Dibuang Setelah Melahirkan

Dibuang Setelah Melahirkan
Bab 45 - Gea dalam bahaya


__ADS_3

Selesai bercinta, keduanya saling berpelukan dengan tubuh yang sama-sama polos. Selena menceriakan tentang apa yang terjadi di tempat bakti sosial tadi ke David. David jadi kesal dan tak sabar membuat Gea menderita lagi.


"Sayang, Gea sudah terlalu banyak bertingkah. Kita tidak bisa membiarkannya bergerak begitu mudah. Apalagi kalau sampai dia benar-benar membongkar semuanya ke mama dan papa. Kita akan selesai sayang. Kita harus menyingkirkan Gea, kalau perlu buat Gea mati sekalian. Aku benar-benar marah dan kesal karenanya."


David mengelus tangan Selena.


"Iya, aku akan segera menyingkirkan Gea. Kali ini, anak buahku pasti tidak akan pernah gagal lagi."


"Makasih ya Mas. Karena kamu selalu mengabulkan apapun yang aku inginkan. Bahkan kamu tidak meninggalkan aku yang memiliki rahim lemah. Padahal aku juga ingin sekali memberikan anak untuk kamu."


"Sudah, jangan bahas itu lagi. Aku tidak apa-apa tidak memiliki anak dari kamu. Daripada aku kehilanganmu, aku lebih baik tidak memiliki anak darimu. Apalagi aku ingat sekali kata dokter, kalau sampai kamu hamil lagi, kemungkinan terburuknya kamu bisa saja meninggal dunia. Aku tidak siap untuk itu. Lagipula kini sudah ada Alwin di tengah-tengah kita."


Selena mengangguk kemudian memeluk suaminya begitu erat. Ia erus mengucapkan rasa terima kasihnya atas cinta yang diberikan oleh suaminya. Hingga tanpa David sadari, rupanya Selena tersenyum menyeringai di pelukan David itu. Seolah-olah ada sesuatu yang wanita itu sembunyikan.


*


*


Gea di rumah sibuk membuat kue. Ia bahkan tidak fokus ketika menuangkan tepung ke wadah hingga berserakan ke lantai. Gea tersadar dari lamunannya.


"Astaghfirullah, Gea kenapa tadi kamu melamun sih? Lihat apa yang sudah kamu lakukan? Kamu membuang bahan-bahan dengan sia-sia!"


Gea memarah-marahi dirinya sendiri karena kecerobohannya. Ia pun membersihkan tepung yang berserakan di lantai dan membuangnya ke plastik sampah.


"Fokus Gea fokus! Jangan goyah hanya karena ancaman Selena! Kamu harus kuat! Harus berani! Kamu harus yakin kamu bisa menang dari mereka!"


Gea mencoba meyakinkan dirinya agar tidak mudah menangis lagi. Ia sudah bertekad untuk kuat setelah meninggalkan kota Malang dulu. Karena musuh sebenarnya sudah mulai beraksi. Kalau ia lemah, semuanya tidak akan pernah selesai.


"Semangat Gea!" ucap Gea menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Gea membuat kue hingga pagi tiba. Karena setelah pertemuannya dengan manager toko waktu itu, Gea harus membuat kue sebanyak 300 karena akan didistribusikan ke toko yang lain tiap harinya. Gea pun tak menolak, ia malah senang karena bisa mendapatkan uang lebih banyak walaupun tubuhnya yang menderita. Apalagi Gea hanya sendirian tak memiliki orang yang membantunya. Karena Gea belum mampu untuk mempekerjakan orang ketika dirinya pun masih butuh banyak uang untuk kelangsungan hidupnya.


Hari sudah semakin siang, Gea terbangun dari tidurnya dengan pakaian yang penuh dengan tepung. Ia pun membersihkan dirinya lalu memasukkan semua kue yang sudah dibungkus rapi ke dalam beberapa wadah kotak besar miliknya. Lalu setelahnya, Gea mengikatkan wadah kotak itu di atas motornya dan mengikatnya supaya tidak jatuh.


Selesai itu, Gea pergi dari kontrakannya menuju ke toko. Selesai mengantarkan kuenya, Gea pergi ke pasar untuk membeli sayuran dan buah-buahan. Di ramainya pasar kala itu, Gea merasa ada orang yang mengikutinya lagi. Ketika ia menatap ke belakang, hanya ada ibu-ibu yang sedang membeli sayuran di lapak sayuran. Gea pun buru-buru pergi ke parkiran motor agar cepat sampai ke kontrakan.


Sesampainya di kontrakan, Gea langsung mengunci pintu kontrakannya, lalu menatap keluar dari balik jendela. Rupanya benar dugaannya. Ia memang telah diikuti oleh orang. Dan orang itu ada di tempat yang tak jauh dari kontrakannya tapi masih bisa dijangkau oleh mata Gea.


"Mereka benar-benar tidak punya hati! Kalian pikir aku akan menyerah begitu saja? Tidak akan! Aku akan membuat kalian berdua menyesal telah membuatku menderita!" Gea mengepalkan tangannya kemudian pergi ke dapur untuk memasak.


Orang yang mengikuti Gea masih ada di sekitar kontrakan Gea. Orang itu menunggu Gea keluar dan setelahnya baru akan menculik Gea kembali. Rupanya hal itu memang disengaja oleh Ken. Ken sengaja membuat orang suruhan musuh untuk mengetahui kontrakan Gea. Itu juga adalah perintah dari Gaza tanpa sepengetahuan Gea.


Ken terus mengamati orang itu dari kejauhan, ketika orang itu berjalan ke kontrakan Gea, Ken pura-pura menabrak hingga membuat orang itu terjatuh di jalan.


"Ah, maaf, saya tidak sengaja. Tadi saya buru-buru."


Orang itu pun, menatap Ken dengan marah. Tapi karena tidak ingin membuat keributan di tempat yang ramai orang. Orang itu membiarkan Ken dan pergi dari sana.


*


*


Suara binatang-binatang malam mulai terdengar di telinga Gea seperti irama yang ia rindukan ketika ada di rumah bersama kedua orangtuanya. Gea pun keluar dari rumah untuk pergi ke supermarket di depan jalan raya besar. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, Gea pun memilih untuk berjalan kaki kesana. Di supermarket, Gea membeli beberapa cemilan ringan, susu, dan beberapa kebutuhan mencuci dan mandinya.


Gea keluar dari supermarket dengan membawa dua kantong plastik besar di kedua tangannya. Ia berjalan untuk pulang ke kontrakannya. Jalanan tampak lebih sepi dari pas ketika ia berangkat tadi. Gea agak sedikit takut, lalu berjalan dengan cepat. Tau kalau disini akan sepi, Gea pasti akan memilih menaiki motor saja tadi.


Rasa takut Gea semakin bertambah ketika mendengar langkah kaki orang dari belakang juga bayangan orang tersebut di jalan. Gea menelan ludahnya dan terus berjalan dengan cepat. Ia hanya bisa terus berdoa, semoga orang yang ada di belakangnya bukanlah orang jahat.


Namun, semuanya sirna sudah, ketika orang itu tiba-tiba berdiri di depan Gea dan menatap Gea dengan senyum miringnya. Gea jadi terus ketakutan.

__ADS_1


"Siapa kamu? Ma-mau apa kamu?" tanya Gea dengan suara yang sedikit bergetar.


"Tenang, tidak usah gugup dan takut. Aku hanya ingin bersenang-senang denganmu," ucap laki-laki itu sambil mencolek dagu Gea.


Gea langsung meludah di depan laki-laki itu dan mengumpatnya.


"Jangan sentuh-sentuh aku dengan tangan kotor mu!"


Laki-laki itu pun jadi emosi karena Gea meludahi wajahnya. Ia pun langsung mencengkeram tangan Gea hingga membuat dia kantong besar itu jatuh dan isinya berserakan disana. Laki-laki itu mendorong Gea ke tembok yang sedikit penerangan.


"Lepas! Lepaskan aku!" teriak Gea.


"Heh! Lepaskan? Enak saja! Kamu harus membayar apa yang sudah kamu lakukan padaku!" ucap laki-laki itu sambil mencengkeram tangan Gea dengan semakin kuat hingga Gea pun tak mampu melawannya.


"Aku tidak punya uang!" teriak Gea.


"Memang siapa yang mau uang? Aku ingin kamu membayarnya dengan tubuhmu," ucap laki-laki itu dengan senyum seringainya.


"Tolong lepaskan aku!" teriak Gea lagi.


"Hahaha. Tidak akan semudah itu sebelum kamu memuaskan ku."


Laki-laki itu pun mendekatkan wajahnya ke Gea dan hendak mencium bibir Gea. Namun Gea yang tidak mau, terus menggerak-gerakan kepalanya. Tapi tubuh laki-laki itu semakin menghimpit tubuhnya, hingga Gea susah untuk bergerak dan melawan.


Gea menangis, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia hanya bisa berdoa semoga ada seseorang yang menolongnya.


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2