Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu

Dibeli Dan Dijadikan Ibu Susu
52. Sebentar, Edgar!


__ADS_3

Pagi yang cerah dan hembusan sejuk terasa menyegarkan. Namun tak seperti perasaan Keylin yang gundah. Jam enam pagi, Keylin sudah selesai mandi. Selepas merias wajahnya, ia menoleh ke arah ranjang. Tampak Edgar masih pulas di sana dengan wajah yang berseri. 


'Apa yang dia mimpikan sampai tersenyum begitu?' batin Keylin ingin membangunkan Edgar. 'Tak usah deh, dia pasti capek setelah mengurus kejutan ku kemarin. Daripada memikirkan mimpinya, aku turun siapkan sarapan.' Sebelum keluar, Keylin melihat Samuel. Sudut bibir Keylin terangkat namun sesaat cemberut. "Jika yang kemarin itu Nona Tania, apa aku tak perlu menyusuimu lagi?" Keylin memegang jari mungil Samuel. "Tapi, kalau dia Ibumu, harusnya dia tak langsung pergi, bukan?"  ucap Keylin merasa aneh.


"Aihh, kuharap dia bukan orang lain yang menyamar seperti kepala asisten. Tapi aku harap, Edgar melakukan Tes DNA wanita itu denganmu." Keylin membelai ubun - ubunnya kemudian keluar dari kamar. Ia melangkahkan kedua kakinya menuju ke arah dapur.


Sebelum pakai celemek, Keylin mengeluarkan sebuah test pack. Ia masuk ke toilet dapur dulu, melakukan pengecekan pada kehamilannya dan berharap tak ada yang mengganggunya.


Beberapa menit berlalu, Keylin dengan hati yang deg - degan mengambil benda itu. Diangkatnya ke atas dan melihatnya teliti. Dua buah garis merah menunjukkan dia benar - benar sedang hamil. Keylin tersenyum, senang ada malaikat kecil dalam perutnya. Ia pun keluar ingin menunjukkan itu pada Edgar, namun sebelum menaiki anak tangga, tiba - tiba pintu penginapan diketuk.


"Pagi, dengan Nona Keylin?" 


"Ya, ada apa ya, Pak?" tanya Keylin yang membuka pintu, dan berhadapan pada pengurus penginapan. Pria berseragam itu memberikan dua kotak besar. Keylin tertegun melihat sang pengirim rupanya dari Bryan dan Justin. 


"Hmm, terima kasih sudah diantar ke sini, Pak." Senyum Keylin menerimanya kemudian menutup pintu kembali. Keylin membuka dua kotak itu dan ternyata ada surat ucapan ultah untuknya, serta isinya anting - anting dan kalung yang mewah. Ada juga dress anggun berwarna putih bak pakaian model cantik. Tak salah lagi, gaun itu dihadiahkan dari Justin. 


Keylin bergegas ke atas, ingin mencoba langsung dua hadiahnya. Kini di depan cermin, Keylin terpukau melihat semuanya tampak serasi. Keylin mengukir sedikit senyumnya dan menyeka rambut coklat madunya itu ke belakang dan bibir cantik dengan lipstik setengah tebal yang tak begitu menampakkan belahan di bibir bawahnya yang sexy.



[Visual Keylin]


Tiba - tiba ia dikejutkan oleh suara deheman Edgar yang tampak suaminya itu sudah terbangun sambil memiringkan posisinya dan menopang kepalanya melihat Keylin berpakaian rapi dan elegan pagi ini.


"Ehem, pagi - pagi sudah dandan cantik, harusnya bikin sarapan dulu lah buat suaminya," ucap Edgar. Keylin buru - buru menggantikan kalung Bryan dengan kalungnya sendiri. Menyimpan perhiasan itu ke dalam kotak semula.

__ADS_1


"Oh ya, dapat dari mana dress itu?" tanya Edgar beranjak duduk.


"Dari adikmu," jawab Keylin.


"Justin?" tebak Edgar. Keylin mengangguk.


"Buka itu!" titah Edgar tak suka.


"Buka? Sekarang?" tanya Keylin menunjuk diri.


"Ya, buka semua yang kau pakai," ucap Edgar mendengkus.


"Kalau buka semua, aku bisa telanJang dong," decit Keylin.


"Gak apa - apa, nanti biar aku yang pakaikan kau baju," ucap Edgar dengan senyum smirk nya melihat Keylin memeluk dirinya sendiri.


"Kalau kau tak membukanya, sini, biar aku yang melepaskan semua itu."


"Akhhh, aku saja!" pekik Keylin mengambil baju pengganti kemudian lari ke kamar mandi. Ia tak mau Edgar melepaskannya karena suaminya itu bisa saja menerkamnya pagi ini. 


"Pftt, padahal kan kita sudah menikah, tapi dia masih malu - malu melakukannya di depanku. Apalagi coba yang perlu kau sembunyikan dariku? Tubuhmu itu sudah aku lihat semua tanpa terkecuali." Tawa Edgar merasa Keylin itu lucu menggemaskan. 


Sambil menunggu Keylin selesai, Edgar menuju ke tempat Samuel. Diambilnya hape di atas meja kemudian menghubungi diam - diam bawahannya. Mereka pun dengan antusias mengatakan, "Tuan, kami sudah mengetahuinya. Nona Tania tinggal bersama salah satu keluarga nelayan yang berada di sekitar pantai. Kami merasa, Nona Tania diselamatkan oleh mereka. Tetapi, alasan Nona Tania tak menunjukkan dirinya masih belum kami ketahui," ucap mereka panjang.


"Hmm, bagus. Kalian amati dia, biarkan aku yang akan datang langsung ke sana dan menanyakan alasannya." Edgar mengakhiri panggilan itu, ia mencengkram hapenya. Ada kerutan kekesalan terhadap Tania yang membuatnya kecewa, sebab wanita itu lebih memilih bersembunyi daripada mengunjungi anaknya.

__ADS_1


Seketika, Edgar menoleh. Raut wajahnya tambah kesal melihat Keylin mengendap - endap ingin keluar tetapi langsung saja dipeluknya sang istri dengan bahagia.



"Hayo, mau kabur kemana kau?"


"Hahaha, mau-mau ke dapur lah," ucap Keylin merasa geli dipeluk tiba - tiba.


"Mau ngapain?" tanya Edgar dengan wajah polosnya.


"Mau buatkan suamiku sarapan." Keylin menjawab tak kalah polosnya. Edgar semakin mengeratkan pelukannya sembari menggigit sebelah daun telinga Keylin membuat seluruh tubuh bumil cantiknya itu bagai mendapat sengatan yang aneh. Atau notif ehem.


"Kalau begitu, pagi ini kau jadi sarapanku." Edgar mengangkat Keylin. Menaruh istrinya di atas kasur kemudian menaiki tubuh istrinya dengan senyum mesumnya itu.


"Sebentar, Edgar!" pekik Keylin dengan pipi merona. Ia paham apa maksud perkataan Edgar pagi ini.


"Hmm, kenapa? Mau mandi kembang tujuh rupa dulu bersamaku?" goda Edgar.


"Edgar, kau tahu kan, di perutku ini ada malaikat kecil kita. Kalau kau lakukan itu padaku, nanti dia cedera di dalam sana," ucap Keylin sebenarnya belum siap pagi ini melayani Edgar. Ia mau menunjukkan hasil testpack dan membuat sarapan super enak untuk suaminya, tapi Keylin sadar, otak dan perasaan suaminya saat ini dipenuhi dan dikontrol oleh hasratnya.


"Justru adanya malaikat kecil kita, biarkan aku dan jack pagi ini bersilaturahmi dengannya, sayangku." Edgar melepaskan kancing piyamanya. Hasratnya bergejolak tiada henti.


'Bersilaturahmi? Pfftt, darimana dia ambil ungkapan itu?' Keylin merasa geli mendengarnya dan menatap Edgar yang sangat manis dan tampan. Mengingat adanya Tania, Keylin pun pasrah menyerahkan dirinya demi tak membiarkan Edgar kecewa.


Edgar memulainya dengan ciuman mesra di bibir Keylin. Bau mint dan aroma tubuh kesukaannya itu menambah gairah cintanya, mumpung Samuel belum bangun dan merusak momen silaturahmi mereka.

__ADS_1


.


Jika visualnya tak cocok, maaf ya, author gak tahu cari visualnya 😅 jadi kalian bayangkan saja sesuai imajinasi kalian ya 🥰


__ADS_2