
Pagi yang cerah untuk memulai kegiatan, Mia masih dalam balutan busana malamnya. Mia sudah terbangun dari jam 6 pagi tadi, akan tetapi Mia belum beranjak di tempat tidur. Mia membuka HP untuk melihat siapa saja yang menghubungi dia pagi itu.
Saat data mulai dihidupkan, pesan dari WA masuk bagai bunyi alarm pagi. Mia memeriksa satu persatu dan berharap Alan menghubungi dia pagi itu.
Mami memanggil Mia untuk meminta tolong Memasak di dapur. Mia tidak beranjak bahkan tidak menyahut sedikitpun teriakan orang tuanya. Mia tetap memainkan HP nya dan berharap Alan mengirimkan pesan untuknya.
" Mia tolong mami di dapur sebentar, mami lagi masak jadi kamu bantu cuci piringnya" pinta mami pada Mia.
" Mi,, selama aku nikah dan sekarang sudah cerai, aku jarang makan di rumah. Kalian yang makan jadi kalian juga yang harus cuci piringnya, aku tidak mau" Bantah Mia dengan berteriak.
Mami Mia sangat sedih melihat sikap Mia yang sombong. Mia sedikitpun tidak menaruh simpati pada Maminya yang kelelahan di dapur. Mia mengirimkan WA ke Alan agar Alan menelfonnya.
Mia: Mas !
Tidak lama setelah WA Mia di read sama Alan, Alan menelfon Mia melalui video call. Melihat panggilan video call dari Alan, Mia beranjak dari tempat tidur untuk merapikan rambutnya dan menyegarkan wajahnya. Kemudian Mia mengambil bantal yang paling cantik dan membelakangi tembok kamarnya yang terpasang wallpaper. Mia merebahkan wajahnya ke bantal cantik dan menjawab video call dari Alan.
" Ya mas ! " Mia menjawab video call dari Alan dan berpose seakan baru bangun tidur.
" Baru bangun sayang ?" tanya Alan saat melihat Mia dengan muka bantal yang ditunjukkannya.
" Iya sayang" Suara serak yang dibuat-buat Mia agar terlihat baru bangun dan sexi.
" Baru bangun tapi cantik sekali" ucap Alan Kagum.
Suara teriakan mami dari dapur membuat Mia merasa terganggu. Mia tidak ingin Alan tahu bagaimana sikap mami nya. Mia ingin menunjukan kesempurnaan dirinya pada Alan.
Mia meminta Alan mematikan video call nya dengan alasan mau ke kamar mandi, Mia takut jika teriakan mami dari dapur di dengar Alan.
" Mas ! aku mau ke kamar mandi, nanti kita sambung lagi ya!" ucap Mia buru-buru.
Alan pamit dan mematikan video call nya. Mia keluar dari kamarnya menuju dapur, Mami lagi memasak sambil mengomel karena tidak ada yang membantunya.
__ADS_1
" Mami pagi-pagi sudah ribut, aku malu punya oran tua yang bisanya hanya mengomel saja" Mia memarahi maminya karena kesal dengan suara teriakan mami setiap pagi.
Mendengar Mia marah, mami semakin mengomel dengan suara omelan yang keras. Mia masuk ke kamar dan mengambil handuk untuk mandi.
" Makanya aku tidak betah di rumah, rumah ini seperti neraka" ucap Mia ketus pada maminya.
Mami semakin mengomel saja bahkan tidak mau diam. Mia pura-pura tidak mendengar omelan mami dan terus mandi. Mia menghidupkan air keran agar suara mami tersamarkan.
*
Alan mentransfer sejumlah uang buat Mia, hati Mia sangat senang. Mia menggunakan uang itu untuk membayar hutang mantan suaminya dan sisanya untuk belanja. Mia mengajak belanja teman-temannya yang memiliki hobi yang sama dengannya.
Mia tidak lupa melakukan perawatan tubuh agar tubuhnya semakin cantik dan terawat. Mia juga membeli beberapa baju baru dan dalaman baru.
" Aku mau mas Alan senang saat melihat aku mengenakan gaun ini" pikir Mia saat memilih gaun tidur.
Sikap Mia ke Alan dan juga sebaliknya seperti pasangan suami istri. Mereka seperti tiada beban sedikitpun dan tidak merasa bersalah terhadap istri dan anak-anak Alan. Mia lebih di utamakan dari pada istrinya.
Malam harinya Mia dan Alan bertemu di sebuah hotel, Mereka menginap bersama di hotel tersebut. Alan beralasan lembur pada istrinya dan Mia memberitahukan pada orang tuanya bahwa dia sedang menginap di salah satu rumah temannya.
" Dia percaya sama saya" ucap Alan santai.
" Apa hubungan kita akan begini terus? aku belum halangan bulan ini mas, bagaimana jika aku hamil?" tanya Mia pada Alan.
Alan menjadi cemas mendengar pengakuan Mia. Alan terdiam dan khawatir jika Mia benar-benar hamil. Mia menatap Alan menunggu jawaban yang mungkin akan menyenangkan hatinya ataupun akan menyakiti hatinya.
" Mas akan tanggung jawab jika kamu hamil sayang" ucap Alan sambil memeluk Mia.
Hati Mia menjadi sangat senang dengan pengakuan Alan. Mia semakin yakin bahwa Alan sangat mencintainya. Mia rela melakukan apa saja untuk membahagiakan hati Alan. Mia juga rela melakukan perbuatan dosa asalkan bisa memiliki Alan seutuhnya.
**
__ADS_1
Sudah hampir dua bulan Mia tidak datang bulan. Mia sangat khawatir jika dia benar-benar akan hamil. Mia membeli alat tespack untuk membuktikan bahwa dia hamil atau tidak hamil. Mia takut jika mami tahu dan keluarga besar Mia lainnya tahu bahwa dia melakukan hubungan terlarang.Jika keluarga Mia tahu, Mia akan di kucilkan dan di marahi oleh keluarga besarnya.
" Aku tidak mau hamil" ucap Mia saat memasukkan tespack ke dalam cairan urinnya suatu pagi.
Hati Mia berdegub kencang saat melihat hasil tes urinnya.
" Negatif" gumam Mia.
Sore harinya Mia datang bulan, Hati Mia sangat kesal. Mia mengupat dirinya sendiri karena tadi pagi membeli alat tespack yang mahal.
" Sial,, harusnya aku tunggu besok baru aku tes. Rugi aku beli tespack yang mahal" repetan Mia pada diri sendiri.
Mia menghubungi Alan dan mengatakan bahwa dia sedang datang bulan. Alan senang mendengar Mia sedang datang bulan.
"Mas nanti malam ada waktu" tanya Mia saat sedang berbicara lewat telfon.
" Selalu ada waktu buat kamu sayang" ucap Alan dengan mesra.
" Baiklah mas, nanti malam jemput aku di rumah ya" pinta Mia dengan suara manjanya.
Mereka berdua duduk di sebuah kafe di dekat laut. Udara segar serta angin laut membuat suasana malam mereka semakin romantis.
" Mas.. Aku tidak mau hanya jadi selingkuhan, Aku juga ingin menjadi istri. Apa hubungan kita akan selamanya begini? " tanya Mia sambil mencicipi makanan yang mereka pesan.
" Kamu maunya gimana dek?" Tanya Alan pada Mia
" Jika mas tidak menikahi aku, aku ingin mengakhiri hubungan kita. Aku juga butuh seorang pendamping yang akan menjaga aku dan menemani aku tiap malam" ujar Mia.
Alan diam seakan sedang berfikir tentang jawaban apa yang akan dia berikan. Mia mengunyah makanan yang ada di depannya dengan lahapnya seperti belum makan dari tadi pagi.
" Gimana jika kita nikah siri saja" ucap Alan tiba-tiba sehingga membuat Mia terbatuk-batuk.
__ADS_1
Mia sangat terkejut mendengar permintaan Alan. Mia tidak mungkin menikah siri dengan Alan mengingat keluarga besar Mia sangat menjaga kehormatan keluarga mereka. Mia juga tidak mungkin menikah secara sembunyi-sembunyi.
" Aku akan berfikir dulu mas, beri aku waktu." ucap Mia.