Diary Pelakor

Diary Pelakor
Mantan Pacar


__ADS_3

Rumitnya masalah dalam hidup tidak dipikirkan oleh Mia. Mia tetap terlihat santai tanpa masalah. Terkadang di benamkam wajahnya dalam bantal di kamar tidurnya. Tidak lupa HP di tangan seperti sudah di lem pakai lem setan. HP melekat kuat di tangan Mia sepanjang hari kecuali saat mandi dan buang air.


Mia sangat betah di kamar jika tidak ada kerjaan atau sedang tidak ingin bekerja. Mia sering menggunakan waktu seharian hanya untuk bermalas-malasan di kamar. Ributnya Mami teriak minta tolong di dapur tidak di gubrisnya. Mia larut dalam dunia media sosialnya.


Jodoh tidak akan kemana


Tulis Mia dalam status media sosialnya seakan menandakan atau memberitahukan pada seseorang bahwa jika mereka berjodoh pasti akan bersatu. Namun siapa yang di tuju Mia belum jelas, alasannya banyak sekali laki-laki yang mendekati Mia akhir-akhir ini.


Maaf ya, yang tidak berkepentingan aku hapus


Status Mia selanjutnya seakan memberitahukan pada orang-orang yang berteman di medsos dan tidak merasa berkepentingan akan di hapus olehnya.


Mia hanya menyimpan nomor orang-orang yang sangat dia kenal atau yang bisa di manfaatkan olehnya. Mia terus menghapus satu per satu nomor HP yang tidak dia kenal.


Pesan dari WA masuk hampir ratusan, Mia tidak memperdulikannya karena Mia tahu bahwa mereka semua bertanya tentang status yang baru saja di buatnya. Mia terus menghapus nomor HP yang membuat penuh memori HP nya.


" Banyak sekali, buat penuh HP aku saja" gumam Mia sambil terus menghapus satu per satu.


Mia memeriksa pesan WA yang masuk, Mia tersenyum saat ada satu pesan dari mantan pacar Mia waktu SMA. Mia seakan di buat kasmaran melihat pesan dari mantan pujaan hati. Mia teringat waktu dia meninggalkan mantan nya tersebut hanya karena dia ingin menikahi Robert.


Wendi: Apa kabar ?


Wendi adalah mantan pacar Mia saat SMA, Wendi sekarang berpropesi sebagai seorang polisi. Mia tahu betul dulu Wendi sangat mencintainya, namun sekarang Wendi sudah mempunyai pacar baru yang katanya akan dinikahinya. Pacar baru Wendi adalah seorang anak kapolda.


Mia : Baik, kamu gimana kabarnya?


Mia sangat senang Wendi bertanya tentang kabarnya. Mia segera merapikan tempat tidur dan menyisir rambutnya. Tidak lama kemudian Wendi menelfonnya dengan video call.

__ADS_1


" Kamu lagi apa ?" tanya Wendi saat melihat Mia masih mengenakan baju tidurnya berwarna putih.


" Baru bangun, hari ini aku tidak kerja alias me time" ucap Mia sambil berpura-pura menguap dan menunjukkan muka bantalnya.


" Baru bangun sudah cantik " ucap Wendi seadanya.


Mia semakin bergaya sok sexi dan sok cantik di depan kamera saat Wendi mengatakan dia cantik. Wendi yang sedang berdinas meluangkan waktu untuk menelfon mantannya yang sedang galau.


" Sendirian di rumah? Suamimu mana?" tanya Wendi basa basi.


" Aku sudah bercerai dengan Robert. Dia itu kurang ajar sudah menipu aku. Dia ternyata penjual dan pemakai narkoba" ucap Mia seakan menjadi korban dalam rumah tangganya.


Wendi kasihan melihat nasib Mia, Mia masih muda namun sekarang sudah menjadi janda. Wendi menyesali sikap Mia padanya dulu, Mia tega meninggalkan Wendi hanya karena ingin menikah dengan anak orang kaya. Saat itu Wendi belum memiliki pekerjaan yanh tetap.


" Harusnya dulu kamu tidak meninggalkan aku, jadi sekarang kamu sudah jadi Ibu bayangkari" ucap Wendi seakan menyesali.


" Iya masih" ucap Wendi.


Mia sangat senang mendengar Wendi masih mencintainya. Mia berharap masih ada kesempatan untuknya kembali menjalin kasih dengan sang mantan. Hati Mia berbunga dan pipi Mia merona.


" Kalau begitu, kamu pasti mau menikahi aku kan ? aku sekarang sudah sendiri lagi" Mia menawarkan diri untuk di nikahi.


" Maaf Mia, aku memang masih mencintaimu dan aku kasihan melihat hidupmu yang sekarang. Tapi saat ini aku sudah ada yang punya. Aku tidak mungkin mengkhianati calon istriku hanya untuk kembali padamu" ucap Wendi jujur.


" Cantikan mana aku sama calon istri kamu itu? " tanya Mia kesal.


" Memang lebih cantik kamu dari dia, tapi dia gadis yang baik dan masih imut-imut. Aku tidak mungkin menyakiti dia" ucap Wendi lagi dan kemudian memutuskan video call.

__ADS_1


Mia sangat sedih dan kecewa mendengar pengakuan jujur dari Wendi. Mia yakin sekali bahwa dia bisa membuat Wendi kembali padanya. Mia kembali mengingat Alan yang juga seorang polisi tapi bisa di taklukan hatinya oleh Mia. Alan bahkan tidak bisa jauh dan minta nikah siri dengannya. Bedanya Alan merupakan suami orang sedangkan Wendi berstatus belum menikah.


*


Sangat kecewa


Setiap orang yang melihat status Mia di buat penasaran. Apa yang di rasakan Mia sangat ini seperti sesuatu yang membuat dia sangat tertekan. Mia ingin sekali menikah dan mempunyai sebuah keluarga bahagia. Mia sering berhayal jika suatu saat nanti dia akan menikah dengan seorang pejabat yang kaya raya.


Mia memutuskan ke rumah Lili meski dia tahu bahwa Lili sedang tidak baik dengannya. Mia bingung harus curhat kemana saat dia ingin curhat. Tidak ada orang yang mau mendengar setiap cerita Mia selain Lili.


Mia bergegas ke rumah Lili, saat yang bersamaan Mami marah melihat Mia yang tidak mau membantunya di dapur. Mia seakan tidak mendengar perkataan Maminya. Mia langsung ke rumah Lili sendirian naik taksi.


Tok tok tok


Lili membuka pintu rumahnya dan melihat Mia tersenyum manis di depan pintunya. Lili mengajak Mia masuk dan membuatkan minum untuknya. Lili baru saja selesai dengan pekerjaan rumahnya. Lili sedang menunggu anak dan suaminya yang pulang dari rutinitas masing-masing.


" Kak ! Wendi menghubungi aku tadi" ucap Mia memulai pembicaraan


" Dia masih mencintai aku tapi dia akan menikah dengan cewek barunya. Bukankah dia lebih baik menikahi aku secara aku kan lebih cantik dari ceweknya dan kami masih saling mencintai" ucap Mia panjang lebar.


" Apa kamu tidak bisa menemukan laki-laki yang bukan milik orang? " tanya Lili kesal.


" Bukan begitu kak, Wendi dulu pacar aku dan sekarang aku ingin kembali padanya. Apa itu salah? " tanya Mia dengan muka masamnya.


" Tidak salah jika kalian sama-sama masih sendiri, tapi salah jika kamu ingin menghancurkan hubungan Wendi dengan pacarnya. Apalagi jika Wendi sudah tunangan, kamu hanya akan jadi orang yang jahat Mia. Cobalah untuk berubah, apa kamu tidak ingin hidup normal seperti orang lain?" Ujar Lili.


Mia semakin kesal saja mendengar perkataan kakak sepupunya. Mia terdiam saat kakaknya mulai terdengar marah padanya. Terkadang apa yang dikatakan Lili terdengar betul di kepalanya, namun saat dia sudah berada di kamarnya sendiri, semua nasehat Lili hanya angin lalu baginya.

__ADS_1


Mia merasa dia berhak bahagia dengan orang yang diinginkannya. Mia terkadang marah pada nasib yang membuatnya miskin dan hancur. Mia sedikitpun tidak menyadari letak kesalahan dalam hidupnya.


__ADS_2