Dibuang Setelah Melahirkan

Dibuang Setelah Melahirkan
Bab 59 - Meminta rujuk


__ADS_3

Waktu terus berlalu dengan cepat, David diusir dari apartemennya karena tak mampu membayar sewa untuk bulan depan. Dengan berat hati David pun keluar dari sana.


David menarik kopernya di sepanjang trotoar sambil memikirkan tentang hidupnya. Uang yang ada di dompetnya hanya seratus ribu rupiah saja. Semua uangnya telah habis ia gunakan foya-foya. Yang seharusnya ia mendapatkan untung besar dari investasinya, ia malah ditipu habis-habisan.


"Arghhh!"


David berteriak frustasi. Hidupnya semakin melarat dan tersiksa saat ini. David terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Namun, seketika ia berhenti karena memikirkan sesuatu di kepalanya.


Ketika ada sebuah taksi yang lewat, David langsung menghentikannya dan mengatakan tujuannya ke si supir taksi.


Taksi berhenti di depan rumah yang megah. David masuk tanpa adanya halangan. ia berharap kedua orang tuanya bisa memberikan ia kesempatan kedua.


Kedatangan David membuat Tamara senang dan langsung memeluk anaknya itu. Berbeda dengan Tuan Giandratama yang menatapnya penuh tanda tanya.


"Untuk apa kamu kembali? Bukankah kamu sendiri yang lebih memilih istrimu dibandingkan orangtuamu?" tanya Tuan Giandratama dengan ketusnya.


"Maafkan aku pa. Aku telah salah. Aku menyesal karena tidak mendengarkan ucapan papa. Aku dan Selena sudah bercerai."


Tuan Giandratama tersenyum miring. Sementara David menceritakan kenyataan yang sebenarnya tentang Selena yang membohonginya sejak awal dan berselingkuh di belakangnya sampai mengandung anak dari selingkuhannya.


"Kamu memang pantas mendapatkan itu. Punya istri baik malah kamu sia-siakan. Tapi istri seperti sampah kamu pelihara," hujatnya dengan sadis.


David sadar ia telah melakukan banyak kesalahan. Ia pun memohon ampun kepada kedua orangtuanya disertai dengan linangan air mata yang keluar. Tamara merasa ikut sedih dan menangis lalu memeluk anaknya itu. Ia bahkan meminta suaminya untuk memberikan kesempatan lagi agar David bisa berubah. Namun, Tuan Giandratama masih diam.


"Akan lebih baik jika kamu benar-benar menyesal. Kamu berusaha dari awal. Jangan terus jadikan kekuasaan dan kekayaan orang tuamu sebagai tameng. Kalau seperti itu terus kamu tidak akan pernah mengerti rasanya susah. Lalu untuk perceraian mu dan Selena, akan papa urus secara hukum dengan cepat. Tapi, untuk menerimamu kembali ke rumah, papa tidak bisa."


"Pa ..."

__ADS_1


"Tidak bisa Ma. Anak ini harus dapat pelajaran atas apa yang diperbuatnya. Semua cobaan yang dialaminya sekarang adalah buah dari benih yang ia tanam."


Tamara menangis sambil memeluk anaknya. Melihat penampilan David yang urak-urakan saja hatinya merasa teriris. Tapi, ia pun tak bisa membantah perintah suaminya.


"Baik, aku akan buktikan ke papa, kalau aku sudah berubah. Aku akan perlihatkan kesuksesanku nantinya. Tapi, sebelum itu, bisakah pertemukan aku dengan Alwin dan Gea? Aku merindukan Alwin dan ingin minta maaf ke Gea."


Sebenarnya Tuan Giandratama menolak untuk mempertemukan David dengan Gea atau Alwin. Tapi, Tamara justru mengiyakan dengan langsung menelpon Gea untung datang ke rumahnya tanpa tahu alasannya disuruh kesana.


Setelah menunggu puluhan menit, Gea datang dengan mengendong Alwin. Ia dibuat terkejut ketika melihat David yang sedang berlutut di hadapan papanya. Gea merasa bingung juga merasakan sakit hati, sedih dan marah ketika melihat David. Karena secara tidak sadar, kenangan buruk yang dilakukan David terputar sendiri di ingatannya.


"Ge," panggil David.


Gea tidak menyahut. Yang ada Gea malah memberikan tatapan tidak suka ke David. Ia lalu menatap ke arah Tamara dan Tuan Giandratama meminta penjelasan dari ini semua. Keduanya sama-sama terdiam sampai David pun memanggil Gea lagi disertai dengan permintaan maafnya.


"Ge maafkan aku. Maafkan semua kesalahanku yang sudah menyakitimu. Aku sungguh-sungguh menyesal karena itu. Kini aku mendapatkan ganjarannya. Selena berselingkuh sampai hamil anak dari selingkuhannya. Bahkan ia berbohong memiliki rahim lemah karena tidak mau hamil dan melahirkan anak. Aku juga telah ditipu oleh orang. Aku sadar aku telah sangat jahat padamu."


"Kamu menyesal dan sadar setelah mendapatkan karmamu. Tapi, sayangnya, aku tidak percaya akan penyesalanmu itu. Kamu bahkan pintar sekali bersandiwara seolah-olah mencintaiku ketika kita berdua menjadi sepasang suami istri dulu. Minta maaf itu mudah, yang susah itu minta maaf dengan tulus. Dan aku tidak melihat ketulusan itu di matamu. Entah apa yang kamu rencanakan di kepalamu. Tapi aku tak akan bisa kamu bohongi lagi."


"Ge, aku mohon percaya padaku. Aku benar-benar menyesali semuanya. Bahkan kalau diizinkan aku ingin menebusnya dengan memberikan keluarga yang utuh untuk Alwin. Kita bisa rujuk kembali."


Gea tertawa mendengarnya. Ia tak habis pikir dengan apa yang ada di kepala David. Dengan mudahnya ia meminta kembali setelah meninggalkan luka yang teramat besar.


"Berhentilah membual Mas. Jangan katakan janji manis dari mulutmu! Aku tak percaya itu. Lagipula, aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama," balas Gea.


"Tapi, Alwin membutuhkan sosok seorang ayah Gea. Kita bisa memberikannya jika rujuk kembali. Aku berjanji tidak akan berbohong lagi."


"Itu kamu tahu kalau Alwin membutuhkan sosok seorang ayah. Lalu bagaimana dengan kamu yang dengan jahatnya memisahkan anak dan seorang ibu? Alwin masih butuh sosok seorang ibu kan?"

__ADS_1


David terdiam tak mampu lagi berkata-kata.


"Aku bukan Gea yang dulu. Kamu bisa meminta maaf sebanyak apapun dan memintaku untuk rujuk kembali. Tapi, maaf aku tidak akan menerimanya. Rasa sakit disini, mungkin perlahan bisa memudar. Tapi bekasnya tidak. Semua kenangan buruk itu tak akan pernah bisa aku lupakan seumur hidupku. Kamu adalah laki-laki yang dulu pernah aku cintai dan percayai sepenuh hati tapi kini tak lebih dari seorang laki-laki pembohong, tak punya hati dan pengecut di mataku."


"Gea kumohon!"


David sampai memohon ke Gea. Tapi Gea yang sudah keras hatinya, tak menghiraukan itu.


"Lebih baik kamu jalani hidupmu untuk introspeksi diri. Renungi semua kesalahan yang telah kamu lakukan. Baru setelahnya, kamu bisa menjalin hubungan dengan siapapun itu."


"Gea ... " panggil David dengan air mata yang terus berlinang.


"Jangan panggil namaku!"


"Boleh aku menggendong Alwin?" tanya David untuk meminta izin. Gea pun mengangguk mengiyakan.


Melihat David yang terlihat menyayangi anaknya dengan tulus, Gea jadi sedikit terharu. Tapi ia tidak boleh lengah. Ia harus tetap kokoh agar bisa mendidik Alwin agar tidak jadi seperti ayahnya.


Setelah puas dengan Alwin, David memberikan Alwin lagi ke Gea. Ia kemudian pamit pergi dari sana.


Ketika sudah jauh dari kediaman orang tuanya. Tangan David mengepal. Laki-laki itu terlihat marah dan kesal, karena Gea tak bisa ia bodohi lagi. Ia juga tak mendapatkan apapun dari papanya padahal ia sudah meminta maaf sampai memohon-mohon.


"Lihat saja, aku tidak akan menyerah. Aku akan mendapatkan apa yang pernah aku miliki lagi."


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2