh dengan suami orang.
__ADS_1
" Sejak kapan kamu begitu? " Tanya Mia dengan hati-hati takut Sofi tersinggung.
" Sejak suamiku di ambil orang aku jadi orang yang egois." ucap Sofi.
***
Sofi lebih tua dari Mia, Sofi berusia 30 tahun dan Mia 25 tahun. Sofi bercerai dengan suaminya saat usia Sofi 25 tahun. Sudah 5 tahun Sofi hidup menjanda, dan sudah 5 tahun pula Sofi berubah status menjadi seorang simpanan.
Sejak Mia tahu bahwa Sofi juga seorang simpanan, Mia mulai merasa senasib sepenanggungan. Mereka saling memperkenalkan pasangan masing-masing. Terkadang mereka jalan-jalan bersama.
" Beberapa hari lagi aku ulang tahun. Aku tidak merayakan secara besar-besaran. Aku hanya membooking kamar hotel bintang 5 untuk kita gunakan sebagai tempat merayakan ulang tahunku. Aku hanya mengundang kamu dan 3 orang teman kita yang lain" kata Sofi pada Mia suatu malam saat sedang menunggu pelangga. untuk make up wisuda.
" Aku akan datang" ucap Mia.
***
Acara ulang tahun sederhana tapi elegan yang di buat oleh Sofi untuk merayakan ulang tahunnya membuat Mia cemburu. Tidak lama lagi Mia juga berulang tahun. Mia sangat ingin merayakan ulang tahunnya di hotel bintang 5 seperti yang di buat oleh Sofi.
" Atur saja, nanti mas akan bayarin semua. Apapun akan mas lakukan yang penting kamu bahagia" kata Alan.
Mia senang karna Alan mengiyakan kemauannya. Mia sangat ingin ulang tahunnya nanti di rayakan lebih mewah dari ulang tahun Bosnya. Mia mulai berhayal tentang ulang tahun mewahnya tersebut.
****
Mendengar pengakuan Mia pada Sofi bahwa dia juga akan merayakan ulang tahunnya di hotel berbintang 5 membuat Sofi merasa Mia seperti bersaing dengannya. Sofi melihat sifat Mia yang selalu memanfaatkannya. Mia sering meminta agar Sofi menjemputnya saat mereka ingin keluar. Setiap akan keluar kota, Mia sudah tidak mau membereskan semua barang-barang yang harus di bawa. Mia tidak pernah on time dan selalu mau enaknya saja.
Mia dan Sofi mulai membandingkan pasangan masing-masing. Mia merasa pasangannya lebih baik dan lebih mencintainya dari pada pasangan Sofi terhadap Sofi. Tentu saja Sofi tidak mau terima perbuatan Mia tersebut sehingga membuat Sofi memberi peringatan terhadap Mia.
" Mia..! meskipun kita berteman, kamu juga harus tahu bagaimana harus bersikap. Aku Bos kamu, jadi kamu tahu bagaimana cara bicara dengan Bos" ucap Sofi pada Mia.
Mia hanya diam saat di peringatkan Sofi. Mia tahu sekali maksud perkataan Sofi. Mia membangkang dalam hati.
__ADS_1
*****
" Kalau bukan karena aku butuh pekerjaan, aku pasti tidak mau berteman apalagi harus setiap hari melihat dia. " ucap Sofi pada Alan saat Alan menjemputnya dari rumah Sofi.
" Apa ada masalah?" tanya Alan.
" Sofi sudah mulai berani memarahiku, dia pasti merasa tersaingi olehku. Apalagi semua orang juga tahu kalau aku lebih cantik dari dia, dia hanya beruntung saja bisa kaya" repetan Mia.
" Kamu terbaik di mataku" ucap Alan menenangkan.
Mia semakin merasa nyaman dengan sikap Alan. Alan bisa menjadi pacar dan teman yang baik saat Mia dalam masalah. Perasaan Mia terhadap Alan berubah menjadi cinta. Sikap Alan yang romantis dan lembut membuat Mia tidak bisa jauh darinya.
" Mas,, aku lagi haid." kata Mia pada Alan.
" Terus !" tanya Alan.
" Apa kita jadi booking kamar untuk rayakan ultah aku? tanya Mia.
Alan terdiam saat Mia berkat begitu. Mia menunggu jawaban dari Alan setelah Alan berfikir beberapa saat.
" Kalau begitu kita tidak usah booking kamar hotel dek. Kapan-kapan saja saat kamu sudah tidak haid lagi" jawab Alan.
Jawaban dari Alan membuat Mia kesal, Mia berusaha menutupi kekesalannya agar tidak terlihat oleh Alan. Mia tidak ingin Alan menganggap dirinya seorang cewek yang matre.
*****
Persahabatan Mia dan Sofi mulai agak renggang. Meskipun Sofi sudah memberi peringatan pada Mia dan membuat hati Mia kesal, Sofi tetap saja merayakan ulang tahun karyawannya itu dengan memberi kejutan untuk Mia. Mia masih kesal dengan perkataan Sofi tempo hari, meski begitu Mia tetap bersikap baik terhadap Sofi mengingat Mia masih membutuhkan kebaikan Sofi untuk menerimanya sebagai karyawannya.
" Selamat Ulang tahun Mia " Ucap Sofi tulus dan memberikan sebuah hadiah untuk Mia.
" Terima Kasih... " ucap Mia senang.
__ADS_1