Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
65. Ekstrak Part 1 : Tidak Pantas


__ADS_3

Bahagia yang didambakan Keylin tidak begitu lama dirasakan, sebab Bryan, Kiara dan Ibunya harus kembali ke worlfard. Alex yang tahu itu, ia ingin ikut membantu keluarga istrinya mengurus gangster - gangster yang memberontak, namun Bryan menolak.


"Tidak usah, kau tetap di sini dan jaga Tania, kehadiranmu diperlukan istri dan anakmu," ucap Bryan.


"Bagaimana kalau aku saja?" tawar Edgar.


Bryan melirik sinis Edgar, adik iparnya yang sekaligus mantan musuh worlfard. "Tidak perlu, tanpa bantuanmu, aku masih bisa menaklukkan mereka." Kata Bryan.


"Tapi, aku khawatir, Kak," ucap Keylin mendekat, bersama Tania juga merasakan kekhawatiran yang sama.


Kiara merangkul leher Keylin, tersenyum lebar.


"Mereka itu hanya krikil kecil, kau tenang saja. Lagipula kami ke sana bukan cuma bertiga, akan ada si tangan kanan suamimu yang ikut," ucap Kiara.


"Maksudnya si Gerry?" tebak Tania.


Kiara mengangguk - Ya!


"Kalau begitu, di mana dia? Kenapa tidak datang ke sini?" tanya Keylin kemudian melihat Edgar.


"Gerry kemana, sayang?" 


"Hmm, harusnya dia cari Pak Santo, tapi entah kenapa belum ada kabarnya," ucap Edgar kemudian disahut Alex.


"Dia sedang menyiapkan pesta pernikahan, entah siapa mempelai wanitanya," ucap Alex membuat semua orang saling bertatap - tatapan.


"Wow, tidak ada hujan dan tidak ada badai, kenapa dia tiba - tiba mau menikah?" tanya Kiara sedikit penasaran.


"Hmm, katanya sih supaya berjaga - jaga saja, siapa tahu dia mati di wilayah kalian, jadi dia menikahi seseorang hanya untuk dijadikan wadah benihnya. Memberikan calon pewaris untuk mengatur organisasinya itu di wilayah timur kota."


Semua yang mendengar ucapan Alex itu spontan terbelalak. "What? Dijadikan wadah? Dia sudah gila ya?" Kiara terkejut, tidak sangka ada pria tidak berperasaan begitu di dunia.


Bryan pun melirik Edgar. "Ck, tidak ada bedanya dengan yang onoh," sindir Bryan pada adik iparnya itu.

__ADS_1


"Heh! Aku menikahi Keylin berdasarkan cinta tau!" protes Edgar tahu tatapan sindiran Bryan mengarah padanya.


"Pftt," tawa Keylin geli melihat suami dan kakaknya saling sewot. Seketika Ibunya datang, berpesan kepada Keylin agar berbakti pada suami dan mertuanya. Dan lagi, tetap terus memberi kabar untuknya, terutama kehamilan Keylin dan waktu persalinan putri bungsunya itu.


"Baik, Bu. Keylin akan ingat nasehat, Ibu." Keylin memeluk wanita baya itu. Rasanya ia tidak mau Ibunya ikut, tapi Ibunya perlu ada wilayah itu untuk memberi pelajaran pada saudara kejam suaminya itu.


Kiara, Bryan dan Ibunya pun berjalan menjauh dari rumah Edgar. Melihat Keylin menahan tangisnya, Edgar menarik pinggang istrinya itu, memberikan dadanya sebagai wadah air matanya.


"Tidak apa - apa, semua akan baik - baik saja, sayang," ucap Edgar dengan lembut mengecup puncak kepala Keylin.


"Sekarang, ayo kita ke dalam," ajak Edgar meraih tangan Keylin namun Alex menahannya.


"Sebentar, Edgar!"


"Hm, kenapa?" tanya Edgar.


Alex merangkul Tania di depan Edgar dan Keylin.


"Tenang dong, aku dan Tania mau pindah dari sini," ucap Alex tidak bisa satu atap lagi dengan Edgar. Membuat Keylin terkejut.


"Berarti, apakah Samuel ikut pindah juga?" tanya Keylin. Tania melepaskan pelukan Alex kemudian maju, ia meraih kedua tangan Keylin dan tersenyum ramah.


"Tidak, Samuel akan tetap di sisimu, Keylin,"


"Su-sungguh? Samuel benar - benar tetap di rumah ini?" tanya Keylin merasa tidak percaya bayi itu masih bisa dia rawat dan susui.


"Iyah, Samuel kan memerlukan kau, dan aku harus ke tempat adiknya sekarang," ucap Tania.


"Adik Samuel? Ma-maksudnya?" Kaget Keylin yang memang hanya dia yang tidak tahu Samuel punya kembaran. Edgar sangat ingat, saat berpatroli di laut lepas, perahu kecil yang terombang-ambing itu berisi keranjang yang terdapat dua bayi kembar Tania. Karena Samuel tidak mau menyusui pada wanita manapun, akhirnya Edgar yang merawat Samuel daripada adik Samuel yang tidak pilih - pilih Asi.


Melihat ekspresi dan reaksi lucu istrinya, Edgar mengelus kepala Keylin. "Sayang, Samuel itu punya adik kembar perempuan, dan anak itu ada di tangan kerabatnya Alex," ucap Edgar lalu menunjukkan satu foto bayi mirip Samuel di dalam hapenya. Bayi yang cantik dan imut. 


Senyum Keylin mengembang, lalu memegang erat tangan Tania. "Kalau begitu, biarkan aku ikut melihatnya," mohon Keylin dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Tania melihat Alex yang mengangguk. "Hmm, boleh. Tentu boleh." Jawab Tania.


"Akhhh, makasih, Kak!" Senang Keylin memeluk Tania.


Alex dan Edgar mengelus dada melihat istri mereka sudah akur tanpa rasa permusahan dan kebencian.


Mereka pun pergi dari rumah membuat Regina yang ditinggal sedikit kesal. Wanita itu duduk menuruni anak tangga kemudian duduk dengan wajah ditekuk. Kesal karena tidak diajak juga.


Melihat sang nyonya besar ngambek sendirian, Mona yang dari dapur hanya bisa menahan tawa dan segera ke kamar Samuel untuk melihat bayi itu. Tawa Mona hampir pecah melihat bayi gemuk itu sudah bangun dan sulit tengkurap. Ia pun dengan hati - hati mengambil Samuel, meletakkan bayi itu ke atas kasur dan memberinya botol susu buatannya.


"Mamma," ucap Samuel tiba - tiba.


"Kyaaa, Samuel, kau tahu, aku senang sekali kau panggil aku dengan itu, rasanya jadi ingin menikahi paman Dokter tampanmu itu. Tapi sayang, dia tidak pernah mau melirikku. Kasihan sekali calon Tantemu ini yang punya muka pas-pasan," keluh Mona memegang kulit pipinya. 


"Padahal tadi aku mau memberikan ini padanya, tapi aku merasa ini tidaklah penting," tambahnya melihat gantungan hape di tangannya itu. Samuel mendadak tengkurap, merangkak ke samping Mona sambil menggigit ditanya.


"Mamma," panggil Samuel membuat botolnya jatuh. Mona mendesis gemas melihat Samuel yang chubby.


"Ya, tahu, Tuan Samuel juga pasti mau Tante jadi keluargamu, tapi Tante sadar diri, Tante tidak pantas," ucap Mona ngasal bicara saja. Tiba - tiba terkejut saat seseorang menyahut di dekat pintu.


"Siapa yang kau maksudkan itu, Mona?" tanya Justin yang baru datang dari Bandara, ia pulang untuk melihat hubungan Edgar dan Keylin tidak diganggu oleh Ibunya, tapi ia malah mendapat kakak iparnya adalah adik dari kakak angkatnya. Mona terperangah, segera mengatup bibirnya. Justin pun masuk mendekat, membuat pembantu itu sedikit takut.


"Ah, Tuan Justin! Maaf, tadi itu saya asal bicara, permisi!" Mona segera keluar, merasa sangat malu pada Justin yang mendengar keluhannya. Gara - gara tidak melihat ke depan, Mona hampir menabrak Regina.


"Maaf, Nyonya!" Mona mempercepat langkahnya.


"Ehh, dia kenapa?" gumam Regina heran melihat Mona tiba - tiba aneh. Sempat menangkap pipi pembantunya itu memerah.


.


Apakah akan ada calon menantu berikutnya?🤣


Tinggalkan likenya, dukungan kalian adalah semangat untuk author🥰❤️‍🔥

__ADS_1


__ADS_2