Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
47. Cek Lima Milyar


__ADS_3

"Edgar, tadi Mama iseng - iseng buka google, dapat berita bertuliskan kalau Tania masih hidup?"


"Apa berita itu benar atau hoax?"


"Terus, katanya sudah melakukan jumpa pers?"


"Jika itu benar, sejak kapan kau temukan dia?"


"Apa kau sudah mengecek teliti wanita itu?"


"Edgar, mamah khawatir, mamah takut wanita itu akan mengganggu pernikahanmu dengan Keylin. Mamah tidak mau hal itu terjadi!"


Edgar memijat pelipisnya. Lumayan pusing dilempar berbagai pertanyaan yang banyak dan satu kalimat singkat mewakili semua jawaban itu.


"Aku tak yakin, mah."


Regina menggeleng - gelengkan kepala. 


"Kalau tidak yakin, kenapa kau mudah mengklaim wanita itu Tania!?" celetuk Regina meninggikan suaranya dalam panggilan itu.


"Mah, bukan begitu maksudku," ucap Edgar.

__ADS_1


"Terus, apa yang membuatmu tak yakin?" tanya Regina. Dengan pelan - pelan, Edgar menjelaskan secara rinci jawabannya. Ia katakan asal usul dan keluarga asli Tania yang memiliki hubungan dengan worlfard dan Tania memiliki saudara kembar yang terpaksa menyamar dalam jumpa pers itu. Bukan itu saja, Edgar juga katakan kalau Tania itu empat bersaudara yang terpisah selama 20 tahun ini. Dan satu - satunya petunjuk adalah kalung Tania yang dibeli dari pemilik toko yang berhasil memenangkannya di perebutan lelang satu bulan yang lalu.


"Oleh karena itulah, aku tak yakin Tania meninggal. Aku merasa Tania yang melelangkan kalungnya dengan bermaksud memberi kode bantuan padaku. Untung saja aku yang beli duluan dan menghadiahkan kalung itu pada Keylin." Jelas Edgar. Regina menyentuh dagu dan tersenyum tipis.


"Hmm, mendengarmu seyakin ini, apa kau sudah mencintai istrimu?" tanya Regina. "Tentu saja, mah! Aku cinta dia." Edgar mengucapkan langsung pada Ibunya. 'Bagus sekali, gadis itu berhasil menempati hati Edgar sepenuhnya. Jika begini, tinggal menunggu waktu menyuruh gadis itu meninggalkan Edgar. Aku yakin, uang yang ku sediakan untuknya pasti tak akan dia tolak.' Regina menatap cek lima milyar di tangannya itu.


"Wow, Mama jadi ingin pulang, tapi sayang cuaca di sini sangat buruk. Penerbangan selalu ditunda. Memang menyebalkan." Regina mendecak sembari menatap di luar yang diguyur hujan deras dan angin yang menghembus kencang.


"Gak perlu pulang, mah. Kalian di situ saja dan tidak usah khawatir. Di rumah ini hanya ada aku dan Keylin yang menjaga Samuel." Edgar membujuk Ibunya tak pulang. Ia tak mau menyusahkan Keylin apabila sang Ibu pulang dan menceramahi Keylin.


"Ya sudah, mamah tutup panggilannya. Kau jaga baik - baik perusahaan papamu dan rumah itu."


"Siap, Mama tenang saja." Edgar menghela nafas lega terbebas dari pertanyaan Ibunya. Ia pun menyusul Keylin dan Mona yang sudah menunggu di mobil.


"Hmm, apa?" tanya Keylin menoleh dan berpikir Mona mau mengucapkan sesuatu di hari ulang tahunnya.


"Kau dan Dokter itu punya hubungan apa sih?"


Ekspresi Keylin berubah drastis.


"Kami cuman teman, kau tak usah curiga begitu," ucap Keylin tersenyum. Mona menghela nafas lega kemudian bertanya lagi.

__ADS_1


"Oh ya, obat yang dulu dikirim nyonya Regina itu apakah kau meminumnya?" 


"Tidak, obatnya sudah aku buang." Keylin menjawab lugu.


"Lho, kok dibuang sih?"


"Habisnya kau bilang aku perlu dua tahun menyusui Samuel, yaudah deh, aku buang saja. Toh, kalau Tante pulang, aku tinggal minta obat yang baru." Mona menepuk jidat mendengarnya. 'Astaga, Keylin. Pantas kucari - cari rupanya dia buang.' Batin Mona gemas.


"Kenapa sih kau tanyakan itu?" tanya Keylin sembari makan potongan semangka dan melihat Samuel yang menginginkannya juga tapi Keylin memberikan botol susu saja. Bayi itu menerima dengan senang.


"Begini, Key. Aku mohon padamu, kalau nyonya Regina pulang terus bertanya tentang obat itu, kau jawab saja, kalau obatnya habis diminum," ucap Mona.


"Kenapa aku harus bohong?" tanya Keylin.


"Duh, kau dengarkan aku saja. Ini adalah kebaikan kau supaya tak dimarahi oleh nyonya Regina tahu," cetus Mona. 'Dan supaya aku tak kehilangan rumah, hehe,' batin Mona. Keylin pun mengangguk paham bersamaan Edgar datang dan masuk ke mobil. Pria tampan itu melaju ke sebuah pantai indah.


"Lho, kok kita ke sini?" tanya Keylin. Edgar menepikan mobilnya kemudian membelai lembut kepala istrinya. "Aku hanya ingin bersantai beberapa hari di tempat ini dan kau pasti memerlukan liburan sebulan syutingmu dimulai."


Mona yang duduk di belakang pun mengamati Edgar dan Keylin. 'Hm, hubungan mereka sudah tak bisa digoyahkan. Kalau aku nyelib di tengah pasti langsung ditendang sama Tuan Edgar. Ihh ngeri deh.' Mona bergegas turun lalu menyusul Edgar dan Keylin. Sedangkan Samuel terpukau dapat melihat pantai yang membentang luas. Kedua matanya reflek terpaku pada sosok wanita di kejauhan sana yang berjalan pergi. Dari belakang, posturnya mirip Kiara. Samuel yang polos memanggilnya, "Ma-ma." Keylin sontak menoleh dan merasakan panggilan Samuel begitu beda kali ini. Ia pun mengarahkan matanya pada tempat yang dilihat Samuel, namun di sana tak ada apapun. 'Siapa yang tadi dipanggilnya?' batin Keylin.


.

__ADS_1


Maaf ya kak, aku nggak bisa balas komen kalian dulu, hp author masih diservis 🥺🙏 kalau udah diperbaiki, author bakal balas gercep 🥰 komen kalian. Tinggalkan jejak likenya, terima kasih 🤗


__ADS_2