Dibuang Setelah Melahirkan

Dibuang Setelah Melahirkan
Bab 41 - Senang bertemu kembali


__ADS_3

David masih terdiam tak bergeming sama sekali. Ia terlalu shock ketika melihat Gea ada di hadapannya. Bahkan Gea tampak tersenyum dengan lebarnya. Seolah-olah tak pernah ada luka yang ia tinggalkan.


Bagaimana? Bagaimana bisa mama mengenal Gea? pikirnya dalam hati.


"Vid, hey kenapa jadi diam? Itu orang yang mama mau kenalkan tadi. Namanya Aruni," ucap Tamara menyadarkan David dari isi kepalanya yang berdebat.


"Ah, iya Ma. Aku David anak satu-satunya Mama Tamara," ucapnya sesantai mungkin agar mamanya tidak curiga kalau David dan Gea sudah saling mengenal.


Sialnya, Gea justru malah membuat David ketar-ketir karena ucapan wanita itu. Hal itu juga membuat jiwa penasaran Tamara meronta-ronta.


"Hai Mas. Senang bertemu kembali. Sepertinya ini kali pertama kamu berbicara jujur, ya?" balas Gea dengan senyuman tipisnya.


"Kalian saling mengenal sebelumnya?" tanya Tamara.


Gea menjawabnya dengan senyuman sementara David dengan gelengan kepala.


"Mungkin kamu salah orang. Karena ini pertama kalinya kita bertemu," bantah David.


"Ah, begitu ya? Ya mungkin aku salah orang, karena orang yang mirip dengan Mas David mengaku tidak memiliki orang tua," ucap Gea lagi dengan senyum kecutnya.


"Tante, aku pamit pulang dulu ya. Kapan-kapan aku kesini lagi. Kalau Tante mengizinkan," pamit Gea ke Tamara.


"Lah, kok cepat banget mau pulangnya, Run? Nanti dulu, menantu Tante belum pulang loh. Belum Tante kenalkan ke kamu. Tapi ya sudahlah, kalau kamu mau pulang. Tentu saja Tante izinkan, kamu boleh main kesini. Tiap hari pun tidak apa-apa. Hati-hati di jalan."


Gea pun bangkit dari duduknya dan mengambil tas nya yang ada di sofa kemudian berjalan pelan menghampiri Tamara, mencium tangan wanita paruh baya itu kemudian menatap David penuh arti dan menghilang dari pandangan laki-laki itu.


Setelahnya, David langsung menatap sang mama dan bertanya ada sang mama kenapa bisa mengenal wanita tadi.


"Ma, jangan mudah percaya sama orang yang baru mama kenal bahkan sampai mengajaknya masuk ke dalam rumah. Bagaimana jika dia itu seorang penipu atau pencuri yang mau mencuri harta di rumah kita? Kita tidak tahu kan?"


David mulai menghasut sang mama untuk membenci Gea. Karena akan sangat berbahaya jika Gea terus bertemu dengan sang mama.


"Mama tidak berpikiran begitu. Aruni itu wanita yang baik. Bahkan lebih baik daripada istrimu," sindir Tamara.


"Kenapa mama jadi bandingkan dia dengan Selena sih? Pokoknya aku nggak mau mama terus berhubungan dengan wanita tadi!" larang David dengan tegas.


"Lah, kamu ini kenapa, Vid? Kenapa jadi melarang-larang mama begini? Hak mama dong mau berhubungan baik dengan siapapun. Atau jangan-jangan kamu dan Aruni memang saling mengenal?" tanya Tamara lagi sambil menduga-duga kenapa anaknya jadi melarangnya begini.


"Apa sih mama! Ya, nggak lah! Mama dengar sendiri kan tadi, dia salah orang," jawab David dengan sedikit ketar-ketir.

__ADS_1


"Tapi, kenapa mama jadi curiga ya?"


"Sudahlah, pokoknya aku nggak suka mama berhubungan dengan wanita itu. Aku juga nggak suka dia main sentuh-sentuh anak aku seenaknya."


David teringat ketika tadi melihat Gea, Gea sedang mengelus kepala anaknya yang sedang tertidur pulas.


Laki-laki itu pergi ke kamarnya dengan perasaan kesalnya. Ia pun mencari kontak nomor seseorang dan menelponnya. Di dalam percakapan itu, David meminta orang itu untuk mencari tahu keberadaan Gea.


Setelahnya, David menarik paksa dasi yang terpasang di lehernya. Ia bahkan melempar barang-barang yang ada di kamarnya. Untungnya saja, kamarnya kedap suara, jadi orang yang ada di luar tak akan bisa mendengarkan apapun.


"Sial! Kenapa aku bisa kecolongan begini? Itu berarti yang aku lihat di malam itu benar-benar Gea! Argh! Sial!"


*


*


Gea yang baru saja tiba di kontrakannya tampak tersenyum senang meski hatinya agak sedikit tersayat-sayat.


Ekspresi terkejut yang ditunjukkan David tadi, membuat Gea jadi semakin ingin menghancurkan David dan segera membawa Alwin bersamanya.


"Mungkin sekarang kamu sedang ngamuk-ngamuk dan merencanakan hal buruk padaku, Mas. Tapi, tidak akan semudah itu. Karena kini aku tidak selemah dulu. Semua yang aku lakukan itu karena luka yang kamu berikan Mas. Luka itu terlalu dalam, hingga meninggalkan bekas yang sulit untuk menghilang."


Tak lupa, Gea pun selalu memberikan kabar, tentang apa yang ia lakukan ke Gaza. Karena Gaza lah sang pencari informasinya dan juga laki-laki itu menempatkan seseorang untuk selalu menjaganya dalam kejauhan. Katanya sih untuk berjaga-jaga jikalau ada hal buruk terjadi pada Gea. Karena mungkin David tidak akan membiarkan Gea membongkar kebusukan laki-laki itu bersama istrinya.


Gea selalu bersyukur akan itu. Dengan begitu, ia agak sedikit tenang tentang keselamatannya.


"Tunggu kedatanganku lagi, Mas. Aku pasti akan membuatmu lebih gelisah lagi setelah hari ini."


*


*


Gaza yang mendapatkan kabar dari Gea pun tersenyum bahagia karena Gea terlihat lebih kuat dari bayangannya sendiri. Bahkan Gea tidak mudah emosi ketika ia bertemu dengan mantan suaminya yang laknatnya kebangetan. Mungkin kalau dirinya, ia sudah tak bisa menahan emosi dan akan menghajar laki-laki itu sebrutal-brutalnya.


"Aku bersyukur, sampai sekarang kamu masih percaya padaku Ge. Aku tidak akan mengecewakan kepercayaanmu. Aku akan bantu kamu hingga kamu mendapatkan hal yang paling berarti dalam hidupmu. Aku janji."


Gaza berjanji untuk tetap bersama Gea, menemani wanita itu di masa sulitnya dan mendukung apapun yang akan dilakukan oleh Gea. Karena itulah, yang Gea butuhkan saat ini.


Mengenai tentang rasa cintanya pada Gea yang belum terucapkan di hadapan wanita itu. Mungkin Gaza akan mengesampingkannya sementara. Karena yang lebih penting membuat Gea tidak punya rasa khawatir dan bisa melihat Gea tersenyum bahagia dulu. Baru ia akan masuk ke dalam celah itu. Karena Gaza pun yakin, seiring berjalannya waktu, Gea pasti akan menyukainya.

__ADS_1


Gaza turun dari kamarnya, pergi ke dapur untuk mengambil air dingin di dalam kulkas Namun ia justru melihat sang mama yang sedang memasak di dapur. Semenjak kehadiran Gea, mamanya jadi rajin belajar masak, walaupun rasanya masih jauh dari kata sempurna.


"Ga, sini bentar!" panggil sang mama.


"Ada apa Ma?" tanya Gaza.


"Cobain masakan mama. Udah pas belum bumbunya. Mama sih masaknya udah sesuai sama apa yang Gea ajarin," ucapnya.


Gaza pun mengambil sendok yang diberikan mamanya dan menyicipinya sedikit.


"Mama mau nikah lagi ya? Ini asin banget mama."


Itulah reaksi Gaza setelah menyicipi masakan sang mama.


"Masa iya? Padahal tadi mama cuma kasih garam sedikit karena kurang asin. Rupanya kebanyakan ya," ucap sang mama yang agak bersedih hati karena usahanya untuk menyiapkan makan malam gagal total karena masakannya keasinan.


"Ya sudah deh, mama buang aja," ucap Mama Hani.


"Biar aku yang tangani."


Meski Gaza tidak pintar memasak. Tapi ia perasa yang baik. Ia menambahkan sedikit air agar rasa asinnya berkurang dan menambahkan bumbu lain untuk membaut rasanya jadi semakin enak. Setelah selesai, Gaza mencobanya lagi.


"Udah pas, makannya udah enak untuk dimakan. Udah nggak keasinan lagi," ucapnya.


Mama Hani langsung memeluk Gaza dari samping, berterimakasih pada anaknya yang sudah membantunya dan tidak langsung membuang masakan yang dibuatnya.


"Makasih ya, kamu tumbuh jadi laki-laki yang pengertian. Bahkan kamu tidak pernah melampiaskan amarahmu sedikit pun ke mama dan papa. Padahal dulu kita tidak sedekat ini."


"Sudahlah ma, masa lalu biarlah berlalu. Toh sekarang mama dan papa tidak seperti dulu lagi."


Tamara pun mengangguk dan melepaskan pelukannya. Ia menaruh masakan itu ke dalam mangkuk.


"Kita makan malamnya, tunggu papa kamu pulang. Mama juga udah pesan beberapa makanan kering lewat online. Mungkin sebentar lagi sampai."


Gaza mengangguk kemudian duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya. Ia melihat foto dua wanita yang disayanginya. Waktu itu ketika di mall, Gaza diam-diam memotret keduanya ketika sedang memilih baju. Pas nya kedua wanita itu sedang tersenyum bahagia.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2