Dibuang Setelah Melahirkan

Dibuang Setelah Melahirkan
Bab 47 - Mulai curiga


__ADS_3

Selena mulai melancarkan aksinya dengan meminta manager dan pihak agensinya untuk merekomendasikan dirinya sebagai model iklan untuk perusahaan Gaza. Namun, permintaan Selena ditolak karena Gaza telah memilih sendiri model iklan yang akan dipakainya dari agensi mereka. Itu membuat Selena menjadi kesal karena rencananya gagal.


Dalam kekesalannya itu, Selena duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya dan menaruh tangannya di depan dada sambil memikirkan rencana apa lagi yang akan dilakukan setelah rencana sebelumnya gagal sudah sebelum dimulai. Ia bertekad untuk membuat Gea tak akan pernah bisa menang darinya.


*


*


Sepulang kerja, Gaza tak langsung pulang ke rumah tapi ia malah berkunjung ke rumah Gea. Ia ingin membujuk Gea agar mau tinggal di rumahnya. Kalau dibicarakan lewat telepon, rasanya berbeda makanya Gaza menyempatkan waktunya untuk datang.


Gaza mengetuk pintu rumah Gea. Lalu pintu terbuka dan memperlihatkan Gea yang mengenakan apron yang sudah banyak noda tepung disana.


"Tumben datang ketika bukan weekend? Emang tidak sibuk? Ada apa? Sepertinya penting sekali," tanya Gea.


"Kamu tidak mempersilahkan aku masuk dulu?"


"Ah, iya. Mari masuk!"


Kini keduanya telah duduk saling berhadapan di dalam rumah. Gea pun mejamu Gaza dengan makanan ala kadarnya.


"Ge, tidak bisakah kamu pindah dari sini dan tinggal di rumahku saja? Setelah mendengar kejadian semalam dari Ken. Aku jadi khawatir akan kejadian buruk lain yang akan terjadi selanjutnya. Aku sangat yakin itu semua bukan kebetulan tapi memang disengaja untuk membuat kamu takut dan menyerah. Dengan kamu berada di rumahku, kamu jadi lebih aman," ucap Gaza tanpa basa-basi.


Gea tahu kalau Gaza pasti akan mengatakan ini padanya setelah mendengar cerita dari Ken. Ia hanya bisa menghela napasnya saja. Gea pun tampak memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh Gaza.


"Mama dan papa sudah mengizinkanmu tingga di rumah. Jadi, jangan berpikiran kalau kamu merepotkan kami. Mama malah senang ada kamu di rumah," tambah Gaza lagi.


Alhasil dengan berbagai pertimbangan, Gea pun mengangguk dan setuju untuk tinggal di rumah Gaza demi keselamatan dirinya.


Hal itu membuat Gaza lega dan merasa senang. Akhirnya, keras kepala Gea bisa sedikit diturunkan juga.


"Kalau begitu, beres-beres lah kita pindah sekarang," ajak Gaza.


"Tidak bisa, aku masih membuat kue. Besok saja," tolak Gea.


"Baiklah, kalau itu maumu."

__ADS_1


Gaza pun mengalah dan memilih membantu Gea membuat kue. Ia melepas jas yang dikenakannya kemudian menekuk lengan kemejanya hingga ke sikunya.


"Eh, mau apa? Kau kan pakai kemeja putih. Nanti kalau kotor gimana?"


"Tinggal dicuci lah," balas Gaza.


"Ya, tapi kasihan juga pembantu di rumahmu yang mencuci tahu," ucap Gea lagi.


"Ya sudah, tinggal beli baru, apa susahnya? Gampang kan?" ucap Gaza dengan entengnya kemudian mengambil alih tugas Gea mengaduk adonan kue dengan mixer.


"Mentang-mentang anak orang kaya. Baju kotor saja pakai mau beli lagi, huh!" gumam Gea.


"Bilang apa Ge?" tanya Gaza yang samar-samar mendengar sayup-sayup suara dari Gaza.


"Tidak, lanjutkan saja kalau kamu ingin membantu. Aku mau menakar tepungnya dulu."


Waktu terus berlalu, hingga pembuatan kue pun telah selesai lebih cepat dari biasanya karena ada Gaza yang membantu Gea. bisanya Gea akan selesai pukul 2 atau 1 dini hari. Kini sudah pukul 12 malam saja sudah selesai.


"Pulanglah, ini sudah tengah malam. Takutnya jadi pembicaraan tetangga dan menuduh kita berbuat yang tidak-tidak di dalam rumah."


Sepeninggalnya Gaza dari kontrakannya, Gea langsung mengunci pintu rumah dan membersihkan wadah-wadah kotor bekas membaut kue, kemudian membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur.


Gea menatap langit-langit kamarnya untuk terakhir kalinya. Ia juga membayangkan kehidupan bahagia bersama Alwin. Canda tawa, senyum bahagia juga celotehan kecil dari Alwin. Gea benar-benar ingin mengalami itu semua.


"Tunggu mama sayang. Mama akan benar-benar membuat papa kamu menerima ganjarannya. Semoga oma mu tidak terkejut setelah tahu siapa laki-laki yang sudah menyakiti mama. Semoga mama juga tidak salah menilai oma mu."


Setelah itu, Gea memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.


*


*


Di meja kantor Tuan Giandratama, sudah ada berkas di dalam amplop coklat dari orang suruhan laki-laki itu. Sebelum membukanya, Tuan Giandratama mempersiapkan diri terlebih dulu untuk menerima kemungkinan-kemungkinan terburuknya.


Di dalam berkas itu tertulis bahwa Selena dan David tidak tinggal bersama di tahun kedua mereka meninggalkan rumah. Tuan Giandratama menaikan alisnya terheran-heran.

__ADS_1


"Lalu kalau mereka tidak tinggal bersama waktu itu. Alwin itu anaknya siapa? Karena meski tanpa di tes DNA pun aku sangat yakin kalau dia adalah cucuku. Apa David menghamili wanita lain?"


Tuan Giandratama masih terus menerka-nerka. Kecurigaannya yang semula hanya sedikit kini jadi bertambah. Ia jadi penasaran, David ada dimana selama satu tahun tidak bersama Selena. Tuan Giandratama langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu semuanya.


"Kalau sampai kamu membuat papa kecewa dan mencoreng nama baik keluarga kita. Papa tidak akan segan-segan untuk mencoret namamu dari pewaris harta keluarga."


Tuan Giandratama mengatakan itu dengan sorotan mata penuh kekesalan dan emosi. Ia tidak sabar untuk mendapatkan informasi baru lagi.


*


*


Gea telah sampai di rumah Gaza begitu juga dengan barang-barang yang dibawa denhan mobil pick up. Satu per satu barangnya diturunkan.


Mama Hani menyambut kedatangan Gea kembali ke rumahnya. Ia bahkan langsung mengantar Gea ke kamar yang dulu Gea tempati saat pertama kali menginap disana.


"Bereskan saja dulu pakaianmu ke dalam lemari, Ge. Nanti barang-barang kamu akan di masukan ke dalam rumah sama pekerja disini."


"Tapi barang-barangnya akan ditaruh dimana Tante? Kan sangat banyak kalau mau ditaruh di dapur," tanya Gea.


"Tenang saja, Tante sudah siapkan satu ruangan untuk kamu membuat kue. Pasti kamu akan suka saat melihatnya."


"Maaf ya Tante, aku jadi merepotkan Tante begini."


"Apaan sih Ge. Enggak ngerepotin sama sekali. Tante malah senang. Soalnya di rumah ini orangnya pada mandiri semua. Tante jadi nggak bisa melakukan apapun."


"Terima kasih ya Tante, Tante dan Gaza baik sekali sama Gea. Gea nggak tahu gimana cara membalasnya."


"Kamu ini, Tante tuh bosan tahu dengerin kamu bilang terima kasih terus kalau ketemu Tante. Cukup membuat Gaza melakukan hal baik dan membuatnya jadi lebih baik. Itu sudah cukup untuk Tante."


Kemudian Mama Hani keluar dari kamar Gea. Gea agak sedikit bingung dengan ucapan Mama Hani yang sulit dimengerti olehnya. Tapi, ya sudahlah, ia tak mau memikirkannya juga. Gea pun membuka tasnya dan memindahkan pakaiannya ke dalam lemari.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2