Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
35. Hamil Anaknya


__ADS_3

"Keylin! Keylin! Bangun!" Mona mengguncang lengan Keylin yang sangat pulas di kasurnya. Jam sudah menunjukkan pukul 08.21 pagi tetapi Keylin masih ada di atas tempat tidur.


"Umhh... Mona? Ngapain ke sini?" Keylin mengucek mata dan menggeliat sebentar.


"Hei, kebo!" ujar Mona.


"Kebo? Siapa?" Keylin membuka mata sempurna.


"Noh, coba kau tengok jam dinding di sana." Tunjuk Mona.


"Delapan? Sekarang jam delapan?" Keylin merapikan rambutnya dan beranjak duduk.


Krek!


Mona dan Keylin terkejut mendengar suara sesuatu yang remuk. Keylin memegang pinggungnya yang sangat - sangat sakit gara - gara dikroyok oleh Edgar. Rasanya terasa familiar tapi ini lebih parah dari awal.


"Ehem...ehem, sepertinya ada yang habis buka segel nih," deham Mona melirik Keylin yang kesakitan dan menunduk malu.


"Hahaha, jangan bikin muka merah gitu dong, Key!" tawa Mona memukul - mukul pundak Keylin.


"Hey, kau baik - baik saja, kan?" Mona bertanya, khawatir melihat Keylin tak bicara dan sekarang mengacak selimutnya.


"Lagi cari apa sih, Key?" tanya Mona duduk di tepi ranjang.


"Aneh deh, kok nggak ada darah perawanku? Apa kau yang sudah ganti sprei di sini?" Keylin heran selimutnya putih bersih dan cuma ada bekas keringat semalam.


"Nggak deh, aku barusan masuk ke sini dan tidak pernah ganti sepreinya," ucap Mona menggelengkan kepala.


"Kalau nggak pernah ganti, terus kenapa aku nggak berdarah, Mon?" Keylin merem4s rambunya, sedikit bingung pada kondisi tubuhnya.


"Jangan - jangan kalian semalam melewati pengalaman pertama itu?" tebak Mona. Keylin menggeleng tidak. Ia kemarin jelas - jelas melayani Edgar yang ganas.


"Wah, jangan - jangan segelmu nggak pecah nih?" tebak Mona lagi.


"Nggak Mona! Aku merasa Tuan Edgar kemarin itu lancar banget dorongnya, nggak mungkin nggak pecah!" sentak Keylin.


"Apa mungkin Tuan Edgar yang ganti sepreinya pakai yang baru, terus siram air bak di selimut ini?" tambah Keylin dan berusaha turun tetapi percuma, pinggangnya encok.


"Hmm, bisa jadi sih, Key." Mona dan Keylin saling mengerti dengan keganjilan di pagi hari.


"Ya sudah, aku mau mandi duluan, kau jagain Samuel dulu di sini." Keylin memaksa dirinya berjalan ke arah kamar mandi. Sedangkan Mona membangunkan Samuel untuk diberi botol berisi susu formula. Tiba - tiba hapenya bergetar dan memberinya sebuah notif mengejutkan.

__ADS_1


"Hei, Keylin!" panggil Mona pada Keylin yang keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya.


"Hmm, apa? Kenapa kau terkejut begitu?"


"Coba ke sini! Lihatlah, kau masuk televisi!" Mona menampilkan video penyelamatan Keylin yang banyak tersebar di media sosial.


"Ehh, siapa yang rekam aku?" Keylin merebut hape Mona dan memperhatikan gadis yang memanjat itu adalah dirinya sendiri.


"Wow, parah! Kau sehari saja sudah terkenal, Key! Dan semua media sedang mencarimu. Mereka tertarik mewawancaraimu! Kau bisa menghasilkan uang sendiri, Key!" jelas Mona sangat heboh, namun seketika semua video itu terhapus tanpa jejak.


"Lho, kok hilang semua?" Keylin dan Mona terkejut kembali. Tentu itu ulah Edgar yang lagi membobol semua sistem media seluruh kota dan menghapus berita - berita itu. Edgar tampak geram pada mereka yang sudah mempubliskan video istrinya. Oleh karena itu, Edgar pagi - pagi ke markas Skypea dan akhirnya semua video itu lenyap seketika.


"Key, ini kesempatan kau tahu!" Mona memegang tangan Keylin yang sudah berpakaian rapih dan duduk di sebelahnya sembari mengganti popok Samuel.


"Kesempatan apa?" tanya Keylin.


"Kesempatan kau menjadi wanita karir!" ujar Mona menunjuk foto Tania yang tertera di situs internet.


"Maksud kau, aku cocok jadi selebriti?" tanya Keylin. Mona mengangguk - ngangguk.


"Key, Nyonya Regina ingin kau taklukkan hati Tuan Edgar, kan?" Keylin mengiyakan.


"Nah, ini bagus! Kau harus lebih hebat dari Nona Tania!" ucap Mona berdiri.


"Hadeh, sekarang kau duduk di sini, aku ada cara supaya mereka bisa memanggilmu ikut wawancara itu!" Mona keluar kamar dengan begitu senang. Tentu karena dia mendapat tugas dari Regina untuk membantu Keylin supaya bisa melebihi Tania. Jadi asisten itu memesan beberapa pakaian mewah untuk Keylin.


Keylin membuang nafas ringan kemudian melihat hapenya. Sebuah pesan belum terbuka tertera di atas layar. Keylin tersenyum mendapat banyak pesan dari Edgar.


"Hei, sayang. Apa kau sudah membaik?"


"Maaf untuk kemarin, aku tidak bisa menahan diri."


"Lain kali, aku tidak akan mengulanginya kok."


"Terima kasih untuk yang semalam, sayang."


"I love you."


@Keylin;


" I Love you to."

__ADS_1


Keylin memeluk hapenya, merasa begitu dicintai oleh Edgar. Rasa sakit dan perih di sekujur tubuhnya perlahan terasa hilang. Seketika, Mona masuk ke kamar dan membawa kotak belanjaan yang banyak.


"Mon, itu apaan?" tanya Keylin masih duduk di sebelah Samuel. Mona mengeluarkan semua belanjaannya.


"Hei, Key. Mulai sekarang, biarkan aku jadi penata riasmu!"


"Terus?" Keylin menggaruk kepala tak paham.


"Aisshh, lama - lama jidatku makin lebar melihatmu seperti ini!" greget Mona. Keylin cengengesan melihatnya sedikit frutasi. Mona pun menjelaskan niatnya ingin Keylin eksis ke media sosial. Mona pun membuatkan akun instagram Keylin @Queenlin21. Setelah itu menata rambut dan merias wajah Keylin dengan dandanan yang cantik.


"Mon, ini kau serius mau kirim ke akun sosialku?" tanya Keylin agak takut nanti diincar oleh musuh Edgar.


"Ah, tenang saja! Rupamu ini tidak begitu mirip dengan yang asil. Tapi coba deh kau perhatian fotomu sendiri, kau terlihat secantik Nona Tania."


Keylin membandingkan fotonya dan Tania, memang ada sedikit kemiripan. Mungkin karena mereka punya belahan seksi di bibirnya.


"Ya sudah deh, kirim saja! Nanti aku coba bicara sama Tuan Edgar." Keylin setuju. Mona pun mengirim story pertama dengan caption menarik. Hanya beberapa menit, story itu dibanjiri ratusan komentar publik. Bahkan email yang dipakai dalam akun tersebut mendapat banyak surat tawaran dari berbagai perusahaan media. Calon bintang yang mereka tunggu akhirnya muncul dengan caranya sendiri. Kini Mona benar - benar menikmati perannya yang sebagai asisten Keylin dan penata rias gadis itu. Modal wajah dan video 10 menit itu langsung mengubah drastis hidup Keylin.


"TUAN EDGAR! GAWAT!" Gerry berlari ke arah Edgar yang mau memasuki mobilnya untuk ke perusahaan Copa.


"Ada apa lagi?" tanya Edgar duduk di kursi pengemudi.


"Tuan Edgar! Lihatlah, wanita muda ini mirip dengan Nona Keylin. Sepertinya ini adalah Nona Keylin yang lagi menunjukkan dirinya ke publik."


"Sial, kenapa dia nekat begitu!" Edgar menancap gas, mengarahkan laju mobiknya ke rumahnya sekarang juga.


Followers akun @Queenlin semakin bertambah. Mereka kagum dan memberi pujian pada Keylin. Dari eksisnya itu, Keylin dikenal banyak orang dan sebagian dari mereka mengatakan Keylin calon bintang besar yang akan melebihi popularitas Tania di dunia entertaiment.


Hari ini berita Keylin tersebar luas sampai ke hape Kiara. Wanita itu terdiam kaget melihat Keylin dalam foto itu. Kiara menyentuh bibir bawahnya yang persis dengan Keylin. "Siapa gadis ini?" gumam Kiara penasaran dan mencari tahu.


Sedangkan Keylin tampak duduk di sofa tamu dan pusing harus menerima tawaran yang mana. Namun sontak perhatiannya teralih pada notif langka. Keylin membelalak mendapat ajakan pertemanan dari Bryan. Saat mau memutuskan tolak atau tidak, mendadak saja, seseorang merebut hapenya.


"Tuan Ed --"


Prakkk!


Mona sontak bersembunyi di balik pilar rumah dan melirik diam - diam Edgar yang tampak marah besar, membuat Keylin ketakutan di sana setelah melihat hapenya dibanting ke lantai. Keylin memejamkan mata siap menerima kemarahan Edgar, namun tak sangka pria itu memeluknya. Mona mengernyit heran melihat Edgar tak membentak Keylin dan malah mengubah raut wajahnya. Edgar tampak memperlihatkan kekhawatirannya yang tinggi. Tentu saja Edgar mana mungkin memarahi Keylin yang tengah hamil anaknya. Berkat info dari Dokter tadi, dugaan Edgar benar kalau istrinya sedang mengandung anaknya.


Dan lagi, Edgar membanting hape itu karena ia cemas kalau di hape itu ada virus yang sudah dikirim oleh Worlford melalui akun sosialnya itu yang terdeteksi tak aman. Edgar takut ada gelombang bahaya yang mengancam nyawa istri dan anaknya. Keylin pun balas memeluk Edgar dan hampir saja pipis di tempat. Worlford terkenal Mafia yang tak pandang bulu dan banyak trik kotor dilakukan untuk mewujudkan keinginan mereka. Dan salah satunya, mengincar ayah Keylin untuk disandera dan disiksa.


.

__ADS_1


Mulai masuk konflik utama ya🙏😅maaf kalau ada typo.


__ADS_2