Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!

Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
55 : Jebak Menjebak


__ADS_3

Suasana kantor masih sangat sepi. Cheryl sampai heran kenapa Rayyan tak kunjung datang, selain bos besarnya itu yang tak kunjung mengabari. Karenanya, Cheryl berinisiatif menghubungi Rayyan, mengirimi pria itu pesan WA.


“Nih orang tel-*** apa gimana, gara-gara Zee lamaran sama Devano? Kok sampai jam segini enggak ada kabar juga? Lagian ngapain pada rebutan Zee, sih? Aku saja ada, lebih cantik, lebih menarik, lebih seksi!” batinnya benar-benar kesal.


Cheryl : Pak Rayyan, Pak Rayyan tidak ke kantor?


Setelah menunggu ada lima menit, pesan yang Cheryl kirimkan baru mendapatkan balasan.


Rayyan : Saya sedang kurang enak badan. Jadi hari ini saya tidak berangkat. Langsung kabari saya saja jika memang ada yang penting.


Awalnya, balasan dari Rayyan membuat Cheryl merengut sebal lantaran biar bagaimanapun, andai Rayyan ada, ia juga akan usaha untuk tebar pesona agar pria itu tergoda. Namun setelah dipikir-pikir ....


“Ini kesempatan emas untukku mendapatkan rahasia perusahaan di ruang kerjanya, agar aku bisa mengikatnya dan membuatnya bertekuk lutut kepadaku!” pikir Cheryl.


Cheryl yang sudah berdiri dari tempat duduknya, nyaris melangkah. Namun, wanita itu baru ingat dan berinisiatif membalas pesan Rayyan terlebih dulu.


Cheryl : Yang sudah tunangan, diademin dulu saja, Pak. Kan nanti saya bertindak, tinggal tunggu waktu yang tepat biar kita sama-sama enak.


Rayyan : Enggak semudah itu melupakan orang yang kita cintai.


Cheryl : Ya sudah, semoga Pak Rayyan dapat yang terbaik. Kalau memang ada apa-apa, Pak Rayyan cukup kabari saya. Saya siap membantu kapan pun Pak Rayyan butuh!

__ADS_1


Seperti sebelumnya, Rayyan tak langsung menjawab. Barulah setelah Cheryl mulai menggeledah ruang kerja Rayyan, tapi ia sengaja membawa kemoceng dan lap, Rayyan baru membalas.


Rayyan : Ya.


“Sekarang saja malas-malasan bahkan gengsi. Nanti kalau kamu sudah ngerasain servisanku, kamu bakalan kayak Rendan, KETAGIHAN. Si Devano juga, sekarang dia boleh bengis mirip Rahwana, tapi nanti kalau dia sudah ngerasain kayak Rendan, tentu ceritanya langsung beda!” keluh Cheryl lirih kemudian kembali membongkar setiap isi laci meja kerja milik Rayyan. Di laci paling atas, Cheryl menemukan foto Zee. Foto formal yang biasanya menempel di lamaran kerja. Lihat saja, di balik foto itu saja masih ada sebagian lem yang mengering dan juga sisa kertas HVS yang menempel.


“Jadi, ini orang sudah suka Zee, sejak kulit Zee masih burik? Heran, orang kaya kok pada demen sama wanita yang kulitnya burik, rambut mengembang mirip rambut singa baru bangun tidur terus kena angin pu-ting beliung!” cibirnya.


Di tempat berbeda, Rayyan tengah berhadapan dengan Rendan. Pertemuan mereka berlangsung tertutup, di sebuah ruangan yang hanya berisi mereka dan dua orang berseragam setelan jas hitam yang berdiri di kedua sisi Rayyan.


“Cukup berikan kepadaku, apa yang kiranya bisa membuat Cheryl bisa bertekuk lutut kepadaku.” Rayyan masih berucap santai. “Makin apa yang kamu berikan menguntungkan, makin mahal juga imbalan yang akan kamu dapatkan!”


Tatapan Rayyan memang masih lurus pada kedua mata Rendan yang detik itu juga langsung berbinar, walau pria itu mendadak bersikap jual mahal. Namun Rayyan tahu, Rendan hanya sedang merencanakan siasat untuk menarik keuntungan sebanyak mungkin darinya. Karenanya, ia sengaja mengangkat tangan kanannya. Membuat pria bersetelan jas hitam yang ada di sana langsung maju kemudian meletakan koper kecil yang sedari tadi pria itu tenteng.


“Semua ini akan menjadi milik kamu jika kamu memberiku informasi sekaligus bukti yang menguntungkan!” tegas Rayyan walau ia masih bertutur pelan penuh ketenangan.


Tersentak sekaligus tertantang, Rendan berkata sambil menatap Rayyan penuh keseriusan. “Saya ingin hitam di atas putih dan memiliki kekuatan hukum dulu, agar saya yakin, saya sedang tidak ditipu. Ditambah lagi, ... bagaimana jika semua uang ini palsu?” Ia sengaja menantang Rayyan. Karena seperti yang ia katakan, ia tak mau kecolongan karena ditipu mentah-mentah oleh Rayyan.


Tanpa mengurangi sikap apalagi tatapan seriusnya pada Rendan, kali ini Rayyan mengangkat tangan kirinya. Detik itu juga pria yang berdiri di sana maju, menyerahkan map yang ternyata susah berisi surat perjanjian untuk mereka.


“Baca baik-baik agar kamu tidak merasa ditipu apalagi rugi!” tegas Rayyan.

__ADS_1


“Orang ini tenang tapi aku yakin, dia lebih berbahaya dari sekelas Devano yang sekadar berbisik saja sampai teriak-teriak,” batin Rendan waswas yang kemudian mengingatkan dirinya untuk lebih hati-hati.


“Pastikan, apa yang kita sepakati juga rahasia. Karena jika kesepakatan ini sampai bocor, orang-orang saya akan langsung meng*habi*si Anda, apalagi Anda akan menerima imbalan yang tidak sedikit!” tegas Rayyan.


Baru mendengar itu, Rendan sudah langsung merasa takut. Karena kekhawatirannya bahwa Rayyan jauh lebih menyeramkan dari orang bengis sekelas Devano, terbukti.


“Pria ini juga merupakan mantan calon suami Zee. Dia mengkhianati Zee hanya untuk mendapatkan kepu*asa*n dengan Cheryl,” batin Rayyan yang tiba-tiba saja menjadi berpikir, “Jika Rendan punya kartu AS seorang Cheryl, bisa jadi pria itu juga memiliki milik Zee juga walau mungkin, bentuknya berbeda.”


Rendan langsung membaca saksama isi surat perjanjian yang sudah Rayyan buat. Sesekali, ia melirik Rayyan yang ternyata seperti dugaannya juga, tengah mengawasinya penuh keseriusan.


“Saya punya beberapa video Cheryl ketika kami sedang ... ‘berhubungan’. Berapa yang akan Anda bayar untuk setiap videonya?” tanya Rendan.


“Berarti dia punya banyak!” batin Rayyan sudah langsung emosi. Kedua tangannya mengepal kencang di sisi tubuh.


“Karena jika saya menjualnya ke situs online, ... itu akan sangat menguntungkan apalagi Cheryl memang sangat lihai!” ucap Rendan kali ini sengaja menantang Rayyan.


“Gillla, ini manusia! Jangan-jangan benar, kalau Zee juga dalam bahaya!” batin Rayyan lagi yang kemudian berkata, “Ada yang lain selain Cheryl? Tidak usah yang lihai, yang penting modelnya beda.”


“Ada, tapi harganya jauh lebih mahal karena dia sudah menjadi kekasih bos besar!” bisik Rendan yang kemudian tersenyum penuh kemenangan.


Kedua tangan Rayyan yang ada di sisi tubuh, menjadi kian mengepal. “Tunjukkan saya semuanya agar saya bisa menilai, mana yang benar-benar menjual, serta mana yang memang tidak perlu!” Namun dalam hatinya, Rayyan bersumpah, andai Rendan sampai memiliki video Zee, detik itu juga ia tak segan memberi pria itu pelajaran sampai mam-pu*s!

__ADS_1


“Haruskah aku juga menyerahkan punya Zee?” pikir Rendan mendadak bimbang.


__ADS_2