Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
32. Keylin Seperti Tania


__ADS_3

Dua langkah lagi mereka dapat melihat Edgar. Dengan langkah hati - hati, mereka menodongkan pistol dan pisau di tangannya. Saat keduanya ingin mengengok, tiba - tiba sirine entah dari mana terdengar mendekat dan bersahut - sahutan.


"Cuy, kabur! Polisi datang!" Keduanya melarikan diri. Edgar mengintip dan terkejut. "Kemana mereka?" gumam Edgar kemudian menyipitkan mata ada seseorang yang masuk ke geng bersama komplotannya.


"Woy, Bos Edgar!" ujar Gerry datang bersama dua puluh anggota Skypea. Sirine itu tupanya dari hape mereka. Awalnya Gerry ingin menangkap dua gangster itu langsung, tetapi tak baik bertindak kekerasan di depan Samuel.


"Cih, kenapa kalian baru muncul sih?" decak Edgar.


"Mau bagaimana lagi, anda terlalu jauh masuk ke geng ini, Tuan Bos." Gerry menghembus nafas disusul bawahannya yang mengangguk - angguk.


"Ehh, ada apa dengan Nona Keylin?" Gerry menunjuk Keylin yang memegang dadanya.


"Gerry, aku mau kau selidiki kedai gorengan di sana," ucap Edgar kemudian menunjuk satu bawahannya. "Kau, gendong Samuel dulu." Bawahan itu mengambil Samuel, sedangkan Edgar membantu Keylin tetap berdiri.


"Kedai gorengan? Kenapa saya harus menyelidikinya, Tuan Ed?" tanya Gerry.


"Apa kau tidak bisa lihat? Istriku sedang tidak baik - baik saja selepas makan gorengan di sana, aku cemas ada sesuatu yang tercampurkan dalam adonan bakwan itu," tutur Edgar ingin membawa Keylin pulang.


Bawahan Skypea saling pandang - memandang. "Istri? Gadis ini istrinya Bos Edgar?" Mereka seolah tak percaya melihat Bosnya sangat mengkhawatirkan Keylin.


"Tapi Bos Edgar, kami barusan makan bakwan di sana juga dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan," ucap mereka memperlihatkan gorengan di tangan masing - masing.


"Benar itu, Tuan Ed jangan terlalu mencurigai pedagang gorengan," sahut Gerry tak setuju dengan tuduhan Edgar, apalagi bakwannya lezat dan kriuk. Keylin pun menarik nafas banyak - banyak. Ia menghirupnya dengan tenang kemudian tersenyum.


"Maaf, membuat kalian cemas, saya tidak keracunan kok," ucap Keylin sudah berdiri normal kembali. Perasaan mualnya juga perlahan hilang.


"Yakin, kau baik - baik saja?" Edgar menaruh telapak tangannya ke dahi sang Istri. Suhu badannya normal.


"Ya sudah, kita pulang sekarang dan kalian semua cari dua orang yang tadi, jangan biarkan mereka lolos," ucap Edgar pada 20 bawahannya dan menggendong Samuel.


"Siap, Bos!!" ujar mereka melaksanakan tugasnya.


"Btw, saya masih perlu selidiki kedai gorengan itu, Tuan Edgar?" tanya Gerry masih di tempatnya.


"Nih, ambil ini saja, tidak usah menyelidikinya. Kau makan itu sampai habis." Edgar memberi kresek gorengannya, kemudian membawa Keylin dan Samuel kembali ke mobil.


Gerry mendengkus ditinggal sendirian. Pria itupun menuju ke arah mobilnya lalu melaju pergi. Tak sadar, Gerry yang menyetir mobilnya itu melewati seorang wanita yang bersweater hitam jalan di pinggir jalan. Sosok yang sering dilihat oleh Bryan.

__ADS_1


"Kiara!" panggil seorang wanita renta mengejarnya. Berjalan membungkuk - bungkuk dengan tongkat di tangannya.


"Astaga, Nenek. Kenapa nyusul Kiara sih?" desis wanita itu membuka masker. Nenek itu menunjuk sebuah poster besar milik sebuah perusahaan entertainment yang memajang foto Tania yang menjadi model iklan kosmetik.


"Nak, itu kau yang di sana, kan?" Nenek itu bertanya. Wanita melirik dan memakai maskernya kembali.


"Bukan, Kiara bukan itu. Ayo Nek, kubawa Nenek pulang." Wanita itu menggandeng tangan Neneknya yang selalu penasaran hal yang mirip dengannya. Namun sebelum meninggalkan jalan itu, ia melirik poster Tania dengan tatapan datar kemudian pergi tanpa sepatah kata.


.


"Auhh mamah, cukup! Tidak usah berlebihan begini. Daun telinga Bryan bisa lepas nih," ringis Bryan yang berhasil memulangkan Ibunya dan menerima jeweran sang Ibu.


"Mamah kecewa, Bryan! Bulan lalu kau bilang mau bawa gadis itu ke rumah, tapi rupanya gadis itu sudah bersuami. Mamah kecewa berat!" ujar Ibunya marah - marah dan mengira putranya mau merebut istri orang.


"Aduh, mamah dengarin Bryan dulu. Waktu itu aku tak tahu dia sudah menikah. Mamah juga harusnya paham kata - kataku waktu itu yang ditolak olehnya," jelas Bryan mengusap telinganya yang merah.


"Pokoknya mamah kecewa!" ketus Ibunya.


"Maaf, Mamah. Bryan minta maaf, jangan ngambek, okeh?" Bryan membujuk Ibunya. Cemas pada wanita itu yang bisa mogok makan seperti dulu - dulu.


"Kalau saja adikku masih hidup, aku tidak akan kesulitan begini." Bryan memagang kepalanya. Berusaha ingat wajah adiknya tapi kenangannya tidak menampakkan apa - apa.


"Sudahlah, aku harus move on dan cari wanita lain." Dokter tampan itu tak kembali ke rumah sakit. Dia menjaga Ibunya, cemas melakukan sesuatu hal konyol.


.


•Mansion Edgar


"Hei, bagaimana perasaanmu, Key?" tanya Mona duduk di sebelah Keylin yang terbaring di kasurnya.


"Eh, kok aku ada di sini?" Kaget Keylin bingung ada di kamarnya. Mona pun menjelaskan kalau tadi Keylin ketiduran di mobil. Edgar juga tak enak membangunkan istrinya. Pria itu resah kalau sampai Keylin sakit maka bisa berdampak pada Samuel juga.


"Ciee.... lama - lama hubungan kalian makin erat saja. Kapan sih kalian punya momongan?" goda Mona.


"Ihhh apa sih! Aku dan Tuan Edgar masih bersegel halal tahu, jadi punya momongan itu masih belum pasti," ucap Keylin agak malu.


"Ya sudah, kalian berdua lakukan malam pertama saja nanti malam, siapa tahu adanya anak dari kalian berdua bisa membuat Tuan Edgar merelakan Nona Tania." Mona mendesak Keylin. 'Dan aku bisa bebas keluar malam nanti, hehehe....' Mona tak sabar ingin malam mingguan ke rumah Ibunya Bryan.

__ADS_1


"Hmm, tapi bagaimana caranya? Masa' aku duluan yang ajak malam pertama? Apalagi aku tidak tahu bagaimana malam pertama itu dilewati?" keluh Keylin.


"Argghh, Keylin, kenapa sih kau bikin wajah polos begitu." Mona mencubit gemas pipi Ibu susu Samuel itu. Kemudian dia membuka lemari dan mengambil sebuah dress seksi.


"Nih pakai, terus kau pergi goda Tuan Edgar. Dia sekarang ada di kamar kerjanya, biar aku yang menjaga Tuan Samuel." Mona mengambil Samuel.


"Serius aku pakai ini?" Keylin bergidik ngeri memakai dress yang transparan.


"Nah, bukan cuman itu, kau juga harus dandan cantik. Tapi sebelum itu, kau pergi mandi dulu biar tubuhnya wangi dan Tuan Edgar berselera padamu," ucap Mona ingin tahu apakah majikannya itu impoten atau tidak.


"Dih, memangnya aku ini makanan?" cetuk Keylin.


"Ya makanan lah, makanan buat suami, hahaha...." tawa Mona lalu menutup mulut sebelum baby Samuel bangun.


"Ayo sana! Mandi!" desak Mona mendorong Keylin ke kamar mandi. Gadis itu berhenti sejenak dan memegang perutnya yang lagi - lagi aneh. Keylin masuk secepatnya. Ikut rencana Mona saja. Setelah itu, Mona mendadani Keylin. Menyemprot parfum mahal dan menata rambut Keylin. Ibu susu Samuel itu tampak cantik membahana dan menawan. Sontak dari samping, Mona tertegun sekilas melihat Keylin seperti Tania.


'Eh busyet, apa tadi mataku nggak salah lihat?' pikir Mona agak merinding. Takut juga kalau dugaannya benar jika Mona dijaga oleh arwah Tania. Tapi jika diperhatikan, Keylin cocok juga jadi model. Senyum Mona terukir tipis membayangkan Keylin menghasilkan uang banyak untuknya.


"Mona, sekarang aku harus bagaimana?" tanya Keylin agak kurang nyaman pakai dress seksi itu yang menampakkan lekuk tubuhnya.


"Mona! Jangan bengong dong!" decit Keylin gemas.


"Hahaha, maaf. Sekarang kau ke kamar kerja Tuan Edgar, mumpung dia masih belum minggat keluar," ucap Mona. Keylin menghirup udara kemudian keluar mengikuti instruksi cara menggoda suami.


Jantung Keylin berdebar - debar. Ia tampak belum rela melepaskan segelnya untuk Edgar. Tapi mengingat kata - kata Mona, Keylin pun membuka pintu bercat putih itu.


Edgar yang lagi bengong di mejanya terkejut diberi kejutan oleh Keylin. Penampilan istrinya malam ini begitu menggetarkan bir4hinya. Terdengar salivanya diteguk tak tahan disuguhi suprise dadakan dari istrinya.


"Honey." Keylin memanggil dengan suara s3ksu4l dan kedipan mata rayuan, membuat sang pamungkas di balik celana tegak bak mengeras dan tak lagi letoy. Sementara Keylin, rasanya ingin lompat ke jendela melihat tatapan mesum Edgar yang mau menerkamnya.


.


Ayo buka puasa satu bulannya Ed🤭terus kasih suprise kalau Keylin sudah tak bersegel🤣auto dapat apa ya nanti? Hhhi


Dua babnya nanti malam🌼


Tinggalkan likenya😘

__ADS_1


__ADS_2