Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
64. Dua Suami, Satu Ipar [Tamat]


__ADS_3

Sudah dua minggu Regina berada di rumah sakit, ia masih betah di sana karena belum mau melihat dua wanita di rumah Edgar dan siang ini, Edgar datang bersama Keylin. Tak lupa Alex dan Tania datang memeriksa Samuel, serta juga melihat Mona. Berharap wanita satu itu bisa pulang dan melanjutkan perannya di rumah. Kalau Mona sudah bisa pulang, Alex dan Tania akan pindah rumah.


"Mama…" Edgar masuk, tapi sambutan yang ia dapatkan hanya acuan. Regina menatap ke jendela daripada melihat anak dan menantunya.


"Mama, masih marah ya?" tanya Edgar.


"Hmmm…" jawab Regina singkat.


"Huft, Mama tidak usah marah gini dong. Harusnya Mama senang, punya cucu tahun ini." Edgar mengambil apel di atas meja, mengirisnya pakai pisau di tangannya.


"Cucu tidak jelas," kata Regina mendecak. Keylin menatap ke bawah, menundukkan pandangannya dengan gusar.


"Nih, aku potongin apel buat Mama, ayo dimakan, Mama." Edgar menawarkannya, tetapi Regina mendorong tangan Edgar.


"Tidak usah, Mama sudah tahu, kedatangan kalian di sini pasti mau membujuk Mama lagi. Tapi percuma, sampai kapan pun Mama tidak terima dapat cucu dari Keylin. Dia itu wanita yang kurang pantas melahirkan cucu Mama." Regina berdiri, mendekati Keylin.


"Kau memang cantik dan menarik, tapi statusmu ini masih tidak jelas. Aku memang tidak masalah kau berasal dari keluarga mana, tapi setidaknya asal usulmu harus diperjelas." Regina menunjuk sinis.


Keylin mer_emas ujung bajunya, menunduk sedih dan membenarkan dirinya yang tidak punya keluarga yang jelas, namun seketika seseorang berdiri di sebelahnya. Keylin seketika tertegun melihat Bryan ada di rumah sakit dan menepis tangan Regina.


"Maaf, Nyonya Regina. Tolong jaga ucapannya dan berhenti mengatai adikku."


"Adikku? Apa yang barusan kau katakan?" tanya Regina dan Keylin yang terkejut. Tidak seperti Edgar, sebab pria itu yang memberitahu pada Bryan sehingga datang segera ke wilayahnya. Kalau menunggu Tania, bisa - bisa Keylin tidak akan tahu dirinya adalah salah satu anak Mafia Worlfard.


Bryan pun mengeluarkan tes DNA Tania, Kiara dan Keylin yang diambil dari Gerry. Kemudian menunjukkannya pada Regina dan Keylin.


"Ini adalah bukti hubungan aku dan menantu anda, nyonya Regina." Bryan mengatakan sejelas - jelasnya. "Dari yang tertera di sini, Tania dan Keylin bersaudara. Dua wanita yang tidak kau sukai itu memiliki hubungan erat denganku dan worlfard. 


Regina merebut catatan di tangan Bryan kemudian memandangi bergantian Bryan dan Keylin. "Itu artinya kalian berdua —” Putus Regina ketika Edgar menyahut.


"Mama, Keylin putri bungsu di keluarganya. Bukankah ini bagus? Menantu Mama itu bukan sembarangan perempuan biasa. Keylin punya latar belakang yang sama dengan Mama. Terlahir di keluarga Mafia." 


Arah pandang Keylin pun mengalihkan pada Edgar. "Aku sungguh terlahir —" potong Keylin dikala ujung kepalanya dielus Bryan. Edgar pun cemberut melihat Bryan memeluk Keylin. Pria itu sudah berhasil menguasai kekuasaan pamannya sehingga datang tanpa hambatan musuh.


"Kesya, selama dua tahun mengenalmu, ternyata kau adalah salah satu adikku. Pantas saja aku sulit melupakanmu," ucap Bryan melihat Keylin. Air matanya berderai di kedua pipi chubby nya itu. "Keylin, aku senang sekali kita punya hubungan darah." Bryan menghapus air mata Keylin yang tampak bumil cantik itu tidak bisa berkata - kata. Keylin senang, tak bisa mengubah raut wajah bahagianya saat ini.

__ADS_1


Keylin pun terdiam melihat Kiara dan Ibunya datang. Sontak saja, Kiara maju dan memeluk Keylin. Pelukan yang sangat erat dan tangis yang selama ini ia tahan pun pecah seketika. "Kesya, aku senang, dugaan ku benar. Kita pasti memiliki hubungan. Kau harus tahu, selama 20 tahun ini, aku terus mencari mu, bahkan lima tahun ini aku mencarimu di klub malam. Aku masuk ke sana hanya ingin memastikan dirimu dan sangat berharap ada petunjuk." Kiara sesenggukan.


"Tapi siapa sangka, kau ada di tangan Edgar. Harusnya Tania mengatakan ini padamu, tapi dia masih saja seperti dulu, bodoh dan penakut." Kiara melepaskan pelukannya.


"Kiara, berhenti membenci Tania. Dia tidak sepenuhnya salah di sini," tegur Ibunya kemudian melihat Keylin. Dipeluknya putri bungsunya itu. Keylin pun dengan sangat rindu membalas pelukan itu. Tangisnya pecah, membuat Regina merasa sedikit tersentuh melihat mereka dipersatukan.


Tiba - tiba kedua tangannya diraih Edgar. Ditatapnya sang Ibu dengan lembut dan tersenyum. "Mama, sekarang jangan membenci siapapun, okeh?" Regina dengan berat pun mengangguk. 


"Oh ya, Tania dan Ayah dimana?" tanya Keylin kini sudah tenang.


Ibunya dan Kiara menunduk, sedangkan Bryan yang menjawab, "Maaf, ayah sudah tiada." Keylin ikut menunduk dan mencoba menguatkan hatinya. "Padahal aku ingin sekali melihat ayah," lirih Keylin. Sangat mengharapkan sosok ayah yang baik, tidak seperti Pak Santo yang sering mengurungnya dan kadang tidak memberinya makanan.


"Hiks… aku ingin juga bertemu ayah," Isak Keylin mengusap kasar air matanya yang kembali berlinang. Edgar pun menariknya. Mendekap istrinya ke dalam pelukannya. "Edgar, hiks…" lirih Keylin mencoba menghentikan tangisnya tapi perasaannya sedang meledak. 


"Yang sabar, sayang. Ayah pasti sudah tenang dan bahagia melihatmu dipersatukan oleh Ibu dan saudaramu. Aku pun juga senang, dan kau tidak usah cemas. Ada aku yang akan selalu menjaga, melindungi mu dan juga anak kembar kita." Edgar menenangkannya dengan kata - katanya yang mengejutkan Regina, Ibu mertuanya, Kiara dan Bryan.


"Anak kembar? Keylin hamil anak kembar?" ucap Bryan.


"Heh, kau ini kan yang dulu memeriksanya, apa kau tidak menyadarinya?" kesal Edgar pada Bryan karena tidak memberitahukan kehamilan Keylin.


"Iya, aku hamil anak kembar, Mah, Kak," ucap Keylin tersenyum pada Ibunya, Kiara dan Bryan. Ibunya itu pun kembali memeluk Keylin yang melahirkan anak kembar sepertinya. "Selamat ya, sayang."


Tiba - tiba Alex datang.


"Edgar!"


"Ada apa denganmu?" tanya Edgar melihat Alex yang panik.


"Istriku, si Tania tiba - tiba hilang. Bantu aku menyusuri rumah sakit ini. Aku cemas Tania dan Samuel diculik."


"Apa?" Semuanya terkejut.


"Celaka, cepat cari mereka sekarang." Semuanya pun keluar kecuali Regina tetap di ruangannya bersama Ibunya Keylin. Terlihat Regina sedikit canggung pada besannya itu.


"Tania!" Panggil semuanya meneriaki seluruh rumah sakit.. 

__ADS_1


Keylin pun juga memanggilnya, dan sontak pandangannya menangkap wanita itu sedang duduk sendirian di kursi tunggu. Keylin pun menuju ke arah Tania tanpa memberitahu Edgar sehingga pria itu tidak sadar istrinya ke arah lain.


Tampak Tania menunduk terus dan melihat Samuel. "Huft… maaf, Samuel. Mama merasa pecundang. Harusnya Mama katakan kau itu keponakan Keylin. Tapi Mama takut, dia tidak akan percaya dan malah akan membencimu." Tania terisak sendirian. Nampak habis menangis dan menyesali sikapnya yang payah.


Tiba - tiba, ia menoleh cepat ketika Keylin berdiri di dekatnya.


"Eh, Keylin. Apa kau sudah ingin pulang? Tapi di mana Edgar?" tanya Tania berdiri. Namun jawaban yang diterimanya langsung sebuah pelukan erat.


"Bodoh, kakak bodoh." Tania tersentak kaget mendengar tangisan Keylin.


"Hiks, kenapa kau tidak mau jujur, kak?"


Deg 


Tania semakin terkejut dipanggil sedekat itu.


"Ka-kau sudah tahu hubungan kita?" tanya Tania yang memang tidak diberitahu jika Edgar menghubungi Bryan.


"Ya, Tania. Dia sudah tahu," sahut Kiara datang. Tania mundur ke belakang, ia seakan tidak percaya Bryan dan Kiara ada di depannya sekarang. Wanita itu melepaskan Keylin, ingin pergi tetapi Bryan menahan satu tangannya.


"Sudah, jangan menghindar lagi, Kania." 


Tania terperangah, nama aslinya itu diucapkan dengan lancar. Air matanya pun runtuh seketika. "Maaf, aku dulu bodoh menaruh Keylin sembarangan dan selalu menghindarimu, Kiara. Aku benar - benar tidak tahu harus berbuat apa," Isak Tania. Seketika saja Keylin mengambil Samuel dan Bryan memeluk Tania. Satu adiknya yang sangat rapuh melebihi Keylin. Dari kejauhan Alex dan Edgar mengerucutkan bibir mereka melihat Bryan dikelilingi tiga wanita. Apalagi Bryan sangat menikmati memeluk adik - adiknya. Dua suami dengan satu ipar yang sama dan terlihat menyebalkan. Tapi melihat mereka berkumpul, merasakan sesuatu yang tidak pernah dirasakan. Edgar dan Alex sama - sama merasa lega melihat senyum di bibir istri mereka keluaryang tulus dan penuh arti kebahagiaan. Tak lupa Samuel ikut berbahagia berada di tengah - tengah mereka. Begitu pula Mona yang senang adanya Bryan di rumah sakit.


Beda lagi dengan satu bawahan setia Edgar yang sibuk menyiapkan pernikahan dirinya dengan gadis cantik yang dia culik untuk dijadikan wadah benihnya sebelum ke tempat Bryan dan membantu kakak ipar Edgar itu membangun kembali organisasi mafianya yang sedang terbagi jadi dua dan keduanya mulai berseteru memperebutkan wilayah yang memicu penyerangan yang sangat dinanti - nanti Gerry. Oleh karena itu, untuk berjaga - jaga, Gerry menanam benihnya untuk menjadi pewarisnya jika ia mati dalam penyerangan nanti.


Sebuah pernikahan dadakan demi memberinya pewaris masa depan Hexion.


.......


...Tamat...


Endingnya gimana nih?😹puas gak? kalau belum puas, besok author kasih ekstrak part🤗terima kasih sudah menemani author. Berkat dukungan kalian, author bisa menamatkan satu novel ini. Maaf kalau masih banyak kesalahan dari ejaan atau alurnya😅karena sudah setahun author tidak pernah menulis jadi agak blank nulis novel baru.


Jangan lupa mampir ke novel sekuelnya ya🥰masih terhubung dengan Edgar dan Keylin.

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih, sampai jumpa di novel selanjutnya🤗🙏



__ADS_2