Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
25. Hasrat Tuan Edgar


__ADS_3

Kaylin masih menunggu jawaban Edgar. Ia ingin seperti Tania agar Edgar bisa melihat dirinya yang bisa juga setara dengan Ibu kandung Samuel dan menjadi istri yang mandiri. Mendapat uang dari hasil usahanya itu.


Ia yang ada di kamar berdua dengan Edgar pun melirik suaminya itu yang lagi duduk di depan laptopnya. Edgar sedang mengamati cctv tersembunyi yang terpasang di rumahnya itu. Keylin pun membuka buku di tangannya, berisi 1001 cara mendapat cinta dari pasangan.


"Tuan, mau saya bikinkan kopi?" Keylin berdiri di sebelahnya. "Mumpung Samuel sudah tidur, saya bisa turun ke bawah membuatkannya." Keylin mulai mengerjakan satu cara, memberi perhatian.


"Kalau kau tidak sibuk, bikinkan saja," ucap Edgar mau.


"Sebentar!" Edgar menahan langkah istrinya.


"Kenapa, Tuan?" tanya Keylin yang terkejut pada tangannya yang dipegang.


"Jangan terlalu pahit, dan gulanya dua sendok, paham?"


"Paham, Tuan."


"Sebentar!" tahan Edgar lagi.


"Ada apa lagi, Tuan?"


"Pakai cangkir putih yang ada di pojok atas lemari. Aku suka memakai itu."


"Baik, Tuan." Keylin pun bergegas keluar. Dia dengan cepat dan senang menyediakan kopinya, namun seketika raut wajah gadis itu berubah. Keylin tidak sengaja melihat ada ukiran nama Tania di bawah cangkir itu.


'Tuan Edgar rupanya masih belum bisa merelakan Nona Tania. Apa dulu dia pernah membantah soal pernikahan Nona Tania dengan suaminya itu?" Keylin sedikit resah.


Lima menit kemudian, gadis itu datang membawa kopi. "Ini Tuan, silahkan diminum kopinya." Keylin duduk manis di sebelah Edgar.


"Letakkan saja di situ, nanti aku minum habis mengerjakan ini." Setelah menaruh kopi itu di dekat laptopnya, Keylin masih duduk di tempatnya. Edgar pun melirik Keylin sebab heran melihat gadis itu tidak beranjak tidur.

__ADS_1


"Pergilah tidur, tidak usah menungguku. Kau pasti lelah seharian menjaga Samuel," ucapnya lalu kembali mengamati rekaman cctv. Edgar ingin tahu bagaimana penjahat dapat masuk ke rumahnya.


"Tidak apa - apa, Tuan. Saya belum mengantuk kok. Jadi biarkan saya menemani Tuan dulu," ucap Keylin menolak.


"Kau takut? Atau mau aku yang tidurkan terus dongengkan?"


"Eh tidak kok, Tuan tidak usah melakukan itu." Keylin menggoyangkan dua tangannya di depan Edgar.


"Saya bukan anak kecil lagi, Tuan." Keylin menunduk malu.


"Ya sudah kalau begitu. Tapi kalau kau sudah mengantuk, jangan paksakan dirimu duduk di sini." Edgar menyeka rambut Keylin ke belakang telinga gadis itu sehingga melihat pipi istrinya sedikit merona.


"Mengerti, Tuan." Keylin mengangguk dan tersenyum. Di tengah - tengah pengamatannya, Edgar pun menemukan jalan rahasia yang digunakan penjahat itu. Pria tampan itu menghubungi lima bodyguardnya untuk menutup akses jalan itu.


Keylin di sana pun mengerti kalau Edgar sedang melihat cctv. 'Apa aku tanyakan langsung ke Tuan Edgar tentang rekaman cctv hari ini?' pikir Keylin ingin tahu pergerakan Bianca sebelum wanita itu melarikan diri. Namun sontak, dalam panggilan Edgar, Keylin mendengar suaminya itu meminta satu bodyguard mencari Bianca. Edgar merasa satu pembantunya itu sekarang sudah tidak beres sebab wanita itu terlihat masuk ke dalam kamar Edgar dengan pergerakan yang misterius.


'Huft, sepertinya Tuan Edgar sudah menyadarinya. Tapi kuharap dugaanku ini salah.' Keylin masih trauma jika mengingat pria mesum waktu itu ditembak mati. Keylin sedikit cemas kalau Bianca akan berakhir seperti itu.


[Hei, Key. Tolong katakan pada Tuan Edgar, aku sedang ada di luar. Tadi aku ingin pulang tapi di tengah perjalanan, aku bertemu seorang Ibu yang kesusahan. Sepertinya malam ini aku bermalam di luar. Soal Bianca, aku sudah laporkan dia ke polisi, jadi kau tenang - tenang saja di situ] - Papar Mona.


[Kau bermalam di mana?] - Tanya Keylin membalas. Sudah dua menit berlalu, pesannya belum dibalas.


'Duh, dia lagi ngapain sih?' batin Keylin dan melihat Edgar masih menelpon juga di dekat jendela. Membicarakan urusan kerjasama perusahaan.


Tiba - tiba pesannya dibalas.


[Keylin! Kau harus tahu, rupanya Ibu - ibu yang aku tolong itu adalah orang tua si Dokter yang aku kagumi!] - Balas Mona tampak senang. Sedangkan Keylin syok. Selama dua tahun mengenal Bryan, ia belum pernah bertemu Ibunya sang Dokter tampan, tapi Mona yang cuma beberapa hari melihat Bryan sudah bertemu Ibu pria itu langsung malam ini.


[Mona, kau tahu dari mana kalau itu Ibunya?] - Tulis Keylin bertanya. Mona pun mengirim foto buktinya.

__ADS_1


[Hei, lihatlah, aku ada di rumahnya. Ada banyak foto Dokter itu di sini, dan sekarang aku diperbolehkan tinggal sehari di sini. Dan lagi, aku dijamu oleh Ibunya, lho. Tuhan sepertinya sedang menuntunku ke tempat jodohku, Key. Tapi sayang, Dokter itu tidak pulang. Sedih sekali rasanya tidak bisa bertemu dia di sini]


Keylin mendengkus, merasa iri dan kalah. 'Aku dan Bryan memang tidak dijodohkan. Nasib, nasib.' Batinnya agak sedih. [Ya sudah, selamat ya] - Balasnya pasrah.


Melihat Keylin tampak cemberut di sana, Edgar pun mengakhiri panggilannya dan mendekatinya.


"Kenapa kau cemberut?" Keylin terkejut dan langsung menggelengkan kepala. "Itu Tuan, saya ingin sekali melakukan sesuatu yang berguna untuk anda." Jawab Keylin gugup.


"Kalau begitu, bantu saya salin dokumen ini." Edgar memberi laptopnya.


"Kenapa diam? Kau tidak tahu cara pakainya?" tanya Edgar duduk di sebelahnya. Keylin cengengesan dan mengangguk. "Saya belum pernah menggunakan ini, saya cuma bisa pakai hape ini." Keylin mengangkat hape jadulnya. Edgar sedikit terkejut melihat milik istrinya itu.


'Hapenya kuno sekali. Besok aku harus membelikan yang baru untuknya.' Batin Edgar lalu berdiri kemudian duduk di belakang gadis itu yang langsung kaget.


"Maaf, Tuan mau ngapain?" tanya Keylin takut.


"Duduklah, biarkan aku yang mengajarimu." Edgar memegang bahu Keylin kemudian mengambil satu tangan istrinya. Dengan sabar, pria itu mengajari Keylin.


'Ini terlalu dekat, harusnya tadi aku tolak saja dan pergi tidur.' Keylin tegang, dan ia melihat tangannya dipegang kemudian menggerakkan mouse itu bersama Edgar.


'Tangan Tuan Edgar dingin, apa dia sakit?' batin Keylin pun mendongak membuat mereka bertatap mata.


"Kenapa?" tanya Edgar yang dipegang dahinya dan merasa tangan Keylin itu hangat seperti berada di depan api unggun yang memberinya kenyamanan tersendiri.


"Maaf, Tuan. Tadi saya pikir Tuan sakit," jawab Keylin tersenyum dan seketika diam melihat Edgar menarik dagunya. Netra gadis itu membola dicium tiba - tiba. Satu tangan Edgar juga dengan nakal menyelinap ke dalam bajunya. Seluruh tubuh Keylin bergetar aneh. Nafasnya perlahan sulit dikontrol. Udara di sekitarnya tiba - tiba panas dan membuatnya gerah tidak jelas. Edgar memeluk Keylin, sangat erat sampai tidak mau melepaskan dan tidak bisa menahan hasratnya yang sedang bergejolak.


Hape Keylin bergetar, menerima sebuah pesan dari Ibu mertuanya. Gadis itu ingin mengambil hapenya tetapi Edgar melarang Keylin bergerak. Pria itu meraba masuk ke dalam celana istrinya dan merem*s dua bokongnya. Keylin yang merasakan itu semakin tidak berdaya melawan keinginan Edgar. Hingga terpaksa membiarkan Edgar memerah dadanya dan membalas ciuman mesra pria itu. Saat ini, Keylin sedang belajar membuka hatinya untuk Edgar.


"Hmm, kenapa belum dibalas ya?" pikir Regina penasaran apa yang dilakukan menantu kecilnya.

__ADS_1


.


Lagi dugem itu Tante si Keylin🤭


__ADS_2