Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
43. Mana Buktinya


__ADS_3

Tapi sekarang, Keylin ingin bertanya pada Edgar mengapa tak jujur tentang dirinya yang tiba - tiba hamil. Hal ganjil ini membuat Keylin tak paham dirinya sendiri. 'Apa aku punya kelainan aneh? Bisa hamil sebelum ritual pembuatan anak?' pikir Keylin.


Sontak saja, ia yang sibuk berpikir pun terkesiap ditarik oleh Edgar dan Bryan. Keduanya semakin sengit bertatapan mata sampai Keylin ingin meleleh berada di tengah - tengah mereka.


"Aku kira istriku kabur, ternyata seorang maling yang membawanya," cibir Edgar.


"Ck, aku pun tak sangka, wanita yang dipuja - puja oleh pria berengsek ini adalah adik kandungku," balas Bryan mencaci. Ucapannya itupun mengejutkan semua orang, terutama Mona yang ada di belakang Edgar.


"Adik kandung? Siapa?" tanya Edgar, Mona dan Keylin. Bryan tersenyum smirk, ia ingin menjawab tetapi Samuel mendadak nangis melihat Ibu susunya pulang. "Huweee, ma-ma." Pinta Samuel memanggil dengan tatapan rindu.


Kali ini Bryan yang kaget. "Mama?"


"Ya, dia tak salah bicara. Bayi itu meminta Ibu susunya, jadi lepaskan istriku!" ujar Edgar menarik Keylin.


"Hah? Istri? Kau istrinya, Key?" Edgar tersenyum remeh melihat Bryan yang terkejut. Namun senyumnya hilang saat dibalas oleh Bryan.


"Suami yang kau bilang tukang kebun itu adalah Edgar? Si pria bajingan ini?" Tunjuk Bryan pada Edgar yang manyun sembari melihat istrinya yang lagi - lagi menganggapnya sembarangan. Mona menahan tawanya saja melihat Keylin mengangguk dengan polos.


"Maaf, Kak. Aku tak bermaksud bohong, tapi jujur kok, suamiku tukang kebun. Kebun binatang tapi, hehehe," ucap Keylin cengengesan.


"Hm, sayang!" ujar Edgar gemas dan menariknya lagi. Tapi Bryan tak mau melepaskan Keylin juga.


"Hei, lepaskan istriku!" pinta Edgar.

__ADS_1


"Okeh, aku lepaskan, tapi berikan adikku dan keponakanku dulu!" dengkus Bryan melihat Samuel, anak Tania.


"Ck, siapa yang kau maksudkan?" tanya Edgar mendecak.


"Siapa lagi kalau bukan wanita itu! Hei, kemari kau Tania, jangan pergi dulu!" panggil Bryan menunjuk Kiara yang mengendap - endap ingin kabur.


"Hah? Tania? Dia adikmu?" Kaget Edgar, Keylin dan Mona.


"What? Adik? Siapa? Apa itu aku?" Kiara menunjuk diri sendiri dengan heran. Sontak saja Bryan melepaskan Keylin tapi memeluk Kiara membuat kembaran Tania itu membola.


Akhirnya aku dapat menemukanmu, Tania. Kakak sudah yakin, kau masih hidup." Bryan mengeratkan pelukannya sampai Kiara dibuat sesak nafas. Seketika saja Edgar pun menarik Kiara lepas dari Bryan.


"Sepertinya kau sudah gila. Pergilah dari sini!" usir Edgar menarik Keylin dan Kiara ke belakangnya.


"Oh ya? Kau menuduh ayahku? Mana buktinya, berengsek?" kata Edgar marah. Namun kemarahannya pun hilang ketika ditunjukkan sebuah foto. Kiara pun membelalak. Ia mengenal orang - orang di foto itu. Terutama Edgar mengenal anak perempuan kembar di sana.


"Mereka adalah keluargaku. Dua adik kembarku ini bernama Kiara dan Kania. Aku sudah yakin salah satu adikku direbut oleh ayahmu yang tak lain adalah Tania yang juga saat itu bersama adik bungsuku, Kesya. Lalu anak laki - laki ini adalah aku yang sekarang berniat menemukan keluargaku." Bryan menunjuk Kiara yang tampak syok. Kedua mata wanita itu seketika basah mendengar nama adik kecilnya disebutkan Bryan.


"Hikss... Keysa," isak Kiara menumpahkan air matanya. Bryan segera memeluk Kiara lagi.


"Hikss, Bryan, maafkan aku, aku menghilangkan Kesya dan tak menemukan jejak ayah," tangis Kiara balas memeluk Bryan, ia senang sekali pria di depannya adalah kakaknya yang berpisah darinya.


"Tidak Tania, aku yang harusnya minta maaf baru menemukanmu," ucap Bryan mengusap air mata adiknya. Wanita itu seketika rapuh tak berdaya.

__ADS_1


"Bryan, aku ini Kiara tahu! Masa kau nggak bisa bedakan?" isak Kiara celetuk. Bryan pun melonggarkan pelukannya dan menatap Kiara.


"Serius? Kau Kiara?" tanya Bryan.


"Ya, bodoh! Nih, bibir bawahku gak ada belahannya seperti Tania," jawab Kiara menghentakkan kakinya.


"Kalau begitu, artinya Tania.... " Bryan melihat Edgar yang masih tak percaya Bryan dan Tania bersaudara.


"Maaf, Tania sudah meninggal, Kak," lirih Kiara kemudian melirik Samuel yang ditenangkan Keylin. Matanya pun mengarah pada bibir Keylin yang persis dengan Tania. Bryan mundur, ia syok kabar itu sungguhan terjadi pada Tania.


"Ayo Kiara, ikut aku pulang. Ibu sudah lama menunggumu." Bryan menarik Kiara namun Edgar menghalanginya.


"Kalian berdua tetap di sini dan jelaskan hubungan kalian yang sebenarnya padaku." Edgar meminta serius. Ia masih kurang paham bagaimana bisa kebetulan seperti ini.


"Baiklah, aku akan jelaskan, tapi tolong jemput Ibuku dulu. Hanya dia yang bisa jelaskan dengan rinci hubungan kami." Bryan setuju dengan syarat itu. Edgar pun menyuruh lima bodguardnya pergi.


Kini semua berkumpul di ruang tamu sembari menunggu Ibunya Bryan. Samuel pun di sana perlahan bisa tenang kembali. Melihatnya begitu, Bryan dan Kiara memperhatikan Keylin yang mudah sekali membujuk Samuel.


"Sayang, kau ke kamar saja dan istirahatlah di sana," ucap Edgar dengan nada lembut pada Keylin. Tapi bumil cantiknya itu hanya diam mengacuhkannya. Edgar pun cemberut istrinya kembali mendiamkannya.


'Ishh, salahku apa lagi sih?' desis Edgar sedih dalam hati dan tak peduli dengan tatapan Bryan dan Kiara yang melihatnya tak berdaya kepada istrinya sendiri.


'Ck, dia memang payah.' Bryan dan Kiara membantin hal sama. Sedangkan Mona keringat dingin duduk di antara mereka.

__ADS_1


"Astaga, aku ingin sekali pulang kampung saja." Mona bergumam takut.


__ADS_2