Dibuang Setelah Melahirkan

Dibuang Setelah Melahirkan
Bab 71 - Aku juga mencintaimu


__ADS_3

Di dalam kamar, baik Gaza maupun Gea sama-sama saling diam. Tapi gemuruh di hati keduanya sama-sama berdebar tak karuan. Gea tahu apa yang harus dilakukannya. Apalagi ini adalah malam pertama mereka setelah menjadi suami dan istri. Tapi baginya ini semua masih sangat aneh. Dari sahabat berubah jadi pasangan.


Sampai akhirnya suara Gaza memecah keheningan itu.


"Ge, aku tidak akan memaksa kamu jika memang kamu belum siap. Kita bisa melewati malam ini dengan cuma tidur aja tanpa melakukan kewajiban," ucap Gaza.


Tapi Gea malah menggeleng. Ia tidak ingin jadi istri yang durhaka karena membuat suaminya bersedih di malam pertama mereka.


"Kamu sudah berhak atasku. Jadi tidak ada alasan aku untuk tidak memberikan hak kamu dan melakukan kewajibanku sebagai istri. Aku tidak merasa terpaksa. Kalau kamu mau, kita bisa melakukannya sekarang," ucap Gea yang sebenarnya ia pun sangat gugup.


"Benar loh ya? Padahal tadi aku sudah kasih kesempatan untuk kamu jika kamu tidak mau melakukannya malam ini. Aku tahu kamu pun lelah juga. Tapi karena kamu bersedia, jadi mari kita lakukan."


Mula-mula Gaza mendekat ke Gea yang tengah duduk di ranjang. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Gea. Menatap setiap bagian dari wajah Gea tanpa ada satu pun yang terlewatkan.


"Kamu sangat cantik jika dilihat dekat seperti ini."


Gea jadi tersipu malu. Pipinya merona merah dan senyumnya jadi mengembang tanpa sadar.


"Apa kamu siap? Aku berikan kamu satu kesempatan lagi untuk menjawab."


"Aku sudah siap Ga," jawab Gea lagi.


"Aku tidak akan menghentikannya jika kamu nantinya ingin berhenti."


Gea mengangguk.


Tangan Gaza mulai terulur untuk menyentuh satu per satu bagian wajah Gea.


"Mata ini hanya untuk melihatku saja. Jangan pernah kamu melirik laki-laki lain."

__ADS_1


Cup!


Gaza menciumnya.


Lalu beralih ke hidung, pipi dan terakhir di bibir Gea.


"Bibir ini hanya milikku seorang. Jadi kamu hanya boleh mengatakan cinta padaku."


Gaza mulai mencium bibir Gaza dengan lembut sampai Gea pun jadi terbuai akan kelembutannya itu. Lama kelamaan ciuman itu berubah jadi agak sedikit bernafsu dengan sedikit l*matan dan saling bertukar lidah.


Ketika sudah terlalu lama saling bertaut, Gaza melepaskan ciumannya dan mulai beralih ke pakaian yang dikenakan Gea. Ia mulai membuat satu per satu kancing baju yang dikenakan oleh Gea. Sampai terlihatlah kain penutup dada yang berwana pink. begitu juga dengan belahan dada Gea yang terlihat sangat indah di mata Gaza.


Gaza mulai mendekatkan bibirnya ke kedua mainannya. Ia mengecup bagian atasnya tanpa melepas kaitan br* nya lebih dulu. Ia meninggalkan stempel kepemilikan disana kemudian beralih ke bagian belakang tubuh Gea untuk melepas br* yang digunakan oleh Gea.


Sudah terlepas. Kini terlihatlah dengan jelas, dua buah mainan kenyal dan indah yang sudah jadi hak milik Gaza. Gaza tampak melihatnya dengan penuh kekaguman.


Gea jadi merasa maju sendiri dan ingin menutupnya. Namun, tangan Gea dihalangi oleh Gaza.


"Tapi jangan dilihat seperti itu, aku malu."


Gaza tertawa kecil. Lalu mengecup bibir Gea.


"Tidak usah malu sama suami sendiri," ucap Gaza yang kemudian melepaskan baju yang dikenakannya juga. Kini keduanya sama-sama bertelanjang dada.


Tangan Gaza mulai menyentuh bagian dada Gea. Mer*masnya juga memainkan Boba yang ada di puncak dada Gea sampai mengeras keduanya. Ia bahkan memainkannya dengan mulutnya juga. Gea meng*rang mengeluarkan d*sahan dari mulutnya.


Rasanya begitu nikmat. Apalagi Gea memang sudah tidak pernah melakukan hal seperti ini lagi.


Gaza pun membimbing Gea untuk berbaring di ranjang. Ia masih memainkan buah dada Gea tanpa ampun. Hal itu seolah menjadi candu baginya.

__ADS_1


Sampai Gaza pun menghentikan kegiatannya dan menariK celananya juga celana yang dipakai oleh Gea sampai keduanya sama-sama polos.


Gaza kembali melakukan aksinya sampai membuat Gea terus mend*sah keenakan. Gaza mengabsen satu per satu bagian tubuh dari Gea tanpa sisa. Memainkannya dengan penuh cinta dan nafsu.


Keduanya saling menyatu di dinginnya malam. Suara d*sahan keduanya saling bersahut-sahutan ketika junior milik Gaza mulai memasuki area milik Gea. Gea memang sudah bukan lagi perawan. Tapi rasanya masih sangat sempit bagi Gaza. Sampai ketika berhasil masuk pun, Gea mengerang kesakitan dan meneteskan air matanya. Lalu setelahnya keduanya merasakan nikmatnya dunia.


"Aku mencintaimu Ge," ucap Gaza ketika sudah menyemburkan benihnya di dalam milik Gea.


"Aku juga mencintaimu Ga."


Keduanya tidur sambil berpelukan dalam keadaan tubuh yang masih polos.


*


*


Sinar mentari menyilaukan mata keduanya. Namun yang bangun duluan adalah Gaza. Laki-laki itu mencium bibir Gea karena gemas. Ia masih tidak menyangka kalau ia sudah menjadi suami Gea seutuhnya. Ia bahkan senyum-senyum sendiri kala mengingat kejadian semalam yang membuatnya jadi candu akan tubuh Gea.


Gea yang masih belum bangun, tangannya menjalar kemana-mana seperti mencari guling unduk dipeluknya. Gaza jadi menelan ludahnya sendiri. Buah dada Gea begitu terasa di kulitnya. Ia jadi turn on kembali di pagi-pagi begini.


Belum sehari menjadi istrinya, Gea sudah berhasil mengobrak-abrik hati dan juniornya. Gaza sudah tak bisa menahan lagi, ia pun mengecup bibir Gea lagi. Tapi kali ini dibalas oleh Gea. Padahal mata Gea masih tertutup.


Mimpi apa kamu Ge? batin Gaza berbicara.


Tapi bodo amatlah, yang penting Gaza bisa melakukan hal semalam lagi dengan Gea. Dan benar saja kejadian semalam terjadi lagi di lagi hari. Gea pun sadar ketika ia merasakan sentuhan di dadanya. Ia tak bisa menolak lagi, karena ia pun sudah termakan sentuhan Gaza yang memabukkan.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2