Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
45. Kejutan Edgar


__ADS_3

Bryan pun pergi melihat Ibunya. Sedangkan Edgar menuju ke kamarnya.


"Sayang." Edgar memanggil Keylin, namun yang ia temukan hanya kalung Tania di atas meja dan Samuel sendirian di kasur. Dari tatapan Samuel, Edgar melihat ke arah kamar mandi. Ia mendekati pintu dan mendengar air shower digunakan istrinya itu. Keylin tampak mandi, tapi itu semua ia lakukan agar suara tangisnya tak didengar. Namun Edgar dapat jelas mendengar Keylin sedang bersedih di dalam sana membuatnya sangat merasa bersalah.


Gadis itu merasa iri pada Tania yang terlahir memiliki keluarga hebat, tak seperti dirinya yang lahir di tempat sampah dan tak punya apa - apa. 'Harusnya aku jadi makanan anjing saja.' Keylin sesegukan di dalam sana sembari memegang lembut perutnya.


"Saking tak cintanya Tuan Edgar padaku, dia tak mengatakan apa pun tentang dirimu, Nak. Mungkin nanti Tuan Edgar akan benar - benar mengusir kita." Keylin duduk dan menekuk lutut di bawah guyuran shower. Tetapi Edgar tak seperti itu sebab ia masih ada di dekat pintu dan menunggu Keylin keluar sembari memegang hape istrinya yang sudah diperbaiki. Senyumnya merekah, ia senang dengan kepulangan Keylin, namun senyum itu pudar ketika istrinya tak keluar - keluar.


Sontak saja, Edgar membuka paksa pintu. Ia pun terkejut melihat Keylin tergeletak di lantai. Edgar mematikan shower lalu membawa Keylin ke atas kasur. Edgar mengeringkan tubuh istrinya dan memakaikannya baju, setelah itu menyuruh Bryan memeriksa Keylin.


"Bagaimana? Kondisinya baik - baik saja, kan?" tanya Edgar cemas. Yang diterimanya malah satu tinju di wajahnya.


"Sial, ada apa denganmu?!" kesal Edgar.

__ADS_1


"Hai, Edgar. Kau tahu, aku mencintai istrimu dan tak akan segan - segan merebutnya jika kau berani melukai Keylin. Untung saja dia hanya kelelahan. Cih, tapi ingat kata - kataku tadi." Bryan keluar. Edgar sedikit tertegun melihat perubahan Bryan yang tak takut padanya. Aura Mafia Bryan perlahan keluar.


"Sial, dia sangat berani katakan itu. Memang worlfard itu meresahkan. Dikit - dikit main rebutan, tapi tak akan kubiarkan kau mengambil istriku." Edgar segera duduk di dekat Keylin. Sambil menunggunya sadar, Edgar memijat kedua kaki Keylin dengan sentuhan lembut. Tak lupa juga mengelus perut Keylin.


"Hai, baby. Besok ulang tahun Mamih mu, kau sehat - sehat di sana supaya Papih bisa kasih suprise untuknya," ucap Edgar kemudian tersenyum pada Samuel yang merangkak ke arah Keylin. Bayi empat bulan itu tak tahan ingin menyu5u.


"Hai, bocah teng1l, jangan ganggu Ibu susumu, dia butuh tidur." Edgar menegurnya. Samuel cemberut kemudian menangis.


"Huwaaaa....." Makin keras. Tangisnya itu membuat Keylin terbangun. Sontak saja kedua matanya bertatapan dengan Edgar. Namun Keylin beranjak duduk dan mengambil Samuel.


"Oh begitu? Apa kau takut aku membuatnya sakit? Apa sekarang kau meragukan asiku? Atau statusku ini sungguh tak penting lagi?" kata Keylin dengan suara seraknya. Edgar menggelengkan kepala dan memeluk cepat Keylin. Berbisik dengan pelan ke telinga istrinya.


"Maaf, aku minta maaf, sayang. Kemarin itu aku benar - benar reflek memeluknya, dan kau tahu, kemarin aku berusaha mencarimu dan mencemaskan mu, sayang." Edgar mengecup kepalanya. Namun Keylin menunduk, tak berkata apa - pun. Entah kenapa perasaannya masih tak ada perubahan. Ia sakit hati.

__ADS_1


"Oh ya, coba lihat, aku sudah perbaiki hapemu. Jadi mulai besok kau bisa bermain sosmed dan hadir ke pemotretanmu." Edgar tersenyum memberikan hape itu. Tapi Keylin masih diam.


"Oh iyah! Sebentar, aku punya sesuatu padamu."


Edgar mengambil kotak di atas lemari, ia kembali duduk dan memberikan sebuah album foto. "Hai, ini aku kemarin menyiapkan untukmu. Coba lihat isinya, sayang," ucap Edgar berharap kali ini bisa menyenangkan hati Keylin.


Bumil cantiknya itupun terpana melihat album itu berisi foto pernikahannya dan juga foto yang ada di dalam hapenya. Keylin pun melihat Edgar dengan mata yang basah. Edgar merentangkan dua tangannya, siap menerima pelukannya. Benar saja, Keylin menyambar pelukan Edgar. Dia sedikit senang diberi kejutan kecil itu. "Sayang, kau sangat berharga dan tak dapat dinilai dengan apa - pun. Kau prioritas terpenting bagiku." Edgar mengecup bibir Keylin yang menahan tawa mendengar Edgar menggombalnya.


"Huwaa... " tangis Samuel tak dipeluk. Edgar dan Keylin pun tertawa kemudian mengambil Samuel dan memeluknya dengan sayang. Ketiganya tampak ceria, tak seperti Bryan yang mengepal tangan di dekat pintu merasa iri dan cemburu.


"Edgar kali ini aku maafkan kau, tapi di lain waktu, jika aku melihat Keylin bersedih, akan kubawa dia dan bayi itu ke wilayah worlfard." Bryan pun pergi mengatur rencana untuk merebut kekuasaannya dari pamannya yang kini geram mengetahui Tania masih hidup. Ia pun dilanda kepanikan, takut pada satu anak kakaknya itu balas dendam dan menggulingkan kekuasaannya.


"Sial, tahtaku dalam ancaman besar." Ketua worlfard itu mengarahkan bawahannya menyelinap ke wilayah Edgar untuk menculik Tania juga yang tak lain adalah Kiara yang ditunjuk menjadi Tania untuk menghadiri pertemuan besar di perusahaan besok. Para penggemar Tania pun tak sabar memberi dukungan pada idola mereka. Satu anak saja sudah membuat worlfard ketar - ketir, lalu bagaimana jika Bryan dan semua adiknya bertindak?

__ADS_1


.


Bisa jadi kembang api😂wkwk


__ADS_2