Dibuang Setelah Melahirkan

Dibuang Setelah Melahirkan
Bab 52 - Menyerahkan Alwin


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya, Tamara sedang fokus mengasuh Alwin, tapi ketika mendapatkan perintah dari suaminya untuk membawa Alwin pergi ke mama kandungnya. Ia agak sedikit heran tapi tetap menuruti perintah sang suami. Dengan cepat, Tamara langsung membawa Alwin pergi dan janjian bertemu dengan Gea di luar rumah.


Rupanya setelah memarahi David, dan menanyakan jawaban yang sebenarnya dari sang anak, Tuan Giandratama langsung menelpon istrinya karena David memilih untuk tetap menutupi kebohongannya. Ia memilih untuk lebih cepat memberikan Alwin ke Gea.


Tamara pun akhirnya bertemu dengan Gea di sebuah kafe terdekat. Ia menyerahkan Alwin ke Gea. Sebenarnya Gea merasa heran sekaligus bahagia. Heran, karena ternyata Alwin bisa lebih cepat dan lebih mudah ia dapatkan. Bahagia karena akhirnya waktu yang ia tunggu-tunggu tiba juga. Tapi, tetap saja, ia harus tetap waspada. Ia takut semuanya hanya sementara. Maka dari itu, Gea menanyakan alasannya ke Tamara.


"Kenapa Tante memberikan Alwin ke aku sekarang? Apa kalian sedang merencanakan sesuatu?"


"Tidak Run, Tante hanya menuruti perintah suami Tante saja. Ia meminta Tante membawa Alwin dan menyerahkannya padamu. Semalam sih ia bilang, ingin memberikan pelajaran ke anaknya, tapi suami tante tidak bilang pelajaran yang seperti apa yang akan ia berikan. Dia bilang baru akan cerita jika ia sudah selesai dengan misinya. Jadi, untuk sementara, katanya, akan lebih aman jika Alwin bersamamu."


"Baiklah Tante aku akan coba pahami itu semua. Terima kasih karena Tante sudah menjaga Alwin dengan baik dan penuh kasih sayang selama ini. Terima kasih juga karena Tante tidak marah ataupun benci padaku. Tante malah membelaku, mendukungku untuk tetap berjuang. Kalau Tante ingin bertemu Alwin, Tante bisa datang ke kediaman Tante Hani atau kalau Tante tidak mau kesana. Kita bisa janjian di luar seperti ini."

__ADS_1


Tamara mengangguk. kemudian ia pamit untuk pergi dari kafe setelah mendapatkan pesan dari satpam kalau David sudah pulang ke rumah.


"Jangan berterimakasih Run. Seharusnya Tante meminta maaf ke kamu atas kelakuan anak Tante yang kurang ajar itu. Semoga Alwin senang tinggal sama kamu. Kalau begitu Tante pamit dulu ya. Ada hal yang perlu Tante urus di rumah. "


"Iya Tante, hati-hati di jalan. Kabari aku kalau ingin bertemu ya Tante."


Tamara mengangguk kemudian pergi dari kafe dengan menggunakan mobilnya. Di jalan ia mendapatkan kabar kalau David tak mau berkata jujur pada papanya sendiri. Tuan Giandratama pun meminta sang istri untuk mengemas pakaian milik David dan Selena. Tamara langsung tahu maksud dari perintah suaminya itu. Pastinya David dan Selena akan kembali terusir seperti dulu.


Sampai ketika sudah hampir dua jam di luar, Tamara pun pulang ke rumah dan memulai aksinya. Meski belum mengerti apa yang terjadi di kantor karena David sudah pulang di jam-jam kerja seperti ini, tapi ia akan memahaminya sendiri.


Setelah berbicara dengan anaknya yang bahkan tak mengucapkan maaf sekalipun padanya. Tamara merasa sakit hati, ia merasa gagal untuk mendidik sang anak dengan baik. Ia bahkan menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya dengan dada yang sesak. Meski sudah berpuluh-puluh kali menenangkan hatinya, tapi ketika ia ingat curhatan Gea waktu dulu. Hatinya merasa tersayat-sayat.

__ADS_1


"Tante harap, kamu bisa bahagia Run. Tante juga berharap ada hal baik juga untuk David. Meski tahu, pasti karma nantinya akan mendatanginya."


*


*


TBC


Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.


Maaf belum bisa update banyak, masih sibuk di rumah, hehe.

__ADS_1


__ADS_2