Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
41. Ini Bayi Siapa?


__ADS_3

Pukul 20.10 malam, tampak di teras rumah, Keylin duduk sendirian memikirkan Samuel dan memandangi kalung dan cincin pernikahannya. Ia juga masih belum bisa melupakan perkataan Pak Santo. Perasaannya masih sama, sedih dan terpukul dirinya tak punya orang tua.


"Hei, mengapa tidak masuk tidur ke dalam?" tanya Ibunya Bryan datang. Keylin buru - buru menyimpan kalungnya dan menoleh sembari tersenyum.


"Aku belum mengantuk, Tante." Keylin bergeser dan memberikan tempat duduk pada wanita baya itu.


"Apa kau sedang memikirkan suamimu?" Ibunya Bryan bertanya. Ia lumayan penasaran masalah Keylin.


"Ya, Tante." Keylin mengangguk pelan.


"Kenapa dengan suamimu? Apa dia malam ini mengusir mu dari rumah? Atau dia selingkuh?"


Keylin menggeleng cepat. "Bukan itu, Tante. Suami saya tidak mengusirku dan selingkuh dengan wanita lain kok," jawab Keylin.


"Oh kalau begitu, kau yang pergi? Terus jangan - jangan selingkuh sama putraku itu?" tebak Ibunya Bryan ngasal.


"Nggak begitu kok, Tante. Kami berdua tidak seperti yang Tante ucapkan itu," ujar Keylin.


"Hmm, terus kenapa kalian berdua bisa bertemu di jalan?" tanya Ibu Bryan itu mengamati Keylin lebih dekat.


"Saya pergi dari rumah dan kebetulan ditolong oleh Kak Bryan, Tante."


"Ditolong dari apa?" tanya wanita baya itu lagi.


"Sa-saya diincar sama preman jalanan, Tante." Keylin menjawab dengan nada kecil. Agak takut membahas soal worlfard jadi hanya mengatakan preman jalanan saja.


Tampak wanita baya di sebelahnya pun diam dan tak lagi bertanya.


"Hmm, Tante kenapa? Apa aku tadi salah bicara?" tanya Keylin terkejut melihat Ibunya Bryan mau menangis.


"Haha, tidak ada kok. Tante barusan ingat mendiang suami yang dulu dikejar sama preman juga." Wanita baya itu tersenyum dengan paksa dan sedang menahan sesuatu di matanya.


"Maaf, aku jadi membuat Tante sedih," ucap Keylin merasa tak enak melihatnya begitu.


"Ya, nggak kok, kau tak usah bersalah begitu. Ini sudah takdir keluarga Tante. Sekarang masuklah. Di sini dingin dan tak baik kita berdiam diri lama - lama di sini, kau bisa masuk angin nanti," ucap Ibunya Bryan tersenyum tegar dan perhatian.

__ADS_1


"Ya, Tante. Terima kasih sudah memberi ku tempat tinggal untuk malam ini." Keylin balas tersenyum. Keduanya pun masuk bersama dan tak sengaja berpapasan Bryan.


"Bu, aku mau bicara sesuatu pada Ibu," ucap Bryan.


"Bicara apa, Kak?" tanya Keylin ingin tahu juga.


"Maaf Key, ini urusan keluarga. Kau masuklah ke kamar Ibuku dan tidurlah duluan," suruh Bryan mengarahkan jari telunjuknya ke kamar Ibunya.


"Baik, kalau begitu selamat malam." Keylin pun meninggalkan anak dan ibu itu. Masuk ke kamar untuk mengistirahatkan pikirannya.


"Kau mau bicara apa, Bryan?" Ibunya bertanya duluan. Bryan pun menceritakan keingintahuannya itu tentang dua adik dalam foto yang dirobek itu.


"Bu, apa Ibu tak ada rencana mencari adik - adikku?" tanya Bryan duduk di kursi dekat Ibunya.


"Kalau Ibu tak bisa mencarinya, biarkan Bryan saja yang cari mereka. Ibu tinggal beri aku foto utuh kedua adikku atau bagaimana kalau Ibu ceritakan masa laluku sebelum kecelakaan itu terjadi?" Bryan sedikit membujuk, namun Ibunya masih diam.


"Ibu, aku merasa kalau mereka masih hidup. Atau bisa saja ayah berhasil selamat dan membawa mereka pergi. Tolonglah Bu malam ini kerjasama lah denganku. Ibu selama ini pasti kesepian, kan? Nah, sekarang waktunya aku mengubah kesepian Ibu ini. Kalau ayah dan dua adikku selamat, keluarga kita bisa utuh kembali." Bryan memohon dan memegang kedua tangan Ibunya.


Perlahan diamnya itupun berubah suara tangis. Wanita baya itu menutup wajah dan sesegukan.


"Tidak usah, tidak usah kau cari mereka. Ayah dan adik - adikmu sudah mati. Ibu nggak mau kau bernasib seperti mereka. Ibu nggak mau lagi kehilangan mu," ucap Ibunya itu tersedu - sedu.


"Ibu, aku sudah besar lho. Sudah 20 tahun berlalu, aku bukan anak kecil enam tahun lagi. Aku bisa jaga diri, Bu. Tolonglah, kasih aku petunjuk." Bryan mendesak dengan suara lemah. Wanita baya itu memegang sebelah tengkuk Bryan kemudian menangis lagi. Membuat Keylin tergerak ingin melihat apa yang membuat Ibu Bryan menangis. Namun Keylin tak jadi meninggalkan tempatnya, ia merasa takut akan merusak suasana hati Bryan. Terpaksa istri Edgar itu memejamkan mata di tempat tidurnya.


Sedangkan Ibunya Bryan pun luluh setelah dibujuk berkali - kali. Ia menjelaskan pada Bryan kalau dulu aksi pengejaran dua puluh tahun lalu ada hubungannya dengan worlfard.


Bryan pun akhirnya terbungkam. Tak lagi bertanya apapun setelah nama Mafia yang suka berurusan dengan Edgar itu disebut dari mulut Ibunya.


'Worlfard? Jadi mereka juga mengincar keluargaku? Gara - gara mereka keluargaku hancur seperti ini?' Kedua tangan Bryan mengepal kuat -kuat. Bryan pun melihat ke arah kamarnya, sedang memikirkan Edgar. Ia berencana ingin meminta bantuan Keylin untuk bicara pada Edgar supaya membantunya mencari kedua adiknya dan ayahnya. Bryan yakin, sangat yakin kalau adik dan ayahnya masih hidup.


Seketika Bryan terkejut disodorkan sebuah foto. "Bryan, ini satu - satunya foto yang Ibu miliki." Bryan pun mengambilnya dan mengamati satu - satu orang di dalam foto itu. Seorang laki - laki tampan, Ibunya, dan dua adik perempuannya yang kembar. Namun ada satu yang membuatnya begitu penasaran.


"Lho, ini bayi siapa, Bu?"


Ibunya pun menceritakan sampai tuntas. Ia memberitahu jika ayahnya adalah kakak kandung pimpinan worlfard saat ini. Dua puluh tahun lalu terjadi perseteruan di wilayab worlfard gara - gara memperebutkan tahta kekuasaan. Padahal saat itu, Ibunya baru beberapa hari melahirkan anak ke empatnya.

__ADS_1


Karena semua preman dibayar oleh pamannya itu dan lebih setuju pamannya jadi ketua mafia, akhirnya sang ayah Bryan melarikan diri ke wilayah Skypea bersama istri dan ke empat anaknya yang mau dibunuh. Namun di tengah pelarian, ayah dan Ibu Bryan berpisah. Bryan saat itu masih enam tahun ikut kabur dengan Ibunya, sedangkan si kembar dan bayi kecilnya itu di bawa oleh ayah Bryan.


Tetapi upaya itu diketahui oleh preman worlfard. Mereka yang melihat Bryan lari ke perbatasan langsung menambrak anak laki - laki itu kemudian kabur sebelum polisi sekitar atau preman Skypea bergerak. Saat itulah, Ibunya mengira suaminya sudah dibunuh duluan sebelum Bryan ditabrak. Malam itu, hati wanita baya itu hancur berkeping - keping, ditambah Bryan sempat Kritis dan sekarang mengalami amnesia. Untung saja Bryan tidak menjiplak wajah ayahnya sehingga worlfard tak mengenali putranya.


Air mata pun menetes dengan deras. Bryan mengeratkan pelukannya. Merasa hal yang sama seperti Ibunya malam ini. Hancur dan marah pada pamannya, pimpinan worlfard yang kejam dan suka semena - mena. Sedangkan Keylin diam sudah mendengar cerita Bryan dan Ibunya. Gadis itu ingin ke dapur mengambil air putih tetapi berhenti saat Bryan membahas tentang worlfard.


"Jadi, Kak Bryan berhubungan dengan Mafia worlfard juga?" Keylin segera kembali ke kamarnya. Memeluk tubuhnya ketakutan.


Sebelum Ibunya masuk ke kamar, Bryan pun mengeluarkan kalung milik Kiara. Begitu terkejutnya wanita baya itu melihat kalung itu.


"Bryan, dari mana kau temukan kalung ini?" Ia mengambil kalung itu dengan rasa tak percaya.


"Ibu, apa kau kenal kalung ini?" tanya Bryan.


"Tentu, Nak. Ini kalung adikmu. Kalung ini juga punya pasangan. Katakan, darimana kau dapatkan benda ini?" Wanita itu memaksa Bryan menjawab sekarang.


Bryan pun diam tak dapat berkata - kata lagi. Pikirannya melayang sangat jauh, kemudian sadar ketika mendapat notif berita dari media jika Tania masih hidup. Yang mereka maksudkan adalah Kiara yang tadi dilihat di rumah sakit dan dibawa oleh Edgar.


"Bryan, jawab Ibu!" desak wanita itu. Bryan pun tersenyum dan menepuk dua bahu Ibunya.


"Ibu, sekarang aku sudah tahu dimana aku bisa membawa pulang satu adikku. Sekarang Ibu masuk istirahat, temani Keylin di dalam sana, okeh?" Bryan menunjuk kamar dan mengambil kalung itu.


Wanita itupun mengangguk dan pergi tidur. Sedangkan Bryan, masuk cepat ke kamarnya dan mencari foto - foto Tania. Ia dengan kemampuan terpendamnya itu segera membobol sistem perusahaan Copa membuat Edgar terkejut ada yang berani mengusiknya malam ini. Pria itu tak jadi tidur dan sedang meladeni sang peretas yang ingin mencuri biodata Tania. Namun tak disangka sang peretas begitu ahli mengacaukan sistem Edgar sehingga foto kecil Tania berhasil dicuri. Edgar tersenyum smirk punya lawan yang tak kalah hebatnya dengan worlfard.


"Sial, aku tak akan melepaskan mu semudah itu. Berengsek!" Edgar menelpon Gerry untuk melakukan pelacakan darurat. Ia merasa sang peretas ada hubungannya dengan worlfard atau Keylin.


Sementara Bryan pun terperangah melihat dua foto yang sama.


"Tidak salah lagi, Tania salah satu adik kembarku yang ikut kabur bersama ayah dan mungkin ditangkap oleh Skypea dan dibuat amnesia sehingga Tania tak mencari kami."


"Edgar, kau berutang satu nyawa padaku." Bryan mengepal tangannya. Niatnya seketika berubah ingin mengacaukan Skypea. Bryan marah karena adiknya dicelakai gara - gara masuk di keluarga itu dan sudah tak mengenal dirinya. Serta mungkin saja ketua worlfard sudah duluan menyadari jika Tania adalah salah satu keponakannya yang berbahaya, karena itulah mereka mengincar Samuel dan Keylin. Bryan pun pergi tidur, tak sabar ke rumah Edgar bersama Keylin. Begitupula Edgar secepatnya tidur dan tak sabar menemukan istrinya besok.


.


Hiya gimana tuh reaksi mereka 😂 wkwk, sang peretas ternyata kakak iparku dan istriku ternyata keponakan musuhku. Hihihi, Edgar bakal syok kayaknya. Konflik panasnya udah mau selesai nih, tinggalkan likenya ya😘

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2