Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!

Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
26 : Wanita Ular


__ADS_3

Sisa rias kemarin malam saat kondangan, masih menghiasi wajah Zee. Begitu juga dengan rambut Zee yang masih dalam keadaan keriting gantung, ketika di keesokan paginya, Rendan datang membawa orang tuanya ke kontrakan Zee.


Zee pikir maksud ketiganya datang untuk apa? Namun ternyata, ketiganya datang untuk memutus hubungan Zee dan Rendan secara resmi. Orang tua Rendan mengembalikan Zee, dengan alasan Zee dan Rendan tidak cocok. Lebih menyebalkan dan benar-benar menusuk, ternyata Cheryl datang. Malu-malu wanita yang bagi Devano terlalu murah bahkan tak memiliki harga itu melangkah. Layaknya wanita tak berdosa, Cheryl memasang wajah polos andalannya. Wajah polos yang selama ini membuat Zee tidak tega sekaligus selalu percaya.


Cheryl yang tak sampai merias wajah berlebihan, terlihat sangat cantik sekaligus menawan. Lain dengan Zee yang masih berantakan karena kini saja, Zee masih memakai piama lengan panjang. Hanya saja, efek perawatan kecantikan mahal kemarin masih membuat kulit sawo matang Zee tampak glowing sekaligus lembut. Jadi, kali ini Zee tidak begitu kalah jauh dari Cheryl.


“Cheryl Sayang, ... ayo sini cepat! Habis dari sini kan kita harus langsung beresin semua keperluan pernikahan kamu dan Rendan!” ucap ibu Cempaka—mamah Rendan sengaja pamer calon menantu barunya.


“Dikiranya aku mau cemburu apa bagaimana?” batin Zee yang kemudian sengaja berdiri. “Selamat yah, Rhyl, akhirnya kamu dinikahin, enggak hanya dikawinin. Ini, maaf-maaf saja. Saya berbicara begini bukan tanpa alasan. Karena alasan saya mundur pun karena dengan kepala dan mata saya sendiri, saya memergoki Rendan dan Cheryl sedang begituan di sofa!”


“Hati wanita mana yang tidak tercabik, memergoki calon suami yang mendadak sulit dihubungi dan ngakunya ada di luar kota, malah sedang berzi*na dengan sahabat sendiri?” Mulut Zee sungguh tidak bisa direm.


“Kemudian cerita dilanjut, ternyata mereka sudah begitu selama satu tahun terakhir. Lebih baji*ngannya lagi, Rendan sama sekali tidak merasa bersalah. Dia merasa berhak berzi*na dengan wanita manapun, termasuk itu dengan Cheryl, hanya karena saya tidak mau melakukannya di luar pernikahan.”


“Putra kebanggaan Ibu sungguh baji*ngan tengik! Karena dia juga sampai memaksa saya menerima perselingkuhannya, dan menjadikan kesehatan ayah saya sebagai ancamannya!”


“Terakhir, mulut busu*knya malah dengan keji memfitnah saya di depan ayah saya, hingga ayah saya kritis dan nyaris meninggal!”

__ADS_1


“Saya berbicara seperti ini bukan tanpa alasan. Cek saja CCTV, semuanya terekam jelas! Jadi memang tidak ada kata lain selain selamat dan alhamdulillah untuk pernikahan Rendan dan Cheryl. Karena hanya dengan begitu, kita sama-sama memutus dosa dan maksiat keduanya!” Zee merasa sangat lega dan ia sengaja bersedekap dengan elegan guna merayakan kelegaannya. Sungguh tak ada kesedihan apalagi syok berlebihan hanya karena kedatangan keempat manusia di hadapannya yang sengaja pamer kebahagiaan dan harusnya menjadi miliknya. Malahan, ia sengaja mengulit*ti semuanya sebagai pembalasannya!


Jika kalian ingin tahu ekspresi Cheryl, Rendan, dan juga ibu Cempaka yang sempat pamer, tidak usah dibayangkan karena tampang ketiganya mendak memprihatinkan. Ketiganya sama-sama pucat sekaligus berkeringat. Yang ada kalian pasti akan langsung terbahak.


Rendan sekeluarga benar-benar merasa tak habis pikir, mengidam apa ibunya Zee, saat hamil Zee hingga kini, Zee hadir dengan ucapan yang tidak pernah terkontrol? Padahal jika melihat dari pak Samsudin, pak Samsudin sangat pendiam, benar-benar tipikal yang tidak doyan bicara. Namun Ze ...? Benar-benar kebangetan berisiknya!


“Ada tamu ...?” tanya Devano yang mendadak datang.


Berbeda dari biasanya, kali ini Devano tampak sangat santai walau pria tampan itu mengenakan pakaian serba panjang. Lengan panjang hangat warna putih dan celana jeans warna biru gelap menjadi penyempurna penampilan Devano kali ini. Selain itu, kalung emas tidak begitu panjang berukuran sedang, juga tampak menghiasi leher pria itu.


“Ini orang ngapain? Datang enggak diundang apalagi bikin janji, jangan-jangan, nanti pulang minta ditemenin?” pikir Zee yang kemudian mengatakan maksud kedatangan empat orang di hadapan mereka dan Zee sebut sebagai tamu istimewa, kepada Devano.


Apa yang Cheryl katakan tentu membuat wanita itu ditatap aneh oleh semua yang ada di sana. Termasuk juga oleh Devano yang baru datang.


“Emang dasar wanita enggak benar! Sudah berulang kali dipakai, eh tetap enggak mau dinikahi?” batin Devano sambil menggeleng tak habis pikir.


“Ryl!” panggil Rendan yang sudah langsung kesal. Ia sampai menghampiri Cheryl yang memang belum sempat duduk. Namun selain wanita itu yang malah buru-buru menggeleng, Cheryl juga mendadak pergi tanpa pamit.

__ADS_1


Rendan juga buru-buru menyusul. Membuat kedua orang tuanya yang sempat diajak pamer kebahagiaan kepada Zee dan orang tuanya, menjadi ditawan kegelisahan. Sudah dikuliti Zee dan itu sama sekali tidak ditepis oleh Rendan maupun Cheryl, kini Cheryl malah minggat setelah sebelumnya menolak dinikahi. Padahal sebelumnya, Cheryl mau dan menjadi alasan mereka ada di sana.


“Ryl, berhenti. Stop, jangan pergi, Ryl!” ucap Rendan sampai setengah berlari.


“Aku enggak mau ikut campur! Ini kan rencana kamu!” tepis Cheryl.


“Tapi tadi kita sudah sepakat!” yakin Rendan sengaja menangih. Baru saja, ia berhasil menahan salah satu pergelangan tangan Cheryl.


“Lepas!” tegas Cheryl langsung sibuk menepis tahanan tangan Rendan. “Lepas! Hubungan kita kan tak lebih dari senang-senang!” yakin Cheryl mengingatkan lantaran Rendan tak kunjung melepaskannya.


“Tapi kemarin kamu juga bersedia, kamu sudah janji untuk melanjutkan rencana pernikahanku, menggantikan Zee. Kamu bahkan mengatakan itu di depan orang tuaku!” yakin Rendan lagi masih sibuk menagih.


Cheryl menggeleng tegas, menjadi sosok dingin yang tak mau direpotkan oleh Rendan lagi. “Apalah artinya janji, jika kamu yang sudah hampir menikahi Zee saja, melupakan janji kalian!” tegasnya sinis.


Rendan langsung tak bisa berkata-kata. “Kamu lupa? Dulu kamu yang memulai! Kamu yang menggodaku dan membuat hubungan ini ada!” Ia sungguh menuntut tanggung jawab Cheryl.


“Dan aku menyesal, terlebih ternyata Zee jauh lebih berharga ketimbang kamu yang apa-apa harus! Kamu pikir aku boneka kamu!” balas Cheryl makin sengit.

__ADS_1


Dendam, Rendan bahkan sampai mence*kik Cheryl. “Kamu yang sudah menghancurkan hubunganku dan Zee! Dasar wanita ular! Dasar pelac*ur!” Ia terus mence*kik Cheryl di gang menuju kontrakan Zee yang memang sepi. Tak peduli walau Cheryl sudah pucat berkeringat dan terlihat jelas sulit bernapas. Ia telanjur dendam karena Cheryl dengan begitu mudah membuangnya. Ia sungguh tidak terima kecuali Cheryl mampu membuat hubungannya dan Zee kembali ada.


__ADS_2