
"Argh!"
Gea merintih kesakitan sambil menyentuh perut buncitnya. Mama Hani dan Ibu Gea langsung menghampiri Gea setelah mendengar teriakan itu. Mereka berdua langsung panik apalagi melihat ketuban Gea yang sudah pecah. Dengan segera Mama Hani langsung memanggil supir dan membawa Gea ke rumah sakit.
Mama Hani dan Ibu Gea tak bisa tenang. Mereka berjalan mondar-mandir di depan ruangan Gea. Sampai akhirnya Gaza pun datang kesana.
"Ma, Bu, gimana keadaan Gea?" tanya Gaza yang sedang panik-paniknya.
"Mama nggak tahu, dokter masih belum keluar juga."
Tak lama kemudian, dokter pun keluar dan menanyakan keberadaan suami dari pasiennya. Gaza pun langsung mendekat.
"Gimana keadaan istri saya Dok?"
"Keadaannya tidak cukup baik. Apalagi si ibu nya ingin melahirkan secara normal. Hal itu bisa saja membuat nyawa dari salah satu mereka melayang. Jadi saya sarankan untuk melakukan operasi caesar saja. Untuk kebaikan semuanya."
"Lakukan yang terbaik saja Dok. Saya ingin mereka semua selamat."
"Baiklah."
Dokter pun segera menyuruh para staf medis untuk mempersiapkan ruang operasi. Gea didorong dan dibawa keluar dari ruangan tersebut.
"Ga, aku mau melahirkan secara normal," ucapnya lirih dengan menahan rasa sakitnya.
"Nggak bisa sayang, jangan terlalu merasakan diri. Pokoknya operasi caesar lebih baik. Demi keselamatan kalian semua."
__ADS_1
Meski Gea masih tidak terima dengan keputusan itu, ia tetap tidak bisa membantah suaminya.
Gea sudah masuk ruang operasi. Gaza hanya bisa menunggunya di luar ruangan sambil terus berdoa supaya istri dan anak-anaknya bisa selamat.
"Kamu pasti sangat cemas dan khawatir. Tapi, yakinlah Gea bisa melewati itu semua."
"Iya Bu, tapi tetap aja aku merasa khawatir. Apalagi sampai sekarang masih belum terdengar suara bayi-bayiku."
Tak lama kemudian, suara tangisan bayi terdengar begitu nyaring. Gaza menangis bahagia.
"Ma, anak-anak aku sudah lahir."
"Iya Nak, kamu sebentar lagi akan jadi ayah dari tiga anak-anak mu."
Bayi-bayi itu kini sedang tertidur dengan pulas nya. Gaza terus memandangi mereka karena masih tidak percaya kalau ia akan mendapatkan sepasang bayi kembar.
"Selamat ya, kalian mendapatkan bayi kembar sepasang. Mana gembul-gembul banget pipinya. Mama jadi gemas melihatnya."
"Makasih Ma," ucap Gaza mewakili karena Gea masih terlihat sangat lemas.
"Istirahat aja Nduk. Kamu pasti lelah," saran ibu ke Gea.
"Nggak kok Bu. Ngomong-ngomong Alwin kemana? Kok nggak keliatan?" tanya Gea menanyakan keberadaan Alwin.
"Tadi saat kamu kesakitan, Alwin masih tidur di kamarnya, jadi Ibu meminta ibunya David untuk datang dan menjaga Alwin. Mungkin sekarang Alwin sudah bangun."
__ADS_1
Gea mengangguk saja. Karena Alwin pun akan senang bila bertemu Oma Tamara.
Gaza mendekat dan mengecup kening Gea begitu lama.
"Aku benar-benar beruntung memiliki sepasang bayi kembar. Terima kasih sudah berjuang untuk melahirkan mereka. Terima kasih karena kamu sudah menuruti ucapanku. Aku hanya ingin kalian semua selamat."
"Iya, aku tahu itu. Setelah aku mendengar tangis mereka, aku sadar, mau melahirkan dengan cara normal atau pun caesar tidak ada bedanya. Setelahnya aku akan tetap jadi seorang ibu."
Gaza tersenyum. Lalu bicara lagi.
"Aku sudah menemukan nama yang cocok untuk mereka berdua."
"Apa namanya?"
"Gina Geovani dan Gino Geovani."
"Namanya bagus, sama-sama diawali huruf G seperti kita berdua."
Gaza tersenyum lalu mengecup kening Gea lagi. Ia benar-benar merasa bersyukur karena telah dikaruniai anak kembar dan istri yang cantik wajah juga hatinya.
*
*
TBC
__ADS_1