
Keylin diajak ke sebuah restoran di pinggir jalan oleh ayahnya. Ia pun heran melihat Pak Santo membawa koper aneh.
"Keylin, ayah bangga sekali padamu."
Kalimat yang tak pernah diucapkan itu membuat Keylin sedikit terkejut.
"Bangga? Bangga karena apa, Yah?" tanya Keylin.
"Nak, ayah bangga kau menjadi topik perbincangan di seluruh kota. Ayah tak sangka kau terjun ke dunia entertainment dan berani menyelamatkan nyawa anak kecil itu. Kau pasti sangat bahagia sekarang," ucap Pak Santo ingin memegang tangan Keylin tetapi bumil cantik itu segera menarik cepat tangannya.
"Ya, Ayah, ini semua berkat Tuan Edgar yang mengizinkan aku mengambil karir seperti ini," senyum Keylin kurang tulus. Dalam hatinya, masih ada rasa kecewa pada pria tua yang tega berlaku kejam padanya dulu.
"Baguslah, pria itu sepertinya tidak melakukan kekerasan dan tak menyiksamu," kata Pak Santo agak canggung membahas Edgar.
"Tentu saja, Tuan Edgar orangnya pengertian, beda sekali dengan ayah." Keylin sengaja menyindir Pak Santo. Hari ini ia ingin sekali melampiaskan kekecewaannya pada Pak Santo atas tindakan Edgar yang memeluk wanita lain di depannya. Tapi Keylin merasa tak perlu lama - lama meladeni pria di depannya itu.
"Maaf, Keylin. Ayah menyesal. Ayah baru sadar sudah menyia - nyiakan anak sendiri. Ayah baru tahu, kau ini lebih berharga dari apapun di dunia ini," tutur Pak Santo menyeka air matanya yang menetes.
Keylin memutar mata malas. Ia agak muak melihat Pak Santo pura - pura sedih dengan wajah menyedihkannya.
"Ayah, kau terus terang saja, untuk apa mengajakku ke tempat ini dan membawa koper besar seperti itu?" tanya Keylin dengan nada tegas.
"Kalau tidak ada hal yang penting, Keylin mau pergi sekarang," sambung bumil itu. 'Tapi, aku mau kemana? Aku tak punya rumah, gajiku juga belum cukup sewa apartemen kecil di sana, apa aku kembali ke rumah Tuan Edgar? Tapi, di sana sekarang pasti ada Nona Tania,' keluh Keylin dalam hati, merasa bingung mau ke mana untuk menyendiri dan menenangkan suasana hatinya.
'Samuel juga pasti menangis di sana,'
'Tidak, di sana sudah ada Ibunya, aku tidak usah cemas lagi. Aku yakin, Samuel sedang disusui oleh Nona Tania.'
Keylin menunduk, tak tahu kemana harus melangkahkan kedua kakinya.
__ADS_1
'Maaf nyonya Regina, aku gagal membuat Tuan Edgar jatuh cinta padaku.' Keylin menutup wajah. Ia mencoba tahan genangan di pelupuk matanya, tapi sekarang dia membiarkan air matanya itu jatuh di depan Pak Santo.
Melihat Keylin seperti itu, Pak Santo mengernyitkan kening. Heran pada Keylin. Ia pun menaruh koper itu di atas meja.
"Keylin, ayah ingin katakan sesuatu padamu." Pak Santo mulai bicara serius.
"Apa itu?" tanya Keylin lirih dan masih menunduk. Mengusap pelan sisa air matanya di kedua pipinya.
"Begini, Nak, ayah kemarin dapat uang ini," ucap Pak Santo membuka sedikit isi koper di depan Keylin yang langsung tertegun melihat setumpuk uang yang jumlahnya tak bisa dihitung oleh sepuluh jarinya.
"Ayah bermaksud ingin menebusmu dengan uang ini." Pak Santo melontarkan keinginannya.
"Me-menebusku? Maksudnya, ayah mau aku kembali bersamamu?" tanya Keylin terbata - bata.
"Yah, Nak. Akhir - akhir ini Ibumu menghantui ayah dan sekarang ayah khilaf, ayah sangat menyesal. Tidak seharusnya menjualmu pada mafia itu. Kau harusnya bebas hidup sesuai keinginanmu." Pak Santo perlahan menjelaskan tujuannya.
"Sekarang pulanglah dengan ayah, kau tidak usah kembali pada Tuan Edgar karena uang ini akan ayah jadikan sebagai uang pengganti yang pernah ayah tukarkan dengan dirimu." Pak Santo tak lupa membujuk dengan nada suara yang lembut layaknya sosok ayah yang baik. Tapi dalam hati Pak Santo, ia sedang tertawa dan yakin Keylin yang polos pasti menurutinya.
Keylin diam. Sedang bingung menimbang keputusan yang terbaik untuknya. Di lubuk hatinya, dia butuh tempat untuk malam ini tinggal, tapi kepalanya terus memikirkan apa yang dilakukan Edgar saat ini. Ada rasa ingin pulang dan juga sebaliknya.
Tiba - tiba hape Pak Santo berdering.
"Siapa itu, ayah?" tanya Keylin.
"Hahha, sebentar, ada telepon dari teman kerja ayah, kau tunggu di sini dulu." Pak Santo pergi menjauh sembari membawa kopernya itu.
'Kerja? Teman kerja? Ayah sekarang sudah dapat pekerjaan? Pekerjaan apa itu?' Keylin bertanya - tanya dalam hati. Merasa ada yang tidak beres, bumil cantik itu diam - diam menyusul Pak Santo. Sontak saja, percakapan rahasia Pak Santo dengan seseorang membuat Keylin terguncang hebat.
"Sebentar dulu, aku sedang membujuknya, jangan mengganggu deh!" ucap Pak Santo seperti di desak oleh seorang wanita yang tidak lain wanita malam yang suka jalan bersama pria tua itu.
__ADS_1
"Cepatlah Santo! Jika kau terlambat membawanya, aku bisa dibunuh oleh mereka. Paksa saja dia! Kau tidak usah berlama - lama bicara pada anak pungutmu itu," bentak wanita itu yang disekap oleh worlfard.
'Aku anak pungut?' batin Keylin memegang dadanya yang bergemuruh.
"Ayah.... " lirih Keylin memanggil. Wajahnya sangat merah. Begitu kecewa dan geram mengetahui identitas dirinya yang selama ini bukan anak kandung.
"Ayah, pantas saja aku tidak disayang, ternyata aku cuma anak pungut. Jika seperti ini, harusnya ayah tidak usah anggap aku jadi anakmu!" ujar Keylin dengan air matanya yang berderai.
"Hei, gadis sialan! Beraninya kau memarahi ayahmu. Jika saja dia tidak memungutmu di tempat sampah malam itu, kau sudah jadi makanan anjing!" seloroh wanita di dalam panggilan itu.
"Arghhh, jahat! bajingan! Kalian semua berengsek!" Keylin segera pergi sebelum Pak Santo menangkapnya. Namun anggota worlfard mulai bergerak mengejar Keylin. Mereka tak mau melepaskan sebuah kesempatan untuk menangkap gadis kesayangan Edgar itu. Mereka ditugaskan oleh pimpinan worlfard langsung yang menginginkan Keylin dibawa hidup - hidup. Bermaksud untuk menyiksa Keylin agar dapat menaklukkan kekuasaan Edgar. Namun saat ia berlari di jalan persimpangan gang kecil, Keylin yang dikejar puluhan gangster worlfard pun ditarik bersembunyi oleh seseorang. Keylin mendongak kemudian terbelalak pada pria tinggi di depannya yang tak menyangka dapat menemukannya. Pria itu semakin memeluknya dan membekap mulut Keylin saat puluhan preman itu melewati persimpangan gang tersebut. Jantung Keylin berdegub kencang diiringi suara detak jantung pria itu juga yang terdengar jelas sedang gelisah. Keylin memejamkan mata merasa nyaman dalam pelukan itu. Ia juga berharap dirinya dan pria itu dapat selamat dari kejaran preman - preman worlfard malam ini.
.
Sedangkan di rumah Edgar, wanita yang mirip Tania itu sekarang bingung menghadapi tangisan Samuel yang lagi kelaparan dan menginginkan Keylin. Sudah banyak susu formula diberikan Mona tetapi bayi itu menolak, bahkan tak mau digendong oleh Kiara. Di depannya, kini ada Mona yang akhirnya diam memperhatikan dan penasaran tindakan apa yang akan dilakukan Kiara. Tapi wanita itu sama sekali tidak berniat menyusui Samuel. Tentu saja karena Kiara tak punya asi. 'Aish, sudah aku bilang, aku ini masih perawan dan tak punya anak seperti ini. Kalian semua salah tangkap! Aku bukan wanita sombong itu!' batin Kiara yang kini memikirkan nasib sang nenek di rumah sakit. Ia tampak tahu situasi jika dirinya ditangkap gara - gara punya wajah yang mirip model terkenal. Tapi sejujurnya, ia dan Tania memiliki satu ikatan yang sama. Hanya saja, Kiara menyembunyikan identitasnya selama ini karena dia lebih sibuk mencari adik kecilnya daripada berhubungan dengan Tania yang dulu tega berpisah dengannya dua puluh tahun lalu. Ingatannya masih jelas tersimpan jika Tania lebih memilih keluarga baru daripada saudara kandungnya. Oleh karena itulah, Kiara sekarang tak peduli pada saudara kembarnya itu. Tania yang dikabarkan sudah mati tak akan mengubah rasa benci di dalam hati Kiara.
Sementara Edgar dan Gerry sedang kalang kabut mencari Keylin. Bumil cantik ini nampak dibawa pulang oleh Bryan ke rumahnya sehingga Ibunya yang dari tadi menunggu pesanannya itupun terperangah pada putranya yang pulang bersama Keylin. "Ibu, maaf lama. Aku bertemu Keylin di jalan tadi dan sekarang dia butuh tempat tinggal. Ibu boleh kan izinkan Keylin tinggal di sini sementara?" mohon Bryan tak tega melihat Keylin tampak menyedihkan malam ini.
Ibunya itupun mengangguk dan tersenyum tulus. "Haha, Ibu senang sekali kalau ada tamu. Sini Nak, anggap saja rumah sendiri." Ibunya itupun mengambil paketnya di tangan Bryan.
"Terima kasih, Tante." Keylin tersenyum lega. Ia pun dibawa ke dalam dapur oleh Ibunya Bryan untuk diajak makan malam. Sedangkan Dokter tampan itu menatap tangannya kemudian menghela nafas singkat. "Baiklah, nanti selesai makan malam, aku harus bicara pada Ibu tentang kecelakaanku. Kuharap Ibu masih ingat dan juga kenal kalung ini." Bryan menyimpan kalung Kiara lalu memasuki ruang dapur. Ia malam ini lumayan senang bisa makan malam bersama dengan perempuan yang pernah dia cintai.
Sedangkan Edgar merasa kacau, ia tak menyangka kehilangan Keylin. Edgar mengacak rambutnya yang tak becus memperhatikan istrinya yang tengah hamil itu. Begitupula preman worlfard malam ini kecewa harus kehilangan jejak Keylin.
"Arghh, kau kemana sih, sayang?!" Edgar melampiaskan emosinya dengan memukul stir mobil. Gerry yang duduk di sebelahnya pun diam sambil meneguk saliva mati - matian. Takut dibanting oleh Bosnya sendiri. Sangat disayangkan kalau dirinya yang lumayan tampan itu berakhir mencium aspal jalan. Kalau saja Keylin membawa hapenya, pasti mudah dilacak oleh Edgar malam ini juga.
.
Kira - kira adik Bryan siapa nih? hehe
__ADS_1
Maaf ya kalau tulisannya agak kacau, hape author rusak dan ini nulisnya di hape teman 😓 author juga mau crazy up sampai tamat tapi nggak bisa lagi, maaf ya kaka kalau banyak yang kurang 😰🙏
Tinggalkan jejak likenya supaya author tetap semangat 🙆 terima kasih.